Menjelang Puasa 2021, Ketahui Hukum Bayar Hutang Puasa

6 April 2021

Puasa 2021 tinggal menghitung hari, sudahkah kamu melunasi hutang puasa yang kamu miliki? Tahu tidak apa hukum bayar hutang puasa? Kalau belum, ini adalah waktu yang baik untuk segera melakukan puasa untuk membayar hutangmu. Bagi umat Islam, puasa Ramadhan hukumnya wajib sehingga siapapun yang sudah mencapai usia baligh diwajibkan melakukan ibadah puasa. Meski begitu, ada juga golongan orang yang diperkecualikan dengan kondisi tertentu dan bisa tidak berpuasa di bulan Ramadhan.

Mereka kemudian diwajibkan membayar hutang puasa tersebut di waktu lain. Atau ada juga untuk golongan tertentu yang dibayarkan dengan cara yang lain. Mereka yang termasuk golongan diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan ini ada beragam. Di antaranya tercantum dalam penjelasan di bawah ini beserta bagaimana cara membayar hutang puasanya. Simak rangkumannya berikut ini:

Start the practice of self-control with some penance; begin with fasting.

Mahavira

Baca: 5 Rekomendasi Resolusi Tahun Baru Islam untuk Kamu

Orang yang Sedang Sakit

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185,

Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Dari penggalan ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa mereka yang sedang sakit dan bila puasa bisa memperparah keadaannya, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Mereka ini kemudian wajib hukumnya untuk membayar hutang puasa di hari lain di luar bulan Ramadhan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.

Orang yang Termasuk Golongan Musafir

Dalam ayat di atas juga disebutkan bahwa mereka yang sedang dalam perjalanan, maka diperbolehkan untuk berbuka. Mereka yang sedang dalam perjalanan ini disebut juga sebagai musafir. Namun ada aturan seseorang disebut sebagai musafir dan boleh membatalkan puasa, yaitu jarak perjalanan. Ada yang menyebutkan bahwa seseorang yang menempuh 80 km perjalanan diperbolehkan berbuka puasa. 

Meski begitu, ada juga yang berpendapat bahwa jarak tersebut tidak melulu bisa dijadikan acuan. Harus dilihat terlebih dahulu kebiasaan dari masyarakat setempat. Misalnya jika di sebuah daerah seseorang yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surakarta bisa disebut musafir, maka ia diperbolehkan berbuka puasa. Nah, sesuai dengan ayat di atas pula seorang musafir harus mengganti puasanya di lain hari sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.

Baca: Tradisi Menyambut Ramadhan di Berbagai Negara

Orang yang Berusia Lanjut atau Lansia

Mereka yang sudah berusia lanjut sering kali sudah tidak memiliki energi atau kekuatan untuk melakukan aktivitas yang berat. Salah satunya adalah berpuasa. Maka diperbolehkan bagi mereka untuk tidak berpuasa. Namun mereka tak wajib membayar hutang puasa dengan puasa di lain hari, melainkan dengan membayar fidyah. 

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 184, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” maka hukum membayar hutang puasa orang yang berusia lanjut adalah wajib memberi makan seorang miskin. Fidyah di Indonesia bisa dilakukan dengan memberikan makanan pokok berupa beras. Ukuran untuk satu fidyah adalah satu sho’ atau sekitar 1,5 kg beras. 

Unduh Aplikasi MAQMUR Di Ponselmu Sekarang

Wanita yang Sedang Hamil, Menyusui, dan Nifas.

Dalam hadis riwayat Ahmad,Nabi bersabda  “Sesungguhnya Allah menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” Allah meringankan wanita yang sedang hamil, menyusui dan nifas untuk tidak berpuasa. Terlebih jika puasa bisa membuat kondisi tidak baik untuk kesehatan dirinya dan bayinya. 

Dengan kondisi tersebut, puasa yang tidak dilaksanakan bisa diganti dengan puasa di kemudian hari sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan. Selain itu, golongan ini juga bisa membayar hutang puasa mereka dengan fidyah. Pun sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Baca: Ucapan Menyambut Ramadhan, Pas Untuk Diberikan Ke Keluarga dan Teman

Puasa Ramadhan memang hukumnya wajib bagi umat Islam. Namun Allah telah mengatur sedemikian rupa dan memberikan keringanan bagi golongan-golongan tertentu. Ada yang diwajibkan membayar hutang puasa dengan puasa di lain hari, ada juga yang bisa melakukannya dengan membayar fidyah. Semua sudah Allah aturkan sesuai dengan kemampuan umatNya. Dengan mengetahui hukum bayar hutang puasa, semoga kamu termasuk umat yang diberi nikmat berupa ibadah yang tak bolong.

Puasa 2021 merupakan momen puasa Ramadhan kedua di masa pandemi. Kebiasaan-kebiasaan Ramadhan seperti solat Tarawih berjamaah di masjid atau berkumpul dengan sanak keluarga dalam berbuka puasa mungkin tak bisa dilakukan. Namun semoga tahun ini tak berkurang berkah dan hikmah yang kita dapatkan dari bulan suci Ramadhan. 


Aplikasi MAQMUR hadir menemani hari-hari kita dalam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan fitur Islami berupa pengingat shalat, al quran digital, alat qiblat, dan jurnal ibadah. Selain itu, aplikasi MAQMUR juga mengatur transaksi keuangan sesuai prinsip syariah untuk membayar zakat dan bersedekah. Jangan lupa install aplikasi MAQMUR dan menjadi bagian dari kami untuk Hijrah bersama Aplikasi Muslim MAQMUR.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Lewat Depan Orang Shalat, Apa Hukumnya? 24 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Mengapa Harus Hafal Asmaul Husna? 22 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Tahan Emosi Saat Internet Lemot, Ini Balasan Bagi Orang Sabar 21 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Shalat Sunnah Ba’diyah, Ini Keutamaannya 18 September 2021