Strategi Mengatur Keuangan Selama Pandemi COVID-19

23 July 2021

Kurang lebih dua tahun sudah kita hidup menyesuaikan dengan kebiasaan baru karena pandemi COVID-19. Mulai dari harus selalu memakai masker hingga anjuran di rumah saja. Tentu ini berdampak pada banyak hal, salah satunya adalah keuangan. Banyak yang pendapatannya jadi berkurang bahkan kehilangan pekerjaan dan harus banting setir membuka usaha. Alhasil, seseorang harus putar otak untuk mengatur keuangan selama pandemi.

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan strategi dalam mengatur keuangan selama pandemi berlangsung. Hal-hal ini diharapkan bisa membuat keuangan jadi lebih tertata dan aman.

  • Membuat arus keuangan berdasarkan prioritas

Agar arus keuangan tidak berat sebelah atau ada bagian yang terlupakan, penting untuk selalu menyusun berdasarkan skala prioritas. Biasanya untuk pengeluaran, urutan yang mesti diperhatikan adalah kewajiban (tanggungan, cicilan, dll), kebutuhan dan keinginan. Pengeluaran yang sifatnya kewajiban tentu harus didahulukan, kemudian pos untuk kebutuhan bisa diatur sedemikian rupa. Sedangkan untuk pengeluaran yang bersifat keinginan, sebaiknya jumlahnya ditentukan agar tidak terjadi bengkak di tengah perjalanan.

  • Mulai persiapkan dana darurat

Di masa pandemi seperti sekarang ini, kita benar-benar tidak tahu kapan hal buruk bisa terjadi. Bisa saja pada keluarga inti atau keluarga besar. Karenanya, penting untuk mulai mempersiapkan dana darurat. Tujuannya, jika nanti sewaktu-waktu dibutuhkan, kamu tak perlu bingung atau sampai mengganggu pos keuangan lainnya. Untuk besarannya, jika memungkinkan adalah tiga hingga enam kali pengeluaran apabila belum berkeluarga dan minimal 6 kali pengeluaran jika sudah berkeluarga. Bagaimana jika baru memulai buat pos dana darurat? Tiap bulannya sisihkan 10% dari penghasilan untuk pos ini.

BACA JUGA : Apa Instrumen Investasi Syariah Yang Cocok Untuk Persiapan Dana Haji?

  • Atur dan lunasi utang jika memungkinkan

Ada kalanya ketika memiliki pendapatan dengan jumlah tertentu, kita jadi tergoda untuk ambil cicilan. Akhirnya untuk beberapa bulan atau tahun, jadi ada utang yang dibebankan. Jika utang bisa dilunasi dengan uang cadangan, maka lebih baik dilunasi terlebih dahulu. Dan sebaiknya hindari mengambil pinjaman yang berpotensi memberatkan nantinya. Selain itu, atur kembali total utang yang kamu miliki. Idealnya, jumlah utang per bulan tidak boleh melebihi 30-35% penghasilan.

  • Apakah boleh investasi?

Sekarang ini mulai menjamur hal-hal yang berkaitan dengan investasi. Tak ada yang salah jika kamu ingin mencoba, namun pastikan bahwa dana yang kamu gunakan bukanlah dana dari pos-pos penting. Sebaik-baiknya investasi adalah yang menggunakan uang dingin atau uang yang tidak akan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari atau pengeluaran lainnya. Sebab investasi memiliki resiko yang mesti dipelajari. Jika ingin berinvestasi, lebih baik kumpulkan dana khusus investasi terlebih dahulu sambil memperkuat fondasi dasarnya.

Sempurnakan ibadah dengan fitur islami di aplikasi Maqmur. Download sekarang juga!

  • Mengatur ulang pengeluaran

Ada pendapatan, ada pula pengeluaran baik yang tetap maupun tidak tetap. Yang bersifat tetap biasanya dicontohkan dengan biaya cicilan rumah atau kendaraan. Sedang pengeluaran tidak tetap biasanya dicontohkan dengan biaya listrik hingga transportasi. Untuk pengeluaran tidak tetap, di kala keuangan sedang harus sangat dijaga kamu bisa menetapkan besarannya dengan metode rata-rata. Hitung dari pengeluaran selama tiga bulan ke belakang atau lebih kemudian cari rata-ratanya. Nilai yang ditemukan inilah yang bisa kamu pakai sebagai acuan pos pengeluaran tidak tetap.

  • Tidak boros

Tentu saja yang paling dianjurkan dalam mengatur keuangan selama pandemi adalah dengan tidak boros. Mengingat pandemi ini sering kali memberi kejutan berupa pengeluaran tak terduga, ada baiknya jika apapun yang dilakukan dan berhubungan dengan keuangan diatur seefisien mungkin. Kamu bisa membuat aturan keuangan dan menaatinya agar arus finansial tetap terjaga dan aman.

  • Tetap bersedekah

Meski sedang diuji dalam hal keuangan, ada baiknya jika kamu tetap melakukan sedekah. Sebab sedekah baiknya tidak hanya dilakukan ketika sedang dalam keadaan berlebih. Bahkan saat keuangan sedang biasa-biasa saja atau pada batas cukup, kamu tetap disarankan untuk bersedekah.

Itu dia beberapa strategi dalam mengatur keuangan selama pandemi yang bisa kamu terapkan. Semoga satu atau lebih di antaranya bisa berguna untukmu ya.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Lewat Depan Orang Shalat, Apa Hukumnya? 24 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Mengapa Harus Hafal Asmaul Husna? 22 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Tahan Emosi Saat Internet Lemot, Ini Balasan Bagi Orang Sabar 21 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Shalat Sunnah Ba’diyah, Ini Keutamaannya 18 September 2021