Puasa Ayyamul Bidh Bolehkah Dilakukan di Bulan Syawal?

18 May 2021

Dalam ajaran agama Islam, ada ibadah dan amalan yang sifatnya wajib dan sunnah. Ibadah yang bersifat wajib di antaranya adalah sholat, zakat, puasa dan haji untuk yang mampu. Sedang untuk ibadah sunnah ada sholat sunnah, puasa sunnah, berdzikir, silaturahmi dan lainnya. Kali ini, mari kita bahas lebih dalam mengenai puasa sunnah.

Amalan sunnah ada banyak sekali macamnya, salah satu yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW adalah berpuasa Ayyamul Bidh. Puasa ini terbilang sebagai puasa tahunan dengan ganjaran pahala sepuluh kali lipat. Wah, siapa yang tak mau? Karena itu, ayo kita cari tahu lebih lanjut mengenai puasa ini.

Arti Puasa Ayyamul Bidh

Pada dasarnya, berpuasa ayyamul bidh adalah ibadah yang dikerjakan di pertengahan bulan . Biasanya, puasa ini ditunaikan pada tanggal 13 hingga 15 pada setiap bulannya. Sebab bagi siapa yang melakukan puasa pada tanggal-tanggal tersebut akan mendapatkan keutamaannya. Meski begitu, sebenarnya setiap muslim memang diperintahkan untuk berpuasa selama minimal 3 hari setiap bulannya, dengan pilihan hari yang bebas. Tapi dianjurkan untuk melakukan di tanggal-tanggal tersebut karena ada keutamaan yang bisa diraih.

Asal-usul Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul bidh memiliki arti hari-hari putih. Mengapa disebut begitu? Ternyata karena waktu pelaksanaan puasa ini adalah ketika bulan sedang terang-terangnya. Puasa ini juga punya kisah loh. Menurut kitab Umdatul Qari Syarah Shahihul Bukhari, puasa ini mendapatkan namanya karena berkaitan dengan momen Nabi Adam turun ke bumi.

Disebutkan bahwa ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi, tubuhnya gosong karena terbakar oleh matahari. Allah SWT kemudian menurunkan wahyu kepada Nabi Adam untuk melaksanakan puasa selama tiga hari. Keajaiban terjadi setelah Nabi Adam menunaikan puasa selama tiga hari. Saat hari pertama puasa, sepertiga badan Nabi Adam menjadi putih. Di hari kedua, dua pertiga badannya menjadi putih. Dan di hari ketiga, seluruh badan Nabi Adam menjadi putih sempurna. Tak heran kalau berpuasa Ayyamul bidh ini diartikan sebagai berpuasa hari-hari putih.

Unduh Aplikasi MAQMUR Di Ponselmu Sekarang Juga

Bacaan niat

Seperti ibadah lainnya, untuk melakukan puasa ayyamul bidh kamu harus mengawalinya dengan bacaan niat terlebih dahulu. Niat ini bisa dibaca di malam sebelum kamu melaksanakan puasa keesokan harinya. Adapun bacaannya sebagai berikut :

Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta’ala

Artinya: Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta’ala.

Manfaat Berpuasa Ayyamul Bidh

Meski bersifat sunnah, pahala puasa ayyamul bidh ini sangat istimewa. Bahkan Nabi Muhammad SAW menjadikan puasa ini sebagai kebiasaan. Beliau juga memberikan nasihat kepada sahabatnya untuk melakukan amalan ini. Sebab pahala puasa ini bagai puasa setahun, sebagaimana yang tertuang dalam hadits berikut :

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

Selain ganjaran pahala, puasa selama tiga hari atau ayyamul bidh ini juga memiliki manfaat lain yaitu :

  • Mengeluarkan racun-racun dari tubuh
  • Meningkatkan sistem imun tubuh
  • Meringankan kerja sistem pencernaan
  • Membuat umur jadi lebih panjang

Jika sudah ibadah Syawal, bolehkah Puasa Ayyamul Bidh?

Pada bulan syawal, umat islam disunnahkan untuk melakukan puasa syawal. Puasa ini dilakukan selama enam hari setelah tanggal 1 syawal. Nah, kalau sudah berpuasa selama enam hari apakah boleh jika ditambah dengan puasa tiga hari atau ayyamul bidh? Jawabannya adalah boleh. Tidak ada dalil atau hadits yang melarang seseorang untuk melakukan puasa syawal, berpuasa ayyamul bidh dan berpuasa senin kamis di bulan yang sama. Semuanya bisa dilakukan dengan perhitungan ganjaran pahala masing-masing.

Hadits mengenai puasa ayyamul bidh

Demi makin mendalami pengetahuan tentang berpuasa ayyamul bidh, mari kita baca hadits-hadits mengenai puasa ini. Berikut adalah kumpulan hadits mengenai puasa tiga hari di pertengahan bulan ini :

  • Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)
  • Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan puasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya”. Ia pun bertanya pada ‘Aisyah, “Pada hari apa beliau berpuasa?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak memperhatikan pada hari apa beliau berpuasa dalam sebulan.” (HR. Muslim no. 1160).
  • Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

BACA JUGA : Arah Kiblat Indonesia Tahun 2021

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021