Ketahui Aturan Transfusi Darah Dalam Islam

27 July 2021

Beberapa waktu lalu, tersiar kabar bahwa Ustaz Yusuf Mansur sempat mengalami drop hingga harus masuk rumah sakit. Ternyata hal ini disebabkan karena hemoglobin dan eritrosit Ustaz Yusuf Mansur terlampau rendah sehingga ia membutuhkan transfusi darah. Dalam islam hal ini tidak dilarang, bahkan termasuk perbuatan saleh yang dianjurkan.

Namun, Ustaz Yusuf Mansur memberikan syarat bagi orang yang akan mendonorkan darahnya. Apakah itu? Simak selanjutnya.

Inginkan dapat transfusi darah dari penghafal alquran saja

21 Juli 2021 lalu, Ustaz Yusuf Mansur menuliskan pada akun Instagramnya bahwa dirinya sedang drop dengan hemoglobin dan eritrosit serta zat besi yang rendah. Beliau mengatakan bahwa dengan bantuan pimpinan serta dokter di RSPAD melakukan screening pendonor darah untuknya. Beliau menyebutkan bahwa telah diizinkan untuk memilih pendonor yang merupakan penghafal alquran saja.

Hal ini kemudian memicu perbincangan oleh netizen di kolom komentar. Tidak sedikit yang menyebut Ustaz Yusuf Mansur sombong karena dalam keadaan sakit dan membutuhkan bantuan tapi masih memilih dan terlalu selektif dalam menerima bantuan. Beliau kemudian memberikan klarifikasinya.

Unggah hikmah dan jawaban tentang pilih-pilih pendonor darah

Dalam akun Instagramnya, Ustaz Yusuf Mansur menyebut bahwa dirinya dibuat oleh Allah dengan hemoglobin yang rendah pasti karena sebuah maksud. Yakni agar bisa menerima pendonor yang nantinya akan menjadi jalan ampunan dan ridho Allah atas dirinya yang masih penuh dengan dosa tersebut. Beliau kemudian menyebut bahwa semua pendonor adalah orang hebat.

Lanjut beliau memberikan contoh tentang tokoh Dahlan Iskan yang dulunya pernah menerima cangkok hati. Diceritakan bahwa setelah menerima cangkok hati tersebut, Dahlan Islan memiliki sedikit gaya hidup dan kebiasaan yang baru, seperti pemilik hati sebelumnya. Karena hal itulah, Ustaz Yusuf Mansur kemudian berkeinginan untuk dapat donor darah dari penghafal al quran sehingga darah yang ada dalam dirinya akan ikut mendapat berkah.

Sempurnakan ibadah dengan fitur islami di aplikasi Maqmur. Download sekarang juga!

Bagaimana pandangan islam terhadap transfusi atau donor darah?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tidak ada larangan yang terdapat dalam seorang muslim untuk melakukan atau mendapatkan transfusi darah. Bahkan, hal ini sama seperti menyelamatkan orang yang mengalami keburukan. Allah berfirman :

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (Surat Al-Maidah: 2)

Jika transfusi darah dilakukan untuk membantu menyelamatkan seseorang dan tidak membahayakan nyawa si pendonor, maka hal ini sangat dianjurkan. Hal ini seperti firman Allah :

“Dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Surat Al-Hasyr:9)

Dalam proses penerimaan darah, sering kali penerima donor tidak mengetahui darah siapakah yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. Bagi pendonor, ini malah dihitung sebagai kebaikan. Rasulullah pernah bersabda :

Siapa yang menolong saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya (anonim atau saat saudaranya tidak hadir di tempat), maka Allah akan menolongnya di dunia dan akhirat (Sunan Baihaqi Kabir  no. 17130). 

  • Bagaimana jika menerima donor dari seorang non muslim?

Memberikan darah kepada muslim atau non muslim hukumnya adalah boleh. Namun bagaimana jika sebaliknya? Dalam al-quran memang terdapat sebuah ayat yang menyatakan bahwa orang musyrik adalah najis dan haram terutama untuk memasuki Masjidil Haram.

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana (Surat At-Taubah; 28).

Namun, ulama tafsir Syeik As-Sa’di menjelaskan lebih lanjut bahwa najis yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah majazi (kiasan) bukan hakiki (yang sebenarnya). Maksudnya adalah najis yang tertulis dalam firman Allah tersebut memiliki makna kotor jiwanya karena syirik kepada Allah. Karenanya kemudian disebutkan jika seorang muslim menerima donor darah dari seorang non muslim, darah tersebut bukanlah termasuk najis. Karena itu hukumnya diperbolehkan.

BCA JUGA : Ternyata Meludah Ke Arah Kiblat Itu Dilarang

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021