Syarat Anak Yatim Yang Berhak Atau Tidak Berhak Menerima Zakat

17 November 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Menurut surat At-Taubah ayat 60 tentang golongan orang-orang yang berhak menerima zakat atau mustahiq, anak yatim tidak termasuk di dalamnya. Meski begitu, mereka bisa menjadi golongan yang berhak menerima zakat jika juga termasuk dalam syarat yang tercantum pada surat tersebut yaitu:

  • Fakir.
  • Miskin.
  • Amil.
  • Mualaf.
  • Hamba sahaya.
  • Orang yang dililit hutang.
  • Orang yang berjuang di jalan Allah.
  • Musafir atau ibnu sabil.

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana

QS At-Taubah: 60

Jika termasuk salah satunya, maka anak yatim tersebut berhak menerima zakat fitrah dan juga zakat penghasilan.

Istimewanya Anak Yatim Dalam Islam

Tahukah kamu bahwa anak yatim memiliki kedudukan yang spesial terutama dalam agama Islam? Buktinya, akan diangkat derajat mereka yang merawat bahkan menanggung kebutuhan anak yatim. Bahkan mereka bisa dekat dengan Rasulullah jika melakukannya. Hal tersebut tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Sahl bin Sa’d:

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti dua jari ini” Rasulullah bersabda dengan isyarat dua jari beliau, yakni jari telunjuk dan jari tengah.

HR al-Bukhari

Syarat Anak Yatim Mendapatkan Zakat

Dalam kitab Kifayah al-Akhyar dijelaskan bagaimana anak yatim bisa dan tidak mendapatkan zakat. Dijelaskan bahwa:

Cabang permasalahan, anak kecil ketika tidak ada orang yang menafkahinya, maka menurut sebagian pendapat (yang lemah) ia tidak boleh diberi zakat, karena sudah tercukupi dengan anggaran dana untuk anak yatim dari harta ghanimah (rampasan). Menurut pendapat ashah (kuat), ia dapat diberi zakat, maka harta zakat diberikan pada pengasuhnya, sebab terkadang tidak ada yang menafkahi anak kecil kecuali dia, dan terkadang pula anak kecil tersebut tidak mendapatkan bagian anggaran dana untuk anak-anak yatim, karena orang tuanya miskin. Aku berkata: “Urusan harta ghanimah di zaman ini sudah tidak ada lagi di berbagai daerah, karena tidak adilnya para penguasa, maka sebaiknya memastikan bolehnya memberikan zakat pada anak yatim, kecuali anak yatim tersebut tergolong nasab mulia (nasab yang bersambung pada Rasulullah) maka tidak boleh untuk memberinya zakat, meskipun ia tercegah dari bagian seperlima dari seperlimanya harta ghanimah menurut qaul shahih. Wallahu a’lam.

Abu Bakar bin Muhammad bin Abdul Mu’min al-Husaini, Kifayah al-Akhyar, Hal 191

Kesimpulannya, anak yatim tidak boleh diberi zakat kecuali termasuk 8 golongan yang disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 60 di atas. Jika diberikan zakat karena termasuk mustahiq, maka harta zakat dititipkan melalui orang yang mengasuh atau wali agar dikelola dengan lebih tepat.

Bagaimana jika anak yatim tersebut tinggal di panti asuhan yang memiliki banyak anak yatim? Jika kebutuhan mereka telah cukup dari donatur, maka zakat tidak diberikan pada mereka. Namun jika masih kurang, maka hukumnya boleh. Dengan syarat diberikan kepada pengelola panti asuhan yang bertindak sebagai wali anak yatim.

Ingin bayar zakat lebih mudah? Pakai fitur Zakat di aplikasi MAQMUR saja yuk! Mudah, praktis dan aman. Download sekarang juga ya!

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Keutamaan Sholat Tepat Waktu dan Tips Melaksanakannya 6 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Pagi Yang Berisi Permintaan Rasulullah 2 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Jangan Membaca Al-qur’an Dengan Niat Berikut Ini 30 November 2021