Lebaran Makin Dekat, Pelajari Niat Zakat Fitrah dan Artinya

4 May 2021

Ada perasaan sedih namun juga bahagia ketika bulan Ramadhan sudah di penghujung. Sedih karena bulan suci ini berakhir, namun bahagia karena akan bertemu dengan hari raya Idul Fitri. Di penghujung Ramadhan seperti ini biasanya ada banyak yang akan dipersiapkan, memang akan berhubungan dengan hari raya Idul Fitri. Salah satunya adalah pembayaran zakat fitrah.

Zakat fitrah adalah salah satu bentuk dari penyempurna ibadah. Zakat sendiri bahkan termasuk dalam rukun Islam. Allah SWT dalam firmannya bahkan memerintahkan umatNya untuk mengerjakan zakat fitrah, yaitu

“Dan dirikanlah zakat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala-Nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 110).

Jadi makin yakin bukan bahwa zakat fitrah memang bersifat wajib untuk dilakukan bagi umat Islam? Kalau begitu, kapan sih zakat fitrah sebaiknya dilakukan? Perlu diketahui, zakat fitrah memiliki batas waktu dalam pelaksanaannya. Berbeda dengan sedekah yang bisa dilakukan kapan saja, zakat fitrah memiliki aturan tersendiri.

Zakat fitrah hukumnya wajib dilakukan ketika bulan Ramadhan. Mengenai waktu pelaksanaannya, ada beberapa pendapat yang bisa kamu pahami terlebih dahulu. Seperti pendapat Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa zakat dapat dibayarkan di awal Ramadhan. Ada juga Imam Ahmad dan Imam Malik yang mengatakan bahwa zakat fitrah sebaiknya dilakukan satu atau dua hari menjelang Idul Fitri.

Meski begitu, berikut kamu rangkum waktu pembayaran zakat fitrah berdasarkan waktu pelaksanaannya :

  • Waktu mubah. Dapat dilakukan di awal hingga akhir penghujung bulan Ramadhan.
  • Waktu wajib. Zakat diberikan saat terbenamnya matahari di hari terakhir puasa atau malam menjelang hari raya Idul Fitri
  • Waktu sunah. Zakat diberikan ketika selesai solat subuh atau sebelum melaksanakan solat Idul Fitri
  • Waktu makruh. Zakat dilakukan setelah solat Idul Fitri dan sebelum matahari terbenam di hari tersebut
  • Waktu haram. Tidak boleh zakat diberikan ketika matahari sudah terbenam di hari raya Idul Fitri

Siapa saja yang wajib membayar zakat fitrah?

Setiap umat Islam diwajibkan membayar zakat fitrah. Baik laki-laki atau perempuan, anak-anak atau orang tua bahkan janin yang sudah bernyawa. Karena syarat wajib zakat fitrah adalah :

  • Beragama islam dan merdeka
  • Menemuni dua waktu di antara bulan Ramadhan dan Syawal
  • Memiliki harta yang lebih dari kebutuhan dirinya dan orang yang dalam tanggungannya

Selain itu, ketahui juga syarat tidak wajib zakat fitrah yang meliputi :

  • Orang yang meninggal sebelum matahari terbenam di hari akhir Ramadhan
  • Anak yang terlahir setelah matahari terbenam hari akhir Ramadhan
  • Orang yang baru memeluk agama Islam atau mualaf setelah matahari terbenam di hari akhir Ramadhan
  • Istri yang baru dinikahi setelah matahari terbenam di hari akhir Ramadhan

Berapa besaran zakat fitrah?

Baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, besaran zakat fitrah adalah sama. Zakat fitrah bisa dibayarkan dengan makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwanya. Hal ini seperti dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda mengenai zakat fitrah :

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan atas manusia 3,5 liter kurma atau 3,5 liter gandum atas setiap orang merdeka laki-laki atau hamba perempuan yang muslim”.

Bacaan niat zakat fitrah

Setelah mengetahui syarat wajib membayar fitrah, waktu dan besarannya, kini kamu juga perlu tahu apa bacaan niat zakat fitrah. Berikut ini adalah bacaan niat zakat fitrah dibedakan untuk diri sendiri, tanggungan istri, anak laki-laki, anak perempuan, diri sendiri dan keluarga serta untuk orang yang diwakilkan.

  • Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

Nawaitu an ukhrija zakaatalfithri ‘an nafsii fardhon lillaahi ta’aala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitraah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah ta’aala.”

  • Niat untuk Istri

Nawaitu an ukhrija zakaatafithri ‘anzawjatii fardhon lillaahi ta’aala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah ta’aala.”

  • Niat untuk Anak Laki-laki

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anwalidii … fardhon lillaahi ta’aala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama) fardu karena Alalh ta’aala.”

  • Niat untuk Perempuan

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anbintii … fardhon lillaahi ta’aala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama) fardu karena Allah ta’aala.”

  • Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘annii wa’anjamii’i maa yalza munii nafakootuhum syar’an fardhon lillaahi ta’aala.

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardu karena Allah ta’aala.”

  • Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘an … fardhon lillaahi ta’aala.

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama spesifik) fardu karena Allah ta’aala.”

BACA JUGA : 4 Amalan Yang Bisa Dilakukan Selama Bulan Syawal

Baca Juga Artikel Terbaru Kami