Sholat Jumat 2 Gelombang, Bagaimana Pelaksanaannya?

13 August 2021

Beberapa waktu lalu muncul informasi di media sosial tentang pelaksanaan sholat jumat. Dalam pemberitahuan tersebut dijelaskan sholat jumat dilakukan dengan dibagi menjadi dua gelombang. Sholat jumat 2 gelombang ini ditentukan dengan menggunakan nomor ponsel apakah ganjil atau genap. Benarkah ini?

Asal muasal sholat jumat 2 gelombang

Media sosial kembali ramai karena adanya informasi tentang sholat jumat 2 gelombang. Konon ini adalah imbauan yang dikeluarkan oleh Dewan Masjid Indonesia yang tertuang dalam surat edaran dengan lengkap ditandatangani oleh ketua DMI yaitu Jusuf Kalla. Ternyata, surat edaran ini tidak dikeluarkan baru-baru saja melainkan pada 16 Juni 2020 seperti yang tertera pada surat yang beredar luas.

Dalam edaran ini disebutkan bahwa sholat jumat akan dibagi pada gelombang ganjil genap yang ditentukan dengan angka terakhir pada nomor ponsel. Gelombang pertama diperuntukkan bagi jamaah dengan nomor handphone genap. Sholat dilakukan pada pukul 12:00. Sedangkan gelombang kedua untuk nomor handphone ganjil, sholat dilaksanakan pada pukul 13:00.

Tanggapan mengenai imbauan ini

Viralnya surat edaran ini tentu menuai beragam tanggapan. Ada yang setuju, ada juga yang bingung bagaimana hukumnya. Dilansir dari Republika, MUI mengeluarkan pendapatnya. Melalui Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda menyampaikan bahwa usulan ini termasuk bentuk ijtihad yang dinilai bagus. Sholat jumat 2 gelombang tersebut bisa saja dilakukan namun harus tetap disesuaikan.

Namun kemudian dijelaskan bahwa sebenarnya sholat jumat hanya boleh dilaksanakan satu kali di satu masjid di suatu kawasan. Jika adapun hal yang mendesak atau hajah syar’iyah, maka boleh dibuatkan masjid baru. Dalam hal adanya covid-19, jika jamaah tidak tertampung di dalam masjid maka sholat bisa dilakukan di aula atau tempat lain yang nyaman dan luas.

MUI tolak usulan sholat jumat bergelombang

Melalui Poskota, Ketua MUI, Anwar Abbas menyampaikan penolakan atas imbauan atau usulan tentang sholat jumat 2 gelombang ini. Menurutnya cara ini ribet dan tidak efektif. Anwar mempertanyakan nantinya siapa yang akan mengontrol dan berapa jumlah petugas yang harus turun tangan untuk tugas tersebut.

Pun disebutkan bahwa imbauan ini akan susah dilaksanakan sebab tidak semua jamaah mau diatur berdasarkan ganjil-genap. Selain itu, tidak semua jamaah pula membawa handphone saat datang ke masjid untuk sholat jumat. Anwar juga menyebutkan bahwa sejak awal MUI sudah tidak setuju dengan cara tersebut.

Alternatif selain sholat jumat bergelombang

Beberapa alternatif lain bisa dilakukan selain dengan melaksanakan sholat jumat bergelombang. Pertama, jika masjid tidak cukup untuk menampung banyaknya jamaah maka bisa dipilih tempat yang lebih luas namun nyaman dan memiliki sirkulasi udara yang bagus. Selain itu, jika memang tidak bisa melaksanakan sholat jumat sehingga kewajiban sholatnya gugur, jamaah wajib menggantinya dengan sholat dhuhur di rumah saja.

Sempurnakan ibadah dengan fitur islami di aplikasi Maqmur. Download sekarang juga!

Pandemi covid-19 ini memang mau tidak mau mengubah banyak hal termasuk dalam beribadah juga. Jika biasanya kita bisa dengan leluasa berjamaah di masjid, kini dianjurkan untuk di rumah saja. Meski begitu, semoga hal ini tidak mengurangi semangat kita untuk tetap beribadah. Justru dengan di rumah saja, diharapkan ibadah yang dilakukan bisa lebih khusyu dan tak terlewat satupun.

BACA JUGA : Sholat Tanpa Wudhu, Memang Bisa?

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021