Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Tata Cara Melakukannya

22 April 2021

Berpuasa menjadi ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam ketika bulan Ramadhan tiba. Meski begitu ada beberapa orang yang bisa dikategorikan sebagai yang diperbolehkan tidak berpuasa. Mereka yang tidak berpuasa dan ingin menggantinya bisa melakukan puasa di luar bulan Ramadhan yaitu puasa qadha Misalnya wanita yang sedang haid atau nifas, mereka yang sedang sakit, ibu hamil atau menyusui, dan mereka yang sedang dalam perjalanan. Dengan alasan tersebut, seseorang tersebut boleh tidak melakukan puasa namun harus menggantinya sesuai dengan aturan yang ada. 

Dalam agama Islam, mereka yang tidak berpuasa dan ingin menggantinya bisa melakukan puasa di luar bulan Ramadhan yaitu puasa qadha. Berikut ini mari kita cari lebih dalam tentang apa itu puasa qadha serta bagaimana niatnya. 

Apa itu puasa qadha? 

Puasa qadha atau bisa juga disebut dengan puasa ganti dilakukan untuk mengganti hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan. Puasa ini dilakukan di luar waktu Ramadhan dengan sejumlah puasa yang ditinggalkan. Adapun firman Allah mengenai penggantian puasa ini tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 184 : 

Artinya, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Dari ayat ini diketahui bahwa yang wajib mengganti puasa adalah wanita haid, mereka yang sedang sakit dan mereka yang sedang melakukan perjalanan. Orang berusia lanjut, wanita hamil atau menyusui yang tidak berpuasa diharapkan menggantinya dengan fidyah.

Bagaimana niat puasa qadha ramadhan? 

Segala hal baik seyogyanya dilakukan dan diawali dengan niat. Termasuk juga puasa qadha, kamu bisa membaca niat terlebih dahulu sebelum melakukannya. Adapun niat yang bisa dibaca sebagai berikut : 

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha ’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta ‘ala.

Artinya, aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.

Sama seperti niat puasa ramadhan, niat qadha ramadhan juga sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa demi mencegah hal seperti lupa. 

INSTALL Maqmur Aplikasi Muslim Kiblat, Azan, Quran & Zakat

Adakah waktu yang dilarang untuk berpuasa qadha? 

Anggap saja bahwa qadha sama seperti hutang, yang harus segera dibayarkan agar tidak menjadi beban. Seperti yang sering dikatakan di atas, qadha dilakukan di waktu-waktu luar Ramadhan. Rasanya tidak ada hari yang dinilai sebagai hari yang buruk untuk berpuasa, namun ada beberapa hari yang hukumnya tidak boleh untuk melakukan puasa, seperti : 

  • Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 
  • Hari Raya Iduladha atau 10 Zulhijah
  • Hari Tasyrik atau 11, 12, 13 bulan Zulhijah
  • Hari Syak atau 30 Sya’ban. Alasannya karena hari terakhir di bulan Sya’ban ini bersifat meragukan. Bisa terhitung sebagai awal bulan Ramadhan namun kepastiannya tergantung pada nampaknya hilal. Namun, hukumnya boleh dilakukan hanya jika hari 30 Sya’ban ini jatuh di hari Senin atau Kamis dan kamu memang sedang melakukan puasa di hari Senin atau Kamis. 
  • Hari Jumat saja. Jika melakukan puasa di hari jumat saja, tidak diperbolehkan. Kecuali hari sebelum dan sesudahnya kamu juga melakukan puasa. 

Pendapat mengenai tata cara melakukan puasa qadha

Ada beberapa pendapat mengenai tata cara melakukan qadha, di antaranya sebagai berikut : 

  • Bisa dilakukan kapan saja 

“Kewajiban meng-qadha puasa Ramadhan adalah kewajiban yang lapang waktunya tanpa ada batasan tertentu, walaupun sudah masuk Ramadhan berikutnya.”

Ini tertuliskan oleh Imam Abu Hanifah dalam kitab Al-Jami’ li Ahkam Ash-Shiyam. 

  • Dilakukan setelah puasa sunnah

Makruh hukumnya untuk melakukan puasa sunnah terlebih dahulu daripada qadha. Puasa sunnah yang dimaksud ialah puasa Syawal, puasa senin kamis, puasa Daud, Asyura dan lainnya. 

  • Harus dilakukan berurutan atau tidak?

Belum ada hadits yang mengatakan bahwa qadha harus dilakukan secara berurutan. Sedangkan terdapat sebuah hadits yang menyatakan sebagai berikut : “Qadha (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan.” (HR. Daruquthni)

Itu dia sedikit rangkuman mengenai puasa qadha, niat serta waktu-waktu yang dilarang dan diperbolehkan. Semoga penjelasan di atas bisa membuatmu memahami puasa qadha. Selamat menunaikan ibadah puasa!

BACA JUGA : Manfaat Membaca Al quran, Baik Fisik Maupun Al quran Digital

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021