Nisfu Syaban

30 April 2021

Berdasarkan kalender Islam, Syaban merupakan bulan ke-8, berada tepat di antara Rajab dan Ramadan. Bulan Syaban menjadi momen di mana umat Muslim mempersiapkan diri sebelum memasuki Ramadhan. Pada bulan Syaban juga diserahkan catatan amal ibadah manusia kepada Allah SWT. 

Begitu istimewanya bulan ini, diketahui Rasulullah SAW selalu memperbanyak berpuasa pada bulan Syaban. Hal ini tertuang dalam Hadist Riwayat Muslim. Dikatakan oleh Aisyah RA,

Adalah Rasulullah SAW berpuasa sehingga kami mengatakan bahwa Beliau tidak berbuka dan Beliau berbuka sehingga kami mengatakan bahwa Beliau tidak berpuasa. Dan tidak pernah saya melihat Beliau lebih banyak berpuasa dalam sebulan yang lebih banyak daripada bulan Syaban,

Dari total 30 malam, ada satu malam yang sangat istimewa, yaitu pada pertengahan bulan atau yang biasa dikenal dengan Nisfu Syaban. Nisfu secara Bahasa berarti pertengahan. Sehingga Nisfu Syaban  bisa dipahami sebagai pertengahan bulan Syaban. Pada malam ini, Allah SWT menjanjikan ampunan dan pahala yang sebesar-besarnya bagi umat Muslim yang beribadah.

Perubahan arah kiblat pada malam Nisfu Syaban

Pada hari Selasa di bulan Syaban, tepatnya pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memerintahkan Muhammad SAW untuk memindahkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Hal ini dilakukan untuk membedakan dengan arah kiblat Yahudi. 

Muhammad SAW telah menantikan peristiwa ini, seperti yang dituliskan dalam Surah Al Baqarah ayat 144, Nabi Muhammad SAW selalu mengadah ke langit untuk menunggu datangnya wahyu ini. 

Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.

QS al-Baqarah: 144

Doa khusus di malam Nisfu Syaban

"Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal kha’ifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa‘idan marzuqan muwaffaqan lil khairat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin."

Artinya: 

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ 

Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Amalan di malam Nisfu Syaban 

Shalat Malam

Dikisahkan dalam Hadits Riwayat Al-Albaijaqi dari Ala bin Haris, Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan shalat ketika malam Nisfu Syaban dan melakukan sujud yang begitu lama, sampai Aisyah ra mengira Nabi Muhammad SAW meninggal dalam sujudnya. 

Melakukan shalat malam sangat dianjurkan pada malam Nisfu Syaban, karena sangat istimewanya malam ini. Jangan lupa untuk berdzikir juga setelah shalat.

Perbanyak Istighfar dan Berdoa

Karena pada malam ini seluruh amal ibadah manusia dilaporkan kepada Allah SWT, maka sebaiknya kita memperbanyak memohon ampunan dan berdoa. 

Berpuasa Pada Siang Harinya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Nabi Muhammad SAW memperbanyak berpuasa di bulan Syaban. Untuk itu, kita juga harus mengikuti sunnahnya. Berikut adalah niat puasa sunnah Syaban:

“Nawaitu sauma syahri syahban sunnatan lillahi ta'ala”

Artinya:

“Saya niat puasa bulan syaban sunnah karena Allah ta’ala”.

Puasa ini bisa juga dijadikan sebagai latihan sebelum benar-benar masuk ke bulan suci Ramadan.

Aplikasi MAQMUR hadir menemani hari-hari kita dalam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan fitur Islami berupa Pengingat Shalat, Alquran Digital, Penunjuk Arah Qiblat, dan Jurnal Ibadah. Selain itu, aplikasi MAQMUR juga mengatur transaksi keuangan sesuai prinsip syariah untuk membayar zakat dan bersedekah. Jangan lupa install aplikasi MAQMUR dan menjadi bagian dari kami untuk Hijrah bersama Aplikasi Muslim MAQMUR. Download sekarang di Google Play.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami