Ketahui Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan

3 May 2021

Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan umat Islam biasanya sudah mulai sibuk mempersiapkan diri untuk mencari malam Lailatul Qadar. Malam yang sangat istimewa tersebut dikatakan akan muncul di malam-malam ganjil pada hari-hari terakhir bulan suci. Memang tak ada yang tahu kapan tepatnya malam yang lebih baik dari seribu bulan ini akan datang kecuali Allah SWT pemilik segala waktu. Tapi tak berarti Allah tidak memberikan tanda-tanda datangnya malam nan mulia tersebut.

Tanda-tanda yang paling sering disebutkan ketika membicarakan tentang lailatul qadar adalah tentang cuaca pada hari tersebut. Dikatakan bahwa di hari tersebut datang, cuaca akan bersih dan terang dengan bulan serta suasana yang tenang dan juga hening. Di hari tersebut, suhu tidak terlalu dingin atau panas. Tak nampak satu bintang juga pada malam tersebut bahkan sampai pagi hari tiba. Ada pula disebutkan bahwa di hari keesokannya, matahari akan terbit dengan sempurna namun tak bercahaya.

Beberapa hadits tentang waktu datangnya

  • Diriwayatkan oleh Jabir Ibnu Abdullah, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku telah melihat malam Lailatul Qadar, lalu aku dijadikan lupa kepadanya; malam Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh terakhir (bulan Ramadan), pertandanya ialah cerah dan terang, suhunya tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan padanya terdapat rembulan; setan tidak dapat keluar di malam itu hingga pagi harinya.”
  • Ibnu Abbas ra berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.” 
  • Hadits Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keesokan hari Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.” (HR Muslim)
  • Dari sahabat Ibnu Umar RA bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi SAW diperlihatkan Lailatul Qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada tujuh malam terakhir (Ramadhan) kemudian Rasulullah SAW berkata, ”Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang Lailatul Qadar) terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada tujuh malam terakhir.” (HR Muslim). 
  • Abu Hurairah radliyallahuanhu berkata, ”Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang  berukuran separuh nampan.” (HR Muslim).
  • Hadits Ubadah bin Shamit radhiyallahuanhu “Malam itu adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tenteram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadr adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR  Ahmad) 
  • Hadits riwayat Ath Thabrani. “Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan).”

Yang bisa dilakukan untuk mendapatkan Lailatul Qadar

Hanya Allah SWT yang tahu kapan tepatnya malam tersebut akan terjadi, meski ada tanda-tanda yang juga diberikan olehNya. Ketimbang menyibukkan diri menghitung dan menerkan kapan malam istimewa tersebut datang, lebih baik selalu melakukan amalan baik di 10 hari terakhir ramadhan. Tak ada yang tahu jika di antara malam-malam penuh dengan amalan baik tersebut, salah satunya adalah malam seribu bulan.

Adapun hal-hal yang sebaik-baiknya dilakukan di 10 hari terakhir ramadhan. Yaitu :

  • Berdoa sebanyak-banyaknya

Ketika malam lailatul qadar, malaikat akan turun selama satu malam. Ini merupakan waktu yang tepat untuk memanjatkan doa sebanyak mungkin. Mengapa? Karena di malam itu malaikat akan memberikan ridho dan mengaminkan doa yang dipanjatkan.

  • Memohon ampunan sebesar-besarnya

Manusia merupakan makhluk yang penuh dengan khilaf dan salah, karena itu melakukan amalan baik seperti memohon ampunan harus dilakukan. Apalagi di malam seribu bulan, mohonlah ampunan sebesar-besarnya denganmemperbanyak istighfar.

  • Memperbanyak ibadah

Ibadah baik berdzikir, sholat atau baca al-quran memang sebaiknya dilakukan kapan saja dan bukan hanya saat malam lailatul qadar. Namun pahala dan ganjaran baik di malam nan mulia tersebut sepatutnya tak dilewatkan.

Install Aplikasi MAQMUR Untuk Hijrah Finansial