Sejarah Tahun Baru Islam, Awal Hijrah Rasulullah

6 August 2021

Sebagai umat Islam, kamu tentu tahu dong kalau sekarang ini adalah bulan terakhir menurut kalender penanggalan islam? Ini artinya dalam beberapa waktu ke depan, kita akan menyambut datangnya Tahun Baru Islam. Ketika tahun berganti biasanya seluruh muslim akan mengadakan perayaan. Tapi, kamu sudah tahu belum bagaimana sejarah tahun baru islam itu sendiri?

Sebelumnya, kamu wajib tahu bahwa sama seperti penanggalan Masehi yang umum digunakan, penanggalan Hijriah juga memiliki 12 bulan di dalamnya. Ini sesuai dengan yang ada pada firman Allah yakni surat At-Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa,”

Bagaimana awal sejarah tahun baru Islam?

Sebelum memakai kalender Hijriah, umat Islam selalu menggunakan peristiwa penting sebagai tanda momen bersejarah. Misalnya Am al-Fil adalah tahun ketika Nabi Muhammad SAW lahir. Baru ketika masa kepemimpinan Khalifa Umar bin Khattab, sebuah ketidaknyamanan atas penanggalan muncul. Ini datang dari petugas pemerintahan di Basrah (Irak) bernama Abu Musa Al-Ash’ari. Beliau merasa penanggalan surat yang diterima sangat minim konsistensi.

Abu Musa Al-Ash’ari kemudian meminta Khalifah Umar untuk membuat sebuah sistem sebagai solusi dari masalah tersebut. Akhirnya, dengan anggota pemerintahan yang lahir Khalifak Umar mendiskusikannya. Ada beberapa saran yang muncul kala itu. Di antaranya tentang penanda awal kalender, ada yang memilih momen kelahiran Nabi ada juga yang ingin menjadikan momen kematian Nabi sebagai patokan.

Khalifah Umar kemudian bertanya pada Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Mereka lantas setuju untuk menjadikan waktu hijrah sebagai penanda awal kalender islam. Dengan keputusan tersebut, maka 622 Masehi diputuskan sebagai tahun pertama Kalender Hijriah.

Keutamaan bulan Muharram, bulan pertama di kalender penanggalan hijriah

Sama seperti bulan-bulan di kalender penanggalan hijriah lainnya, Muharram juga memiliki keutamaan atau keistimewaan. Di antaranya dijelaskan secara langsung dalam hadits-hadits berikut ini:

  • Termasuk bulan haram

“Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits di atas, bulan Muharram disebutkan sebagai salah satu bulan haram. Apakah itu? Dirangkum dari berbagai sumber, bulan haram merupakan waktu yang diagungkan dan dimuliakan. Pada bulan-bulan ini, umat Islam diharapkan tidak berbuat maksiat atau dosa karena ini merupakan waktu yang mulia.

  • Termasuk waktu terbaik untuk melakukan puasa

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)

Selain bulan Ramadhan, Muharam juga termasuk waktu yang paling baik untuk melakukan ibadah puasa. Karena itu, sebisa mungkin kamu memperbanyak puasa di bulan Muharam. Terlebih di bulan ini terdapat puasa hari Asyura yang dilaksanakan di 10 Muharam. Keutamaan dari puasa ini adalah pengampunan dosa setahun yang lalu.

  • Melaksanakan puasa asyura bisa hapus dosa setahun

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).

Jika di bulan dzulhijah ada puasa arafah yang diyakini bisa menghapus dosa setahun lalu, di bulan Muharam juga terdapat puasa serupa yaitu Asyura. Puasa ini dilakukan di 10 Muharam, meski sunnah dilakukan di 9 Muharam juga menurut Nabi Muhammad. Jadi kamu bisa melaksanakan puasa ini pada 9-10 Muharam atau hanya pada 10 Muharam saja.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021