Ria Ricis Unggah Konten Berduka , Bagaimana Adabnya Dalam Islam?

7 June 2021

Datangnya maut tak akan bisa ditebak baik bagi yang direnggut nyawanya maupun yang ditinggalkan. Bagi yang direnggut, urusannya di dunia bisa jadi telah usai namun tidak bagi yang ditinggalkan. Mereka tentu saja akan melalui proses berduka. Seperti yang baru saja dialami oleh Youtuber, Ria Ricis. Ia baru saja kehilangan sang ayah tercinta.

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya,” (Surat Ali Imran ayat 185)

Cerita Ria Ricis Ketika Ayahnya Meninggal Dunia

Ria sempat terlambat mengetahui kabar bahwa sang ayah telah meninggal dunia. Ini disebabkan karena dirinya sempat berada di daerah yang susah sinyal. Setelah mengetahui kabar duka tersebut, Ria langsung bertolak pulang dan berziarah ke makam ayahnya. Meski dalam keadaan berduka, Youtube Ria Ricis masih tetap aktif dan menampilkan deretan video tentang Ria yang tengah berduka. Hal ini memicu perdebatan di media sosial. Sebagian berpendapat bahwa tak baik untuk menjadikan hal seperti meninggalnya seseorang sebagai konten. Terlebih lebih dari lima video diunggah Ria dalam sehari.

Mungkin kamu jadi ingin tahu, bagaimana sebaiknya seorang muslim bersikap ketika sedang mengalami momen berduka. Beberapa penjelasan di bawah ini mungkin bisa menjawabnya :

Istirja

Ketika seorang muslim mengalami musibah atau menerika kabar duka, sebaiknya langsung mengucapkan istirja. Ini adalah frasa yang berbunyi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Frasa ini merupakan potongan dari ayat alquran surat Al Baqarah ayat 156 yang bunyi lengkapnya adalah :

Aladziina idzaa ashoo bathummushiibah Qooluu innaalillaahi wainnaaa ilaihi roojiuun

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali).

Membaca doa

Dikisahkan kala itu, Rasulullah bertakziyahke Abu Salamah, suami Ummu Salamah. Beliau kemudian membaca doa sebagai berikut :

Allahumma ajirni fii musibatii wa akhlif lii khairan minhaa

Artinya :

Ya Allah, berilah daku pahala dalam musibahku ini, dan gantikanlah buatku yang lebih baik daripadanya, melainkan diberlakukan kepadanya apa yang dimintanya itu.

Setelahnya, kamu bisa mendoakan agar almarhum atau almarhumah agar diberi ampunan. Doa yang bisa kamu baca adalah sebagai berikut :

Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha) ‘uqbaa hasanah

Artinya: “Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik.”

Serta,

“Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaaibinaa washaghiiranaa wakabiiranaa wadzakarinaa wauntsaana”

Artinya; “Ya Allah, berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang laki – laki maupun perempuan.”

Dan,

“Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaami waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaani”

Artinya; “Ya Allah, siapa pun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.”

Unduh Aplikasi MAQMUR Di Ponselmu Sekarang Juga

Bersabar

Ditinggal oleh orang-orang terkasih tentu saja merupakan sebuah ujian. Dibutuhkan hati yang lapang dan sabar untuk melewatinya. Mengapa harus bersabar? Sebab dalam hidup pastilah kita sebagai manusia akan diberi banyak cobaan. Namun tidak ada cobaan yang tidak dibalas indah oleh Sang Pencipta. Sebagaimana Rasulullah bersabda,

“Tidak ada seorang Muslim pun yang ditusuk oleh duri atau lebih dari itu, kecuali Allah pasti akan menghilangkan kesalahan-kesalahannya. Sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.” (HR. Bukhari).

Ikhlas

Sebagai manusia kita patut menyadari bahwa yang bernyawa pastilah akan menemui ajalnya, pada akhirnya. Karena itu, sebaiknya kita tetap menjadikan kematian sebagai pengingat agar senantiasa berbuat baik dan lebih baik. Dan jika kita sedang mengalami kehilangan, selain mendoakan tentunya kita juga harus mengikhlaskan.

Tentang ikhlas dan keutamaannya ada disebutkan dalam firman Allah dalam Al-quran yakni surat Al-An’am ayat 162-163 yang berbunyi : “Katakanlah, ‘Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).'”

Yang tampak dalam konten Ria Ricis mungkin hanya sedikit dari proses berduka yang ia lalui dan lakukan. Kita tak pernah benar-benar tahu di balik video atau konten yang ia unggah, bagaimana rasa kehilangan yang ia alami. Daripada kita bersuudzon, lebih baik mendoakan yang terbaik untuk ayah Ria Ricis agar diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami