Home » Blog » Sholat Dhuha, Sunnah Dan Wasiat Khusus Rasulullah

Sholat Dhuha, Sunnah Dan Wasiat Khusus Rasulullah

Ada begitu banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan oleh umat islam, salah satunya adalah sholat dhuha. Sholat ini umumnya dilakukan di pagi hari, di antara waktu shubuh dan dhuhur. Jumlah rakaatnya tidak ditentukan namun minimal dua rakaat.

Mengapa seorang muslim sebaiknya melaksanakan sholat dhuha? Sebab meski bersifat sunnah, dhuha punya banyak keutamaan. Sehingga banyak pahala dan manfaat yang bisa didapatkan.

Waktu melaksanakan sholat dhuha

Secara umum, sholat dhuha harus hanya boleh dikerjakan di pagi hari saja. Namun kapan waktu yang paling tepat dan boleh serta dianjurkan? Ada sebuah hadits yang cukup menjelaskan perkara ini. Dalam Hadits Riwayat Muslim disebutkan bahwa ”Sholat awwabin (dhuha) itu ketika sinar matahari sudah menyengat.”

Imam an-Nawawi menyebutkan jika waktu untuk melaksanakan sholat ini adalah ketika matahari terbit sampai waktu datangnya sholat dhuhur. Jika menurut Imam al-Mawardi, waktu terbaik untuk melaksanakannya adalah ketika seperempat siang telah berlalu.

Niat sholat dhuha

Ushalli Sunnatal Dhuha Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa

Artinya: “Aku niat sholat sunah Dhuha dua raka’at, karena Allah ta’ala.”

Tata cara

Untuk melaksanakan sholat dhuha, caranya tidak jauh berbeda dengan ibadah sunnah lainnya. Sholat ini dilaksanakan dua rakaat dengan satu salam. Maka tata caranya adalah sebagai berikut :

  1. Membaca niat dhuha
  2. Takbir
  3. Doa iftitah
  4. Membaca surat al-fatihah
  5. Membaca surat Ad-dhuha
  6. Ruku
  7. I’tidal
  8. Sujud
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua
  11. Berdiri
  12. Membaca surat al-fatihah
  13. Membaca surat As-syams
  14. Ruku
  15. I’tidal
  16. Sujud
  17. Duduk di antara dua sujud
  18. Sujud kedua
  19. Tahiyat akhir
  20. Salam

Instal MAQMUR Untuk Nikmati Fitur Pengingat Sholat

Doa setelah sholat dhuha

Setelah mengakhiri dua rakaat sholat dhuha, kamu bisa melanjutkannya dengan doa. Bacaannya adalah sebagai berikut :

Allahumma innad Dhuha-a Dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi Dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin

Artinya: “Ya Allah, bahwasannya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.”

Keutamaan dan dalilnya

  • Merupakan pesan atau wasiat khusus Rasulullah

” Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” 

  • Diampuni dosa-dosanya

Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

  • Akan dibangunkan rumah di surga

Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634).

  • Pahalanya seperti haji dan umrah

 Barangsiapa melaksanakan shalat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga terbit Matahari, lalu ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.” (HR. Tirmidzi No. 586).

  • Akan Allah cukupkan rezekinya

Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

  • Tanda orang yang taat

“Tidaklah seseorang menjaga sholat sunnah dhuha melainkan ia adalah awwab (orang yang kembali taat). Sholat dhuha ini adalah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah).

SELANJUTNYA : Temukan Arah Kiblat Indonesia Tahun 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *