Tradisi Bulan Syawal Yang Hanya Ada Di Indonesia

19 May 2021

Tradisi bulan syawal biasanya terdiri dari rangkaian acara yang dilakukan oleh umat Islam untuk merayakan ditutupnya bulan ramadhan. Berbagai tradisi ini selalu identik dengan sesuatu yang semarak, ramai dan penuh suka cita. Wajar saja, datangnya bulan syawal ini juga menjadi penanda hadirnya hari kemenangan, hari raya idul fitri. Dimana setiap umat islam kembali ke fitrah, saling bermaaf-maafan dan bersilaturahmi.

Di Indonesia , ada banyak sekali tradisi yang dilakukan selama bulan syawal. Lain daerah, bisa lain pula cara merayakan hadirnya bulan syawal. Ingin tahu apa saja tradisi bulan syawal yang ada di Indonesia? Simak yang berikut ini.

Grebeg Syawal

Sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki dan kebahagiaan karena telah melewati bulan Ramadhan, umat islam di Solo dan Yogyakarta merayakannya dengan Grebeg Syawal. Dalam tradisi ini akan ada gunungan yang berisi hasil bumi dan diarak berkeliling. Pada masyarakat Solo, dua gunungan akan dibawa oleh ratusan abdi dalem dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Surakarta. Sedangkan masyarakat Yogyakarta, gunungan akan diarak dari Keraton Yogyakarta menuju Masjid Agung Kauman.

Biasanya, gunungan hasil bumi ini akan didoakan terlebih dahulu baru kemudian diarak dan diperebutkan isinya oleh warga yang telah menunggu. Mereka percaya bahwa siapa saja yang bisa mengambil apa saja dari gunungan tersebut akan mendapatkan berkah dan keberuntungan. Grebeg Syawal di Yogyakarta biasanya dilaksanakan di hari pertama pada bulan syawal. Sedang Grebeg Syawal di Solo dilakukan di hari kedua bulan syawal.

Sesaji Rewanda

Konsep dari tradisi yang dilakukan di Semarang ini mirip dengan Grebeg Syawal, namun ada beberapa perbedaan. Di Sesawi Rewanda, gunungan yang diarak tidak hanya berisi hasil bumi namun ada juga sego kethek (nasi monyet), buah, lepet dan ketupat. Bersama dengan replika kayu jati tiang masjid Demak, penari dan pemusik tradisional, gunungan akan dibawa dari Kampung Kandri ke Goa Kreo.

Gunungan ini akan diberikan ke monyet ekor panjang yang ada di Goa Kreo, lalu sisanya akan diperebutkan oleh mereka yang hadir di ritual ini. Tradisi ini tak hanya bertujuan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT namun juga mengenang serta napak tilas perjuangan Sunan Kalijaga dalam membangun masjid Demak. Tradisi ini biasanya dilakukan di hari ketiga bulan syawal.

Nikmati Berbagai Fitur Islami di Aplikasi MAQMUR Sekarang

Njimbungan

Masyarakat Klaten juga punya tradisi unik dalam merayakan bulan syawal, namanya adalah Njimbungan. Dalam tradisi ini, ada gunungan juga yang diarak. Gunungannya berisi ketupat serta hasil bumi. Sama seperti Grebeg Syawal dan Sesaji Rewanda, gunungan yang diarak ini akan dibagikan kepada mereka yang hadir saat ritual arak-arakan. Metodenya pun sama yaitu berebut isi dari gunungan.

Tradisi ini ternyata adalah peninggalan dari Keraton Surakarta. Biasanya, memang akan ramai dan ricuh ketika sudah memasuki acara pembagian isi gunungan. Namun inilah bentuk sukacita dan keinginan mendapat berkah dari gunungan tersebut. Tradisi ini umumnya dilakukan di hari keenam bulan syawal.

Syawalan

Di Pekalongan, tradisi merayakan bulan syawal terlihat berbeda dan tak kalah unik dari yang lainnya. Jika di banyak daerah bulan syawal dirayakan dengan mengarak gunungan berisi hasil bumi, di Pekalongan gunungannya adalah lopis raksasa berukuran super besar. Katanya sih berat lopis ini bisa mencapai 1 kuintal dengan tinggi 2 meter.

Konon tradisi ini sudah ada sejak 1855 M dan merupakan perayaan kembali hari raya setelah melaksanakan enam hari puasa syawal. Pada enam hari tersebut, masyarakat Krapyak, Pekalongan tidak menerima tamu satu pun hingga tanggal 8 syawal yang mana merupakan hari tradisi syawalan. Lopis sendiri ternyata dimaknai sebagai simbol persatuan, kesatuan serta perjuangan.

Dalam menyambut serta merayakan bulan syawal, sah-sah saja jika dirayakan dengan cara yang disesuaikan dengan budaya setempat. Seperti di Indonesia yang punya beragam budaya, tradisinya pun bisa serupa namun tak sama. Yang terpenting, bulan syawal disambut dengan suka cita dan penuh rasa syukur. Dan jangan lupa untuk melakukan amalan sunnah di bulan syawal seperti puasa selama enam hari hingga bersilaturahmi.

Itu dia beberapa tradisi bulan syawal yang ada di Indonesia. Apakah di daerahmu juga ada tradisi serupa?

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Lewat Depan Orang Shalat, Apa Hukumnya? 24 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Mengapa Harus Hafal Asmaul Husna? 22 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Tahan Emosi Saat Internet Lemot, Ini Balasan Bagi Orang Sabar 21 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Shalat Sunnah Ba’diyah, Ini Keutamaannya 18 September 2021