Serba-Serbi Investasi Syariah Yang Penting Untuk Calon Investor

21 May 2021

Investasi syariah adalah sebuah istilah untuk penanaman modal dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang menggunakan prinsip dan hukum Islam. Dalam pelaksanaannya, investasi syariah memiliki kesamaan dan perbedaan dari investasi konvensional. Apa saja itu? Mari kita bahas lebih dalam.

Perbedaan investasi syariah dan konvensional

Meski sama-sama bernama investasi, ada perbedaan dalam melakukan investasi konvensionan dan syariah. Perbedaan tersebut terletak pada :

  • Tentang perolehan keuntungan

Dengan mengikuti ajaran dan prinsip Islam, artinya keuntungan yang didapat harus bebas dari riba, ghara dan hal lain yang diharamkan. Oleh karenanya, dalam investasi syariah keuntungan akan diperoleh dengan sistem bagi hasil. Sedang pada investasi konvensional, keuntungan diperoleh menggunakan suku bunga.

  • Tahap awal sebelum melakukan investasi

Dalam investasi syariah, ada beberapa akad yang harus dijalankan yaitu akad kerjasama, sewa menyewa atau akad bagi hasil. Semua dilakukan berdasarkan kesepakatan mana yang akan dipilih. Sedangkan pada investasi konvensional, kesepakatan dilakukan tanpa mempertimbangkan tentang aturan halal haramnya.

  • Tujuan investasi

Umumnya orang melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Ini adalah tujuan yang biasa dicapai oleh mereka yang melakukan investasi konvensional. Pada investasi ini, ada tujuan Socially Responsible Investment atau SRI dimana investasi tak hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan tetapi juga untuk kepentingan sosial.

  • Tentang emiten yang ada pada transaksi

Karena menurut pada ajaran Islam, tentu emiten penjual saham yang dimiliki oleh penjual saham harus diperhatikan masalah halal haramnya serta sesuai dengan syarat syariah. Tujuannya agar setiap transaksi bebas dari bunga dan bebas dari manipulasi pasar. Sedangkan pada investasi konvesntional, emiten apa saja bisa dipilih sehingga mungkin terjadi transaksi yang spekulatif dan manipulatif.

  • Aspek pengawasan

Ada lembaga khusus yang ditempatkan untuk mengawasi investasi syariah, namanya adalah Dewan Pengawas Syariah (DPS). Lembaga ini bertugas untuk memastikan pengelolaan reksadana selalu mematuhi prinsip syariah. Meski begitu, sama seperti investasi konvensional, regulasi investasi reksadana tetap menjadi wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator.

Unduh Aplikasi MAQMUR Di Ponselmu

Jenis investasi syariah

Ketika akan melakukan investasi tentu kamu harus mengetahui jenis-jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu. Dalam investasi syariah, ada beberapa produknya yang sudah berbasis prinsip Islam serta sesuai dengan fatwa MUI. Jenis-jenisnya adalah :

  • Saham syariah

Dari situs resmi BEI (Bursa Efek Indonesia) dijelaskan di Indonesia ada dua jenis saham syariah. Yang pertama adalah saham yang sesuai dengan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 Kriteria dan Penerbitan daftar efek Syariah. Yang kedua adalah saham yang sudah oleh emiten atau perusahaan publik syariah dan sesuai dengan peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2015.

Pada investasi ini, tidak ada riba atau bunga karena dilarang dalam ajaran Islam. Namun, sama seperti saham pada umumnya, tingkat resiko pada investasi saham syariah setara dengan peluang keuntungannya.

  • Reksadana syariah

Pada dasarnya, reksadana syariah terbilang sama dengan reksadana konvensional. Hanya saja, pada reksadana syariah terdapat akad serta cara pengelolaan dan portofolio yang sejalan dengan prinsip syariah. Segala aktivitas investasi reksadana syariah juga tidak boleh bertentangan dengan peraturan OJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

Jika kamu adalah investor pemula, baik untuk investasi syariah atau tidak, reksadana adalah pilihan yang cocok. Sebab reksadana memiliki resiko yang lebih rendah serta bisa dimulai dengan modal yang tidak terlalu tinggi. Bahkan sekarang ini kamu bisa kok berinvestasi reksadana dengan uang Rp100.000 saja.

  • Deposito syariah

Dalam definisi sederhana, deposito syariah memiliki prinsip seperti tabungan berjangka. Kamu bisa menyimpan dana yang akan dikelola oleh pihak bank dengan batasan tertentu. Sama seperti deposito pada umumnya, kamu juga akan mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang sesuai dengan kesepakatan.

Perbedaan deposito syariah dan deposit konvensional adalah dalam perihal memperoleh keuntungan. Deposito syariah memakai akad mudhabarah dan nisbah atau sistem bagi hasil dari investasi produk usaha yang halal. Sedangkan deposito konvensional keuntungan diperoleh dari bunga.

  • Sukuk

Sukuk adalah instrumen investasi yang ditawarkan oleh pemerintah untuk tiap individu WNI. Dalam pengelolaannya, sukuk sudah diatur berdasarkan prinsip syariah serta dinyatakan syariah oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Untuk penerbitan sukuk, ada akad wakalah dan ijarah.

Jika kamu memilih untuk melakukan investasi sukuk, maka kamu tidak hanya berinvestasi dengan prinsip syariah saja. Tapi sukuk ini juga turut berperan dalam pembangunan Indonesia.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021