Mudik Lebaran 2021, Ini Info Terbaru yang Harus Kamu Tahu

25 April 2021

Menjelang akhir Ramadhan, di Indonesia biasanya akan ada tradisi mudik lebaran. Ini merupakan aktivitas pulang ke kampung halaman untuk silaturahmi ke keluarga besar dan sanak saudara. Mudik biasanya sudah mulai dilakukan di tujuh hari menjelang hari raya Idul Fitri. Tapi nampaknya akan ada yang berbeda dengan mudik lebaran 2021. Ini sudah menjadi  tahun kedua pemerintah mengeluarkan larangan untuk mudik demi menekan angka penyebaran virus COVID-19. 

Tahun lalu, pemerintah melakukan skema pemberhentian moda transportasi darat, air dan udara dengan batas waktu tertentu. Namun larangan ini hanya berlaku untuk wilayah Jabodetabek, wilayah yang berstatus PSBB dan wilayah yang termasuk zona merah. Pada tahun tersebut juga, bahkan ada sanksi untuk mereka yang melanggar dan keukeuh melakukan mudik. Sanksi paling ringan adalah pemudik dipersilahkan putar balik dan tidak melanjutkan perjalanannya. Sedang sanksi yang paling berat adalah denda hingga Rp100 juta, sesuai dengan Undang-undang no 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 93. Lantas bagaimana dengan mudik lebaran tahun 2021?

Mudik Tak Hanya Ditiadakan Tapi Juga Diperketat

Sebelumnya, telah diumumkan bahwa untuk lebaran tahun 2021 mudik akan ditiadakan. Dalam periode 6 hingga 17 Mei 2021 masyarakat tidak boleh sama sekali melakukan mudik ke kampung halaman. Adapun yang diperbolehkan melakukan mudik atau mobilitas adalah mereka yang memiliki tujuan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal, ibu hamil dengan kepentingan persalinan. Pun mereka yang termasuk dalam golongan diperbolehkan ini harus membawa dokumen tertentu. Seperti tes RT-PCR atau Rapid Antigen 2 x 24 jam sebelum perjalanan dan Genose C-19 di H-1 keberangkatan. 

Namun aturan ini kemudian diubah. Tak hanya ada peniadaan mudik saja namun juga pengetatan mudik. Ini dilakukan karena adanya kemungkinan masyarakat akan melakukan mudik di periode sebelum dan sesudah masa mudik (6 hingga 17 Mei 2021). Ditambah lagi, adanya lonjakan kasus seperti yang terjadi di India turut menjadi latar belakang mengapa ada aturan pengetatan mudik ini. 

Tentang Aturan Pengetatan Mudik Lebaran 2021

Dalam aturan pengetatan mudik, masyarakat boleh melakukan mudik namun harus membawa serta dokumen pelengkap. Jika kamu sudah berbekal hasil negatif tes PCR atau rapid Antigen maksimal 1 x 24 jam atau hasil negatif Genose C-19 sebelum keberangkatan, maka kamu diperbolehkan melakukan perjalanan. Periode untuk pengetatan mudik ini terbagi menjadi dua yaitu pra mudik atau 22 April hingga 5 Mei 2021 dan pasca mudik atau 18 sampai 24 Mei 2021. Selama periode tersebut, kamu boleh melakukan perjalanan jika memenuhi syarat. 

Sedangkan pada periode mudik atau 6 hingga 17 Mei 2021, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas mudik atau pulang kampung sama sekali. Adapun perjalanan yang diperbolehkan adalah kendaraan distribusi logistik dan mereka yang melakukan perjalanan karena kepentingan nonmudik serta mendesak. Yang dapat digolongkan ke kategori kedua adalah perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal, ibu hamil dengan satu anggota keluarga, kepentingan persalinan dan kepentingan lain yang sudah memiliki surat keterangan dari Kepala Desa atau Lurah. Hal ini sudah dicantumkan dalam addendum Surat Edaran yang berlaku mulai 22 April hingga 24 Mei 2021. 

Persiapan Polri Untuk Menyukseskan Larangan Mudik Lebaran 2021

Sama seperti tahun sebelumnya, pihak kepolisian juga turut mendukung upaya meminimalkan angka mudik lebaran. Di tahun ini, pihak kepolisian menyebutkan siap menggelar Operasi Ketupa pada periode pra mudik hingga pasca mudik. Dalam operasi tersebut, 171.457 personel gabungan akan diturunkan di 92.598 lokasi sasaran yang menjadi tujuan mudik, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Selain itu, pos penyekatan juga akan disiapkan di 333 lokasi yang dimulai dari Lampung hingga Bali. Pos-pos ini dibuat dengan tujuan sebagai check point. Kendaraan yang melintasi pos-pos ini akan diperiksa secara administratif berupa dokumen penunjang perjalanan. Di titik penyekatan ini nantinya akan dilengkapi juga dengan ambulans dan alat protokol kesehatan. Aturan ini nantinya akan berlaku juga di bandara, pelabuhan dan terminal. 

Adanya peniadaan dan pengetatan mudik lebaran ini tentu membuat sebagian besar dari kamu merasa sedih dan kecewa. Lagi-lagi melewatkan hari raya Idul Fitri jauh dari keluarga. Namun, mari bersikap sabar dan ikhlas sebab ini dilakukan demi kepentingan bersama. Tak apa berlebaran masih berjauhan, asal tetap saling memaafkan.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021