Siapa Sajakah Yang Termasuk Penerima Fidyah?

1 May 2021

Ibadah di bulan suci Ramadhan sebenarnya hukumnya wajib untuk dilakukan oleh umat islam. Hal ini tertuang pada ayat suci al-quran pada surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Dari ayat ini sudah jelas perintah Allah SWT bagi umat islam untuk melakukan puasa. Meski begitu, manusia sering kali terbatasi oleh keadaan dimana mereka tidak bisa melakukan puasa.

Mengenai hal ini juga Allah firmankan pada surat Al-Baqarah ayat 184 yaitu “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”  Dimana ada beberapa golongan yang diperbolehkan oleh Allah SWT untuk tidak berpuasa. Namun dijelaskan juga bahwa untuk tiap hari yang ditinggalkan harus diganti di waktu lain.

Golongan orang-orang tersebut menurut ayat di atas adalah :

  • Orang yang sedang sakit
  • Orang yang sedang dalam perjalanan

Dan jika tidak mampu menggantinya dengan berpuasa, orang-orang dalam golongan tersebut dapat menggantinya dengan membayar fidyah. Apa itu fidyah? Siapa saja yang bisa masuk daam kategori penerima fidyah?

Fidyah dan syarat orang yang boleh melakukannya

Fidyah dimaknai sebagai pengganti ibadah puasa bagi yang tidak mampu menebus hutang puasa dengan puasa juga. Tidak semua yang berhutang puasa boleh mengganti dengan membayar fidyah. Ada syarat bagi siapa saja yang boleh membayar hutang puasa dengan fidyah. Adapun syarat-syaratnya :

  • Orang tua renta atau lanjut usia yang terlalu lemah untuk melakukan puasa
  • Orang yang sedang sakit dan memiliki potensi kesembuhan yang sangat kecil
  • Wanita yang sedang hamil atau menyusui
  • Orang yang telah wafat namun memiliki hutang puasa
  • Orang yang qadha puasa tahun lalu diganti setelah bulan puasa tahun ini

Orang-orang yang termasuk dalam golongan di atas memiliki kondisi yang cukup berat dan sangat tidak mungkin atau tidak disarankan jika melakukan puasa pengganti. Sebab itu mereka bisa mengganti ibadah puasa mereka dengan membayar fidyah. Untuk mereka yang tergolong sakit dan tidak bisa berpuasa wajib mengganti di waktu lain sebelum bulan ramadan selanjutnya.

Sudah Download Aplikasi MAQMUR?

Seperti apa fidyah yang harus dibayarkan?

Fidyah pada dasarnya bisa diberikan atau dibayarkan dengan tiga cara :

  • Memberi masakan matang. Baik makanan buatan sendiri maupun pesan dari katering, tidak menjadi masalah jika diniatkan untuk membayar fidyah. Yang terpenting jumlah dari masakan tersebut sama dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits : “Bahwa beliau tidak mampu berpuasa selama setahun lalu beliau membuat satu nampan besar bubur dan mengundang tiga puluh orang miskin dan mengenyangkan mereka. “(HR. Ad-Daruquthni)
  • Bahan makanan. Boleh juga untuk membayar fidyah dengan cara memberikan bahan makanan atau makanan yang belum dimasak. Dengan begitu, penerima fidyah bisa mengolahnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Namun ada baiknya juga jika memberikan lauk pauk.
  • Membayar dengan uang. Meski ada beberapa pendapat yang tidak memperbolehkan, namun menurut KH Arwani Faishal Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Mas’ail PBNU dikutip dari Cermati, “Dengan mengamati definisi dan tujuan fidyah yang merupakan santunan kepada orang miskin, maka boleh memberikan fidyah dalam bentuk uang. Sebab, jika orang miskin tersebut sudah memiliki cukup bahan makanan, maka lebih baik diberikan fidyah dalam bentuk uang agar dapat dipergunakan untuk keperluan lain.”

Cara membayar fidyah untuk penerima

Karena merupakan pengganti ibadah puasa yang ditinggalkan, maka fidyah harus dibayarkan sesuai dengan jumlah hari. Dan untuk membayarnya, ada dua cara yang paling umum dilakukan :

  • Jika meninggalkan 30 hari puasa, maka kamu bisa memberikan 30 porsi makanan kepada 30 orang miskin
  • Atau, memberikan 30 kali makanan untuk 1 orang miskin saja. Sebagaimana yang disebut Imam Nawawi ra, “Boleh saja mengeluarkan fidyah pada satu orang miskin sekaligus. Hal ini tidak ada perselisihan di antara para ulama.”

Penerima fidyah yang paling berhak

Dalam al-quran, tepatnya pada surat al-baqarah ayat 184 telah dituliskan bahwa yang berhak menerima fidyah adalah seorang miskin atau fakir miskin. Fakir dimaknai sebagai mereka yang tak punya pekerjaan dan harta sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Miskin dimaknai sebagai mereka yang punya sedikit harta dan memiliki pekerjaan namun masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Seperti halnya sholat, puasa juga terbagi dalam sifat wajib dan sunnah. Jika puasa yang wajib ditinggalkan, maka wajib dicarikan penggantinya yaitu fidyah.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami