Keuangan Syariah, Ini Definisi Hingga Cara Mengaturnya

19 May 2021

Keuangan Syariah adalah sistem keuangan yang menerapkan prinsip dan dasar hukum agama islam sebagai pedoman. Di Indonesia sendiri, keuangan dengan prinsip syariah sudah tersedia namun daya tariknya belum terlalu tinggi. Sebab ini tidak hanya soal penyematan kata syariah semata namun ada pemahaman yang perlu diedukasikan.

Jika kamu tertarik untuk melakukan perencanaan keuangan syariah atau dengan prinsip agama islam, ada beberapa tips yang bisa kamu ketahui terlebih dahulu, seperti :

Penghasilan didapat dengan cara yang halal

Sebelum mengatur keuangan secara syariah atau sesuai dengan prinsip islam, ada baiknya jika kita membicarakan tentang bagaimana cara penghasilan didapatkan. Ada banyak cara untuk memperoleh penghasilan, namun tentunya cara yang halal adalah yang paling dianjurkan. Sebab sebaik-baiknya sesuatu yang didapatkan atau dinikmati adalah yang berasal dari sesuatu yang halal. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 168 yang berbunyi :

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.

Adapun beberapa ciri penghasilan yang baik adalah diperoleh dengan jelas dan tidak mengandung ketidakjelasan atau gharar, tidak mengandung riba, bukan merupakan hasil dari spekulasi atau maysir serta tidak didapatkan dari perbuatan jahat. Perlu diingat bahwa penghasilan yang halal akan membawa berkah dalam hidup.

Unduh Aplikasi MAQMUR Untuk Atur Keuangan Syariahmu

Tidak melupakan kewajiban seperti zakat, infaq dan sedekah

Yang paling sering dilakukan oleh sebagian orang adalah melakukan zakat hingga sedekah dengan uang sisa dari penghasilan yang dikurangi pos kebutuhan sehari-hari. Padahal, ada baiknya juga loh kalau melakukan yang sebaliknya yaitu dengan sengaja membuat pos zakat, infaq dan sedekah secara rutin dan bukannya dari uang sisa. Sebab dalam Islam sendiri, zakat adalah rukun islam.

Bahkan, dalam ajaran Islam disebutkan bahwa 2,5 % dari penghasilan yang didapat merupakan hak orang lain. Pun tidak boleh dilupakan juga bahwa zakat, infaq serta sedekah memiliki tujuan untuk mensucikan harta. Karena itu, coba mulai untuk mengatur ulang keuangan kamu dengan membuat pos untuk zakat, infaq dan sedekah.

Tentang berhutang dalam agama Islam

Dalam ajaran Islam sebenarnya hutang adalah sesuatu yang boleh dilakukan namun lebih baik dihindari. Namun tentu saja jika sudah berkomitmen untuk memiliki hutang, maka tidak boleh lalai dalam melunasinya. Sebab jika sudah berhutang, maka wajib hukumnya untuk membayar dan melunasi.

Perkara hutang pernah disebutkan dalam sebuah hadits. Dalam hadits tersebut dinyatakan pentingnya membayar hutang sebelum ajal menjemput. Bunyi hadits tersebut adalah “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR Muslim Nomor 1886). Maka sesuai ajaran Islam melalu hadits tersebut, jangan sampai urusan akhirat seorang muslim terberatkan karena urusan duniawi yang belum terselesaikan seperti hutang.

Perkara waris dan wasiat yang harus dipersiapkan

Dalam ajaran islam melalui surat Al-Baqarah ayat 180 disebutkan mengenai wasiat harta. Ayat tersebut berbunyi, “Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.” Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai pedoman untuk mempersiapkan wasiat berupa harta yang baik dan tidak merugikan bagi yang ditinggalkan.

Jika dikaitkan dengan pengelolaan uang secara syariah, maka sebaiknya seseorang mulai mempersiapkan wasiat harta atau warisan dari penghasilan yang didapat. Jumlahnya memang tak ditentukan, bisa berapa saja yang tidak memberatkan dan pantas. Hal ini bertujuan untuk menghindari konflik di kemudian hari ketika warisan harus dibagikan.

Membuat pos pengeluaran untuk hal-hal yang berkaitan dengan tuntunan Al-quran

Setiap yang memiliki anak maka wajib melakukan aqiqah, setiap yang memiliki harta maka wajib melakukan zakat maal. Selain itu, ada pula qurban di hari raya idul adha serta biaya untuk menunaikan ibadah haji atau umroh. Inilah beberapa contoh yang bisa disebutkan untuk menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan tuntutan al-quran.

Hal-hal di atas ada yang bersifat wajib, ada juga yang sunnah. Namun semuanya bisa dilakukan jika memiliki rejeki berupa uang. Karenanya, penting untuk membuat pos keuangan untuk memenuhi tuntunan tersebut. Sebab demi tercapainya tujuan tersebut, dibutuhkan perencanaan yang matang dan tepat.

Setelah memahami beberapa tips di atas, kamu bisa mulai melakukan perencanaan keuangan secara syariah. Agar makin mudah melakukannya, kamu bisa menggunakan aplikasi Maqmur. Ditambah lagi pada aplikasi ini, tak hanya ibadahmu yang makin tepat waktu karena ada jadwal sholat serta penunjuk arah kiblat, tapi juga semakin rutin membaca alquran dimana saja dengan fitur alquran digital.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021