Meniup Makanan Panas, Dilarang Rasulullah Ternyata Berkaitan Dengan Kesehatan

17 October 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Bagi sebagian orang, paling nikmat memang menikmati makanan atau minuman yang baru selesai dibuat. Misalnya, makan nasi dengan rawon yang kuahnya masih panas menuju hangat atau menyeruput teh yang baru diseduh. Tapi lidah kita tidak kuat dong dengan panas dari makanan atau minuman itu, karenanya sering kali kita meniup terlebih dahulu. Eh ternyata, ada larangan mengenai meniup makanan atau minuman tersebut loh.

Larangan ini bahkan juga diajarkan oleh Rasulullah. Lebih tepatnya, beliau mengajarkan adab soal menyantap makanan atau menikmati minuman yang masih panas. Dalam riwayat hadits Ibnu Abbas disebutkan,

Bahwasanya Nabi melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya

HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani

Selain itu ada juga hadits yang menceritakan tentang hal ini, yakni:

Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda,

Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya.

Pun juga semakin ditegaskan dengan sebuah hadits yang berbunyi:

Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang bernafas dalam sebuah wadah, atau meniup makanan dalam wadah tersebut.

H.R at-Tirmidzi
Temukan fitur islami di aplikasi MAQMUR. Download sekarang juga!

Lantas Apakah Menjadi Haram Untuk Dilakukan?

Meski ada beberapa hadits yang telah menunjukkan tentang larangan dari Rasulullah tersebut, perbuatan meniup makanan atau minuman yang panas sebelum disantap hukumnya adalah makruh. Hal ini sebaiknya dihindari atau tidak dilakukan. Nah, jadi tidak haram ya?

Makna Lain Dari Larangan Meniup Makanan Atau Minuman Panas

Tak hanya berkaitan dengan larangan yang diberikan oleh Rasulullah, meniup makanan atau minuman ternyata berhubungan juga dengan dampaknya pada kesehatan loh. Ada beberapa penjelasan yang telah kami rangkumkan:

dr. Adeline Jaclyn dikutip dari Klikdokter.com menyebutkan bahwa meniup makanan yang masih panas bisa membuat mikroorganisme tertransfer dari mulut peniup menuju makanan. Terbayangkan kan berapa banyak kuman atau bakteri di mulut yang bisa berpindah ke makanan yang akan kamu santap? Hal ini juga diaminkan oleh Dr. Dyah Novita Anggraini.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa berpindahnya mikroorganisme saat meniup makanan atau minuman ini melewati proses pelepasan CO2 atau karbondioksida dan CO atau monoksida. Saat CO2 beraksi dengan H2O atau air pada makanan kemudian membentuk H2CO3 atau asam karbonat. Jika dilakukan secara terus menerus, ini bisa mengganggu keseimbangan asam atau kandungan alkali dalam tubuh. Akibatnya bisa terjadi metabolisme yang tidak seimbang.

Bagaimana Cara Makanan Yang Masih Panas Atau Hangat?

Setelah mengetahui fakta di atas, kamu sebaiknya mulai mengurangi kebiasaan makan makanan yang masih panas dengan meniupnya terlebih dahulu ya. Namun ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan seperti:

  • Tidak memaksakan diri makan makanan yang masih sangat panas.
  • Membiarkan atau menunggu sejenak agar panas hilang terlebih dahulu.
  • Jika terpaksa, makan sedikit demi sedikit.
  • Gunakan alat makan yang agak pipih agar uap panas menghilang lebih cepat.
  • Hindari makan nasi yang panas karena mengandung kadar gula yang lebih tinggi.

Nah, ternyata menyantap makanan atau minuman yang panas tidak hanya dilarang oleh Rasulullah namun juga mengandung makna yang berkaitan dengan kesehatan. Memang selalu ada hikmah ya dari setiap ajaran dan larangan yang diberikan oleh Rasulullah.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Keutamaan Sholat Tepat Waktu dan Tips Melaksanakannya 6 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Pagi Yang Berisi Permintaan Rasulullah 2 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Jangan Membaca Al-qur’an Dengan Niat Berikut Ini 30 November 2021