Waktu Shalat Terkendala Hujan, Bolehkah Dijamak?

9 October 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Hujan sudah makin sering mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Sering kali ini menjadi kendala bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan. Pulang terlambat karena mesti menunggu hujan reda kadang juga membuat aktivitas ibadah jadi tertunda. Kalau sudah begini, bolehkan shalat dijamak? Jika itu masalah yang sedang kamu hadapi dan butuh jawabannya, mari simak penjelasan yang akan dimuat berikut ini.

Pengertian Shalat Jamak

Mari kita ketahui terlebih dahulu apa pengertian shalat jamak. Shalat ini adalah mengumpulkan dua shalat pada satu waktu. Yang biasa diperbolehkan adalah shalat Dhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya. Shalat ini biasanya diperbolehkan dilakukan oleh mereka yang sedang dalam perjalanan atau safat atau musafir. Hal ini merupakan bagian dari keringanan yang diberikan oleh Allah.

Mengenai shalat jamak sendiri ada beberapa hadits yang membahasnya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA yang berkata:

Nabi SAW pernah menjamak antara shalat Dzuhur dan Ashar di Madinah bukan karena bepergian juga bukan karena takut. Saya bertanya: ‘Wahai Abu Abbas, mengapa bisa demikian?’. Dia menjawab: ‘Dia (Nabi SAW) tidak menghendaki kesulitan bagi umatnya’,

HR Ahmad

Hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang berkata:

Bahwa Rasulullah SAW jika berangkat dalam bepergiannya sebelum tergelincir matahari, beliau mengakhirkan shalat Dzuhur ke waktu shalat Ashar; kemudian beliau turun dari kendaraan kemudian beliau menjamak dua shalat tersebut. Apabila sudah tergelincir matahari sebelum beliau berangkat, beliau shalat dzuhur terlebih dahulu kemudian naik kendaraan,

Muttafaq ‘Alaih

Aturan dan Hukum Shalat Jamak

Shalat Jamak sering kali dikaitkan dengan shalat Qasar, memperpendek jumlah rakaat. Padahal keduanya berbeda, terutama soal hukum pelaksanaannya. Shalat Jamak dapat dikerjakan namun dengan waktu yang ditetapkan yaitu shalat Dhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya. Selain pada waktu tersebut, tidak diperkenankan.

Shalat Jamak juga dibedakan menjadi dua yaitu Taqdim dan Takhir. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

  • Jamak Taqdim dilakukan dengan meringkas atau melakukan dua shalat fardhu di waktu shalat yang pertama. Misal shalat dhuhur dan ashar dilakukan di waktu dhuhur.
  • Jamak Takhir dilakukan dengan meringkas atau melakukan dua shalat fardhu di waktu shalat yang terakhir. Misal shalat maghrib dan isya dilakukan di waktu isya.

Adapun aturan dan kriteria yang diperbolehkan melakukan shalat Jamak:

  • Sedang melakukan perjalanan atau safar
  • Sakit parah sehingga tidak mungkin berdiri atau duduk
  • Mengalami udzur yang mendesak
  • Adalah jamaah haji yang akan menuju ke Muzdalifah
  • Saat hujan

Melakukan Shalat Jamak Karena Hujan

Dengan cuaca yang tak menentu dan sering hujan, apakah seseorang dapat melakukan shalat jamak? Dikutip dari Republika, Imam Syafii pada kita Fikih Manhajj menjelaskan jika jamak taqdim karena hujan hukumnya boleh. Sebab bisa jadi hujan dapat berhenti ketika sudah masuk waktu shalat yang terakhir. Jika dilakukan di waktu shalat yang terakhir, maka shalat fardhu yang pertama jadi dilakukan tanpa alasan.

Selain itu disyaratkan juga beberapa hal seperti:

  • Shalat jamaah didirikan di masjid yang jauh dan tidak mungkin dicapai karena hujan
  • Hujan berlangsung sampai waktu salam pada shalat pertama

Nah itu dia jawaban untuk kamu yang ingin tahu apakah boleh menjamak shalat saat terkendala karena hujan. Semoga ini bisa membantumu ya. Ingin selalu shalat tepat waktu? Pakai fitur Pengingat Shalat dari MAQMUR. Download aplikasi MAQMUR dan rasakan manfaat dari fitur-fitur islami di dalamnya.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Keutamaan Sholat Tepat Waktu dan Tips Melaksanakannya 6 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Pagi Yang Berisi Permintaan Rasulullah 2 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Jangan Membaca Al-qur’an Dengan Niat Berikut Ini 30 November 2021