Puasa Arafah, Waktu Pelaksanaan Hingga Keutamaannya

6 July 2021

Sebentar lagi idul adha 1442 h akan kita rayakan. Ini artinya hari raya kurban akan segera datang. Dalam rangka menyambutnya, ada beberapa ibadah yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah puasa arafah. Puasa ini termasuk salah satu puasa sunnah yang dilakukan sebelum hari raya idul adha tiba. Apakah kamu sudah selalu melaksanakan puasa sunnah ini?

Mengenai Puasa Arafah

Puasa arafah merupakan ibadah sunnah yang dilakukan di tanggal 9 Dzulhijjah menurut kalender penanggalan islam. Ibadah ini bertepatan dengan wukufnya jamaah haji yang ada di Arafah. Puasa ini memiliki hukum sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan untuk dilakukan terutama bagi umat islam yang sedang tidak beribadah haji.

Sedangkan untuk mereka yang tengah ibadah haji, hukumnya tidak boleh melakukan puasa arafah. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah, “Rasulullah SAW melarang puasa hari arafah di arafah.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

Bacaan Niat Puasa Arafah

Nawaitu Shauma Ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat pasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT”.

Sebagaimana puasa pada umumnya, niat bisa diucapkan pada malam hari sebelum melaksanakan puasa atau ketika sahur atau pagi hari.

Tata Cara Pelaksanaan Puasa

Sebagaimana puasa pada umumnya, tata cara untuk melaksanakan ibadah sunnah ini terdiri dari :

  • Membaca niat
  • Makan sahur
  • Tidak mendekatkan diri dari hal yang membatalkan puasa
  • Berbuka

Jadwal Puasa Arafah Untuk Tahun 2021

Secara umum puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini ternyata ada kaitannya dengan kisah Nabi Ibrahim AS. Untuk Idul Adha 1442 H ini, 9 Dzulhijjah jatuh pada hari Senin 19 Juli 2021. Oleh karena itu, jika ingin melaksanakan puasa sunnah sebelum idul adha ini, kamu bisa melaksanakannya pada hari tersebut ya.

Aplikasi MAQMUR Berikan Fitur Islami Terlengkap Sesuai Kebutuhanmu

Keutamaan Ibadah Di 9 Dzulhijjah

  • Menghapus doa selama dua tahun

Berbekal sebuah hadits, diketahui bahwa puasa sunnah ini bisa menghapus dosa yang ada di tahun sebelumnya dan tahun sesudah puasa dilakukan. “Puasa hari arafah menghapuskan doa dua tahun yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa asyura menghapuskan dosa tahun sebelumnya.”

  • Dicintai oleh Allah SWT

Pelaksanaan puasa arafah termasuk dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini merupakan waktu-waktu istimewa bagi umat islam sebab Allah sangat mencintai mereka yang mengerjakan amal sholeh di hari tersebut. “Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Imam Bukhori).

Kisah Nabi Ibrahim

Suatu ketika, Nabi Ibrahim diasingkan dan terpisah dari anak serta istrinya. Dalam pengasingan tersebut, ia diberi mimpi tentang perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya. Mimpi tersebut muncul pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah dan membuat Nabi Ibrahim cemas setiap saat. Di satu sisi, ia tak mungkin melanggar perintah Allah SWT. Di sisi lain, bagaimanapun ia adalah seorang ayah yang tak akan tega jika harus menyembelih darah dagingnya sendiri. Saat itu, Nabi Ismail AS sudah berusia remaja.

Di malam kedelapan itu, Nabi Ibrahim bermimpi seolah ada yang memberitahunya “Sungguh Allah memerintahkanmu untuk menyembelih anakmu.” Karena keimanan dan ketakwaannya pada Allah, dengan ikhlas Nabi Ibrahim pun akhirnya melakukan apa yang telah diperintahkan. Meski kemudian, atas izin Allah, Nabi Ismail kemudian digantikan dengan seekor hewan. Hingga kejadian ini kemudian kini dinamakan hari raya kurban.

BACA JUGA : Edaran Kemenag Tentang Idul Adha Saat PPKM Darurat