Lebaran Ketupat, Tradisi Islam di Jawa Yang Penuh Makna

20 May 2021

Pada masyarakat Jawa, ada sebuah tradisi yang sudah lama mengakar dan selalu dilakukan saat idul fitri. Namanya adalah lebaran ketupat. Tradisi ini biasanya dilakukan 7 hari setelah tanggal 1 syawal, atau tepatnya pada tanggal 8 syawal. Ini berarti lebaran ketupat dilakukan setelah selesai menunaikan puasa syawal enam hari yang dianjurkan dilakukan pada tanggal 2 hingga 7 syawal.

Lebaran ketupat sendiri ternyata punya sejarah tersendiri. Sebagai umat islam di Jawa, tentu kamu harus tahu bagaimana asal muasal adanya tradisi lebaran ketupat ini. Karena itu, mari simak penjelasannya berikut ini.

Sejarah lebaran ketupat

Dari NU Online disebutkan bahwa lebarah ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu dari 9 wali atau walisongo yang memiliki peran penting terhadap tersebarnya agama islam di Jawa.

Dikisahkan, Sunan Kalijaga memperkenalkan istilah Bakda pada masyarakat di Jawa. Ada dua bakda yang diperkenalkan yaitu bakda lebaran dan juga bakda kupat. Kedua bakda ini memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya.

  • Bakda lebaran : dilakukan pada satu syawal. Biasanya diisi dengan pelaksanaan sholat id, tradisi saling kunjung dan bermaaf-maafan sesama muslim serta bersilaturahmi.
  • Bakda kupat : dilakukan satu minggu setelah bakda lebaran. Biasanya muslim di Jawa akan membuat ketupat dan membagikannya ke orang yang lebih tua atau tetangga terdekat.

Makna lebaran ketupat

Ada beberapa pendapat mengenai lebaran ketupat serta maknanya. Yang paling umum menyebutkan bahwa tradisi lebaran ketupat ini dibuat sebagai simbol kebersamaan dan juga kasih sayang. Sebab dalam tradisi ini, ketupat biasanya akan dibuat bersama-sama kemudian dibagikan ke orang-orang terkasih dan terdekat.

Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa tradisi ini merupakan pemujaan Dewi Sri, dewi yang merepresentasikan pertanian dan kesuburan. Dewi sri dianggap sebagai dewi peling kehidupan, kelahiran, rejeki dan kemakmuran. Namun saat ajaran islam mulai masuk, ada akulturasi dan perubahan makna. Dewi Sri tak dipuja sebagai dewi padi atau kesuburan melainkan ketupatlah yang dimaknai sebagai cara umat islam bersyukur kepada Sang Pencipta.

Macam-macam ketupat yang ada di Jawa

Ketupat pada umumnya diartikan sebagai makanan yang dibuat dari beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa atau janur. Biasanya ketupat memiliki bentuk seperti kantong atau belah ketupat. Paling nikmat, ketupat disajikan dengan hidangan bersantan seperti opor, gulai, kare dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, jenis ketupat ternyata ada banyak. Macamnya berbeda tiap daerah dan mengandung makna dan maksud tersendiri pula. Apa saja macam-macam ketupat yang ada di Indonesia, atau yang kebanyakan ada di pulau Jawa?

  • Ketupat bawang dari Madura. Berbentuk persegi empat. Nama bawang pada ketupat di Madura ini dimaknai dengan filosofi penyedap, sebagaimana fungsi bawang dalam masakan. Karena dibagikan ke tetangga dan keluarga, ketupat bawang juga dianggap sebagai simbol pemersatu agar tercipta kehidupan yang tentram.
  • Ketupat glabed dari Tegal. Hidangan ini terdiri dari ketupat yang disajikan dengan kuah kuning kental mirip dengan opor. Biasanya dimakan dengan suwiran daging ayam, sate jeroan dan sate blengong. Tapi yang khas adalah kupat glabed selalu disajikan dengan remukan kerupuk kuning.
  • Ketupat bebanci dari Betawi. Nama bebanci atau babanci ternyata dipilih karena sayur ini dianggap tidak jelas ‘kelaminnya’, gule bukan, kare bukan, soto apalagi. Sajian ini biasanya berisi ketupat dengan daging sapi kuah santan yang dibumbui bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe dan rempah. Konon hidangan ini sudah mulai jarang ditemukan.

Tradisi ketupat lebaran tentunya tidak ada di zaman Nabi karena merupakan tradisi asli dari tanah Jawa. Hingga kini masyarakat islam di Jawa masih banyak yang melakukan tradisi ini sebab ingin mempertahankan nilai silaturahmi serta berbagi dengan sesama muslim yang ada di sekitarnya.

Itu dia penjelasan mengenai tradisi lebaran ketupat yang ada di Jawa. Bagaimana dengan tradisi lebaran di wilayah lain di Indonesia ya?

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Lewat Depan Orang Shalat, Apa Hukumnya? 24 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Mengapa Harus Hafal Asmaul Husna? 22 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Tahan Emosi Saat Internet Lemot, Ini Balasan Bagi Orang Sabar 21 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Shalat Sunnah Ba’diyah, Ini Keutamaannya 18 September 2021