Home » Blog » Tentang Zakat Fitrah, Penerima dan Waktu Terbaik Untuk Melakukannya

Tentang Zakat Fitrah, Penerima dan Waktu Terbaik Untuk Melakukannya

Menjelang hari raya Idul Fitri atau 10 hari terakhir Ramadhan begini, ada dua aktivitas yang pasti dilakukan umat islam. Pertama adalah beribadah malam menghadap arah kiblat serta membaca al-quran digital atau fisik dan menantikan datangnya lailatul qadar, kedua adalah mempersiapkan zakat fitrah. Keduanya sama-sama datang hanya satu kali dalam setahun. Namun zakat fitrah sifatnya wajib bagi umat islam yang sudah memenuhi syarat.

Pengertian zakat fitrah

Sebagaimana dikutip dari Badan amil Zakat Nasional atau Baznas, zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa, baik lelaku dan perempuan muslim, yang dilakukan pada bulan Ramadan hingga Idul Fitri. Karena itu, zakat fitrah juga memiliki nama lain yaitu zakat jiwa.

Fitrah sendiri juga memiiliki makna suci. Oleh karenanya sering kita tahu bahwa melakukan zakat fitrah artinya adalah mensucikan diri setelah melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Selain itu, zakat fitrah juga dimaknai sebagai cara untuk menunjukkan kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan dan dinilai kurang mampu. Zakat fitrah juga diartikan sebagai berbagi kemenangan di hari raya. Hukum zakat ini adalah wajib bagi yang mampu melakukannya. Zakat bisa dibayarkan dalam bentuk uang atau makanan pokok yakni beras.

Cara membayar zakat fitrah

Zakat fitrah ini hukumnya wajib bagi setiap orang yang beragama islam, hidup di bulan Ramadhan dan memiliki kelebihan rezeki. Selain itu, zakat juga dilakukan oleh mereka yang merdeka ataupun budak, anak kecil atau dewasa dan juga laki-laki serta perempuan. Mengenai besaran zakat , dilansir dari Baznas adalah makanan pokok seberas 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah beras, maka zakat fitrah bisa dirupakan dengan beras.

Selain itu, berdasarkan SK Ketua Baznas no.7 tahun 2021 tentang Zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah DKI Jakarta raya dan sekitarnya adalah yang tersebut di atas atau setara dengan Rp40.000 per hari per jiwa. Untuk wilayah lain, bisa menyesuaikan dengan harga beras atau makanan pokok yang ada di wilayah tersebut jika ingin membayar zakat dengan uang tunai.

Hadits tentang zakat fitrah

Perintah mengenai zakat fitrah ini ada dalam hadits Ibnu Umar ra yakni :

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim)

Dari hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa zakat merupakan sesuatu yang wajib untuk umat islam yang memnuhi syarat. Pun disebutkan juga mengenai besaran dari zakat yang harus dibayarkan setiap orangnya. Selain itu, dikatan juga bahwa zakat sebaiknya diberikan selambat-lambatnya sebelum melaksanakan sholat idul fitri.

Kriteria penerima zakat fitrah

Ada setidaknya 8 golongan yang berhak menerima zakat. Mereka adalah sebagaimana disebutkan berikut ini :

  • Fakir (Tidak memiliki apa-apa dan tidak mampu memenuhi kebutuhn hidupnya)
  • Miskin (Memiliki harta namun tak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian)
  • Amil (Petugas yang mengumpulkan dan membagikan zakat)
  • Mualaf (Yang baru saja memeluk agama Islam dan butuh bantuan untuk menguatkan tauhid dan syariah)
  • Riqab (Budak atau hamba sahaya yang ingin merdeka)
  • Gharimin (Mereka yang memiliki hutang untuk kebutuhan hidup)
  • Fisabilillah (Kelompok yang berjuang di jalan Allah, seperti dakwah, jihad dan lainnya)
  • Ibnu sabil (Yang kehabisan biaya dalam perjalanan ketaatan kepada Allah)

Selain itu, ada juga kriteria mustahiq atau fakir miskin menurut pemerintah. Dikutip dari situs Baznas, zakat fitrah bisa diberikan pada mustahiq yang mana di era pandemi seperti ini bisa termasuk mereka yang rentan mengalami kesulitan karena pandemi COVID-19.

Waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah

Ada beberapa pendapat mengenai waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah. Di antaranya dari Imam Syafi’i yang menyebutkan bahwa pembayaran zakat fitrah bisa dilakukan sejak awal bulan Ramadhan. Selain itu, ada juga pendapat dari Imam Malik dan Ahmad yang mengatakan bahwa zakat fitrah bisa dibayarkan satu atau dua hari sebelum Idul Fitri.

Selain itu, ada juga waktu yang berhukum wajib untuk bayar zakat fitrah yaitu saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadhan. Atau waktu sunah yaitu saat sholat subuh sebelum dilaksanakannya sholat Idul fitri. Ada pula waktu makruh yaitu setelah sholat Idul fitri namun sebelum matahari terbenam. Setelah waktu ini, hukumnya haram untuk membayar zakat fitrah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *