Sedang Haid Apakah Boleh Pegang Al-quran Terjemahan?

28 October 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dalam Islam, wanita yang sedang haid atau masa nifas tidak boleh melakukan shalat dan juga puasa. Selain itu, mereka juga tidak diperkenankan menyentuh kitab suci al-quran. Sebab, al-quran adalah kitab suci dimana mereka yang menyentuh atau memegangnya mesti dalam keadaan yang suci pula. Lalu, apakah hukum serupa juga berlaku untuk al-quran terjemahan?

Sebelum membahas tentang hal tersebut, perlu diketahui bahwa memegang kitab suci ada adabnya. Pertama, seseorang tersebut mesti dalam keadaan suci. Maksudnya, orang tersebut harus berwudhu terlebih dahulu. Kemudian, ada juga adab untuk membaca taawudz dan duduk dalam posisi yang bagus. Mengapa melakukan adab ini penting saat membaca al-quran? Sebab, ketika membaca al-quran, kita semestinya memberi kesan bahwa Allah sedang memberikan firmannya secara langsung pada kita. Pun agar ayat-ayat yang dibaca bisa merasuk ke dalam hati.

Nah dari adab ini sendiri kita jadi tahu bahwa wanita haid atau dalam keadaan tidak suci dilarang menyentuh al-quran. Namun mereka tetap diperkenankan untuk membaca. Dimana Buya Yahya pada Liputan6 mengatakan bahwa membaca di sini maksudnya adalah mengulang hafalan surat. Maka hal tersebut diperbolehkan.

Kemudian, apakah meski al-quran yang dipegang merupakan versi terjemahan, seorang wanita yang sedang haid tetap tidak boleh menyentuhnya? Untuk memahami hal ini, kita mesti paham dulu tentang perbedaan mushaf al-quran dan kitab tafsir. Al-quranterjemahan bisa dikatakan sebagai kitab tafsir dimana di dalam kitab ini isinya adalah penjelasan tentang makna serta kandungan dari al-quran tersebut. Kitab ini bisa menggunakan bahasa Arab atau lainnya, meski dicantumkan juga ayat-ayat aslinya.

Untuk mushaf al-quran, tentu ada aturan yang diberlakukan khusus termasuk dalam perihal menyentuhnya. Aturan-aturan tersebut tidak berlaku pada kitab tafsir. Sehingga menurut jumhur ulama, mereka yang sedang berhadats seperti wanita haid boleh menyentuh kitab tafsir, termasuk membawa dan mempelajarinya.

Selain itu, Syafi’iyah menyebutkan juga bahwa boleh menyentuh kitab tafsir jika tulisan tafsirnya lebih banyak daripada teks al-quran itu sendiri. Meski ada juga pendapat berbeda dari Hanafiyah yang tetap mewajibkan wudhu sebelum menyentuh kitab tafsir atau terjemahan.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Keutamaan Sholat Tepat Waktu dan Tips Melaksanakannya 6 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Pagi Yang Berisi Permintaan Rasulullah 2 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Jangan Membaca Al-qur’an Dengan Niat Berikut Ini 30 November 2021