Ternyata Boleh Berbohong Asal Dalam Kondisi Ini

28 September 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Dalam agama Islam, berbohong merupakan salah satu perilaku yang masuk dalam kategori dosa besar. Ini disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu sabdanya. Ya, Islam memang mengajarkan umatnya untuk selalu bertindak dan berkata jujur. Mengapa? Simak sabda Rasulullah berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda,

Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong. Dan hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring kepada surga. Dan sungguh, jika seseorang berlaku jujur dan terbiasa dalam kejujuran hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang yang jujur.

HR Abu Dawud

Dari hadits di atas disampaikan bahwa berbuat atau berkata bohong dapat menggiring seseorang menuju keburukan. Dimana keburukan tersebut akan membawa mereka ke neraka, yang sangat tidak diidamkan oleh setiap muslim. Pun dikatakan jika berjujur akan membawamu ke tempat yang sebaliknya yakni surga.

Meski begitu, benarkah ada kondisi yang diperbolehkan untuk berbohong?

Ada setidaknya tiga keadaan yang disebut Nabi Muhammad SAW sebagai kondisi dimana seorang muslim boleh berbohong. Tiga keadaan tersebut adalah:

  1. Saat perang dalam jalan Allah (jihad fii sabilillah),
  2. Sedang mengupayakan perdamaian antar sesama muslim, dan
  3. Interaksi suami istri untuk menjaga harmoni rumah tangga.

Untuk keadaan tersebut, ada beberapa hadits yang disebut mendukung pernyataan di atas. Di antaranya:

Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, dari Ummu Kultsum, perempuan tersebut mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Bukanlah seorang pendusta orang yang berusaha mengislahkan (mendamaikan) antara seseorang dengan yang lain sehingga tumbuh kebaikan atau ia jadi berkata baik.

Lebih lanjut, Ummu Kultsum juga menjelaskan,

Saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW membolehkan orang berdusta kecuali dalam tiga hal, yakni dalam perang, mengislahkan (mendamaikan) antara seseorang dengan yang lain, dan suami bercerita kepada istrinya atau sebaliknya–istri kepada suaminya.

Temukan fitur islami di aplikasi MAQMUR. Download sekarang juga!

Salah satu kisah tentang berbohong untuk menjaga keharmonisan rumah tangga salah satunya adalah cerita tentang Ibnu Rawahah. Suatu ketika, sahabat Nabi tersebut bangun dari tidurnya dan menuju kamar budak perempuannya. Ia ingin berhubungan intim dengannya. Tak lama, sang istri terbangun dan kager karena suaminya tidak berada di sampingnya. Ia pun mencari dan menemukan keduanya sedang tidur bersama.

Sang istri yang marah pun mengambil parang di dapur. Pada kesempatan itu, Ibnu Rawahah kembali ke kamarnya. Ia bertanya mengapa istrinya membawa parang. Sang istri pun menjelaskan bahwa dirinya melihat suaminya tidur bersama budah perempuannya. Ia juga mengancam akan menikam dengan parang.

Ibnu Rawahah mengelak dan menyebutkan jika istrinya mungkin salah lihat. Ia pun beralasan, jika dirinya sedang junub pasti tidak boleh membaca al-quran. Sang istri kemudian memintanya untuk membaca al-quran dan Ibnu Rawahah pun mengecohnya dengan membaca syair yang dilagukan seperti bacaan al-quran. Mendengar itu, sang istri percaya bahwa suaminya sedang membaca al-quran.

Esok harinya, Ibnu Rawahah pergi bertemu Nabi dan menceritakan kisah semalam yang ia alami. Rasulullah yang mendengarnya hanya bisa tertawa.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Selain Samawa, Ucapkan Ini Doa Untuk Pengantin Baru 22 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Marak Kabar Perceraian, Ini Doa Rumah Tangga Langgeng 21 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Rasulullah Sunnahkan 7 Hal Ini Saat Bangun Tidur 20 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Bulan Baik Untuk Menikah, Salah Satunya Bulan Ini 19 October 2021