Menjelang Lebaran Bayar Zakat Fitrah Atau Zakat Maal Ya?

9 May 2021

Di bulan Ramadhan, seorang muslim tak hanya wajib melakukan ibadah puasa tapi juga menunaikan zakat. Zakat ini biasanya bisa dibayarkan sejak bulan Ramadhan tiba hingga akan usai atau menjelang hari raya lebaran. Tentang perintah membayar zakat ini sebenarnya ada di dalam al-quran. Lebih tepatnya pada surat at-Taubah ayat 103. Ayat tersebut memiliki bunyi seperti berikut :

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu [menjadi] ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”

Selain itu, membayar zakat juga merupakan satu dari lima rukun Islam, hukumnya wajib untuk dilakukan. Jika ditinggalkan, maka akan mendapatkan dosa. Nah, zakat sendiri ada banyak jenisnya. Mungkin kamu pernah dengar tentang zakat fitrah dan zakat maal. Yang mana ya yang harus dibayarkan di bulan Ramadhan? Simak penjelasannya.

Pengertian Zakat Fitrah

Fitrah sering kali dimaknai sebagai suci sehingga zakat fitrah secara umum diartikan sebagai zakat yang tujuannya untuk mensucikan harta. Zakat ini hukumnya wajib dilakukan, satu kali dalam setahun dan biasanya dibayarkan saat bulan Ramadhan atau menjelang hari raya idulfitri.

Zakat fitrah wajib dilakukan untuk muslim laki-laki maupun perempuan bahkan anak kecil. Hal ini seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju sholat ‘ied.”

Besaran Zakat Fitrah

Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa dalam menunaikan zakat fitrah, seseorang harus membayarkan 1 sha atau sekitar 2,5 kg makanan pokok. Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah beras, maka zakat fitrah bisa dibayarkan dengan beras. Meski begitu, jika di suatu wilayah makanan pokoknya bukan beras melainkan sagu atau gandum, maka zakat fitrah bisa dibayarkan dengan itu juga.

Ada pendapat juga bahwa zakat fitrah bisa dibayarkan dengan uang. Jika memang ingin membayar zakat fitrah dengan uang, maka nilainya bisa disetarakan dengan harga 1 sha atau 2,5 kg makanan pokok di wilayah tersebut.

BACA : Zakat Fitrah, Penerima dan Waktu Terbaik Untuk Melakukannya

Bacaan niat zakat fitrah

Sebelum melakukan zakat fitrah, tentu seseorang harus membaca niat terlebih dahulu. Nah, niat zakat fitrah dibedakan berdasarkan untuk siapa zakat tersebut dibayarkan.

Untuk diri sendiri, maka bacalah : ‘nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala’

Untuk tanggungan seperti istri, bacalah : ‘nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala’

Untuk anak laki-laki, bacaannya adalah : ‘nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala’

Sedangkan untuk anak perempuan, bacaan niatnya adalah : ‘nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala’

Pengertian zakat maal

Zakat maal adalah zakat yang dilakukan seorang muslim berdasarkan harta yang didapatnya dari usaha atau pekerjaan dengan jumlah tertentu. Harta yang dimaksudkan bisa beragam, mulai dari rumah, kendaraan, emas, perak, hasil tani atau ternak dan lain-lain. Zakat ini biasanya dibayarkan ketika harta yang dimiliki sudah memasuki nisab atau batas terendah dari jumlah harta yang dipunyai atau telah haul (waktu tertentu yang harus dipenuhi dari kepemilikan harta tersebut).

Harta apa saja bisa dizakatkan asal memenuhi syarat yaitu sesuatu yang dapat dimiliki, disimpan atau dikuasai serta dimanfaatkan. Harta yang dapat dizakatkan tentunya harus bukan hasil dari simpan pinjam. Dengan membayarkan zakat maal, maka kamu sedang mensucikan harta yang kamu miliki sebagai seorang muslim.

Besaran zakat maal

Tak jauh berbeda dengan zakat fitrah, zakat maal juga ditentukan besarannya. Secara umum, zakat maal bisa ditunaikan berdasarkan nisab emas atau 2,5 %. Namun cara ini tidak berlaku untuk zakat pertanian dan peternakan karena ada hitungan tersendiri. Nah, agar tidak bingung dalam menentukan besaran zakat maal, perhatikan caranya berikut ini :

Untuk zakat emas dan perak : 2,5 % x nilai jumlah emas atau perak yang sudah disimpan selama 1 tahun

Untuk zakat perdagangan : 2,5 % x (aset lancar – hutang jangka pendek atau yang jatuh temponya hanya satu tahun)

Untuk zakat perusahaan : 2,5 % x (aset lancar – hutang jangka pendek atau yang jatuh temponya hanya satu tahun)

Untuk zakat saham : 2,5 % x jumlah harta yang disimpan selama 1 tahun

Untuk zakat penghasilan : nilai pendapatan bruto x 2,5%

Bacaan niat zakat maal

Jika harta yang kamu miliki sudah memenuhi syarat untuk dizakatkan,maka segera tunaikan. Jangan lupa untuk membaca niat zakat maal terlebih dahulu yaitu : Nawaitu an ukhrija zakatadz maali fardhan lillahi ta’ala. Yang memiliki arti “Saya berniat mengeluarkan zakat hartaku karena Allah.”

Download Aplikasi MAQMUR Di SINI

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021