Mengenal Rebo Wekasan dan Hukumnya Dalam Islam

5 October 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Menjelang hari-hari terakhir di bulan Safar seperti sekarang ini, ada hari yang ramai diperbincangkan. Ia adalah rabu terakhir di bulan Safar, atau orang Indonesia lebih sering menyebutnya dengan Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan.

Apa itu dan bagaimana usulnya? Serta, adakah amalan khusus yang harus dilakukan? Dan bagaimana pandangan Islam mengenai hari Rebo Wekasan ini?

Asal Muasal Rebo Wekasan

Pada dasarnya, Rebo Wekasan adalah tradisi yang dilakukan di hari rabu terakhir pada bulan Safar. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Jawa, Madura, Sunda dan beberapa wilayah di Indonesia lainnya. Pada perayaannya, masyarakat biasa melakukan ritual keagamaan yang dihubungkan dengan adanya keyakinan bahwa bulan Safar adalah waktu dimana berbagai kemalangan terjadi.

Ya, bulan Safar memang diyakini sebagai waktu yang penuh bala atau kesialan. Hal ini berdasar pada sebuah hadits yang berbunyi:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Shafar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang.

HR. Al-Bukhari dan Muslim
BACA JUGA: Doa Bulan Safar, Bisa Diamalkan Kapan Saja

Pandangan Islam Mengenai Rebo Wekasan

Rebo wekasan pada dasarnya adalah sebuah tradisi untuk menolak bala. Ada beberapa amalan yang disebut terdapat dalam ritual hari tersebut yaitu shalat talak bala, doa tolak bala hingga tradisi selamatan dan sedekah. Apakah semua wajib dilakukan? Ini dia beberapa pendapat yang bisa dipertimbangkan.

Pertama, tradisi shalat Rebo Wekasan dipandang sebagai tradisi yang berdasarkan pada ilham. Dimana hal tersebut tidak bisa memiliki dasar hukum, wajib, sunnah, makruh dan sebagainya. Selain itu, karena berdasar dari ilham saja maka tradisi tolak bala Rebo Wekasan tidak dapat dikaitkan dengan hukum syariat.

Ada pula pendapat di kalangan pemuka agama Islam bahwa seseorang tidak boleh mengamalkan amalan, tradisi atau ritual yang berdasar dari ilham saja. Karena tidak selalu dapat dicocokkan dengan al-quran serta hadits. Terlebih jika tidak ada bukti jelas pada kitab suci dan hadits.

Apakah Boleh Melakukan Amalan Di Rebo Wekasan?

Jika diniatkan secara khusus untuk melakukan amalan di Rebo Wekasan, maka hukumnya adalah tidak boleh. Sebab seperti yang disebutkan sebelumnya, tidak ada dalam syariat Islam. Namun, jika shalat yang dilakukan niatnya adalah sunnah mutlaq atau shalat hajat, maka diperbolehkan.

Oleh karena itu, saat momen Rebo Wekasan sebaiknya lakukan shalat bukan dengan niat Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan melainkan shalat hajat atau sunnah mutlaq. Shalat-shalat tersebut biasa juga dinamai shalat tolak bala.

Temukan fitur pengingat shalat dan alquran digital di aplikasi MAQMUR. Download sekarang juga!

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Selain Samawa, Ucapkan Ini Doa Untuk Pengantin Baru 22 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Marak Kabar Perceraian, Ini Doa Rumah Tangga Langgeng 21 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Rasulullah Sunnahkan 7 Hal Ini Saat Bangun Tidur 20 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Bulan Baik Untuk Menikah, Salah Satunya Bulan Ini 19 October 2021