Home » Blog » Lebih Tahu Tentang Fidyah dan Cara Membayarnya

Lebih Tahu Tentang Fidyah dan Cara Membayarnya

Saat bulan Ramadhan, ada satu hal yang sering dibahas terutama bagi wanita hamil dan menyusui. Hal tersebut adalah fidyah. Fidyah yang berasal dari kata ‘fadaa’ ini memiliki arti mengganti atau menebus. Oleh karena itu, fidyah sering kali diartikan sebagai pengganti atau penebus bagi orang-orang yang diperbolehkan untuk tidak melaksanakan ibadah puasa.

Mengenai fidyah, terutama siapa saja yang wajib melakukan fidyah telah tertulis di surat Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi :

”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Karena itu, ada pun golongan orang yang bisa membayar ganti puasa dengan fidyah yaitu :

  • Orang tua renta atau lanjut usia yang tidak memungkinkan untuk berpuasa karena kesehatan dan ketidakmampuan
  • Orang sakit parah yang punya kemungkinan kecil untuk sembuh
  • Ibu hamil atau menyusui yang khawatir bahwa puasa akan membuat kondisi bayi atau dirinya

Aturan membayar fidyah

Fidyah wajib hukumnya dilakukan untuk mengganti ibadah puasa. Aturannya fidyah harus dibayarkan sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan. Jumlah tersebut nantinya akan dikonversikan menjadi makanan pokok yang akan disumbangkan atau diberikan kepada penerima fidyah.

Cara membayar fidyah

Ada dua pendapat yang digunakan dalam hal cara membayar fidyah. Pendapat pertama adalah menurut Imam Malik, Imam As-Syafi’i yang mana disebutkan fidyah harus dibayar dengan 1 mud gandum atau sekitar 6 ons atau 0,75kg. Besaran fidyah ini juga sering disepadankan dengan seukuran telapak tangan seperti tangan yang menengadah sedang berdoa.

Ada pula pendapat Ulama Hanafiyah yang menyebutkan fidyah harus dibayar sebesar 2 mud atau 1/2 sha’ gandum. Ini berarti sekitar 1,5 kg karena 1 sha setara dengan 4 mud atau 3 kg. Cara bayar fidyah ini biasanya dipakai untuk orang yang membayar fidyah dengan menggunakan fidyah.

Dalam membayar fidyah, disebutkan kalau harus dibayarkan dengan makanan pokok. Karena di Indonesia makanaaranyn pokok paling umum adalah beras, maka fidyah bisa dibayarkan dengan beras. Atau jika di wilayah dengan makanan pokok selain beras, maka bisa disesuaikan.

Selain itu, ulama Hanafiyah juga memiliki pendapat bahwa fidyah bisa dibayarkan dengan uang. Nominalnya disetarakan dengan harga kurma atau anggur seberat 3,25 kg untuk tiap hari puasa yang ditinggalkan. Namun, menurut SK Ketua Baznas Nomor 7 Tahun 2021 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah, untuk wilayah ibukota DKI Jakarta Raya dan sekitarnya, fidyah bisa dibayarkan dengan uang sebesar Rp45.000 per hari per orang.

Orang yang berhak menerima fidyah

Dalam al-quran disebutkan bahwa orang yang berhak menerima fidyah adalah fakir miskin. Secara arti, fakir diartikan sebagai mereka yang tidak memiliki harga dan pekerjaan sehingga sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan miskin adalah mereka yang punya pekerjaan dan harta namun mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Anak yatim, janda, hamba sahaya, amil dan musafir atau mereka yang sedang berjuang di jalan Allah bisa mendapatkan fidyah. Namun golongan ini harus termasuk ke dalam kategori fakir dan miskin. Sehingga jika masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebaiknya tidak menerima fidyah.

Waktu pembayaran fidyah

Ada beberapa waktu pembayaran fidyah tergantung siapa yang melakukannya. Jika untuk orang yang sudah meninggal, maka bisa dilakukan kapan saja. Untuk mereka yang sakit keras, lanjut usia dan ibu hamil serta menyusui, fidyah boleh dibayarkan setelah subuh untuk tiap hari puasa. Atau setelah terbenam matahari atau malam hari. Meski begitu, bisa juga dilakukan di hari berikutnya atau selain bulan Ramadhan.

Setiap umat islam rasanya ingin melakukan puasa satu bulan penuh namun karena beberapa keadaan boleh untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain. Bagaimana puasamu sejauh ini, lancar? Jangan lupa juga untuk sholat dan baca al-quran ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *