Kenali Sukuk Atau Obligasi Syariah

25 November 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Bagi mereka yang ingin melakukan investasi namun tetap berdasarkan prinsip syariah, ada yang namanya sukuk. Sukuk mulai diminati oleh penggiat investasi terutama dari kalangan muslim. Pada dasarnya, sukuk adalah obligasi syariah yang menerapkan efek jangka panjang dengan prinsip syariah. Sukuk diterbitkan kepada pemegang sukuk yang berkewajiban membayar pendapatn kepada pemegang sukuk dengan sistem bagi hasil serta membayar obligasi saat jatuh tempo.

Sebelum berdiskusi lebih jauh, mari kita kenali tentang obligasi itu sendiri. Obligasi menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan surat utang jangka menengah atau panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi juga memiliki resiko yang relatif stabil karena merupakan instrumen investasi berupa efek dengan pendapatan tetap. Obligasi memiliki tingkat pertumbuhan nilai yang terbilang stabil juga.

Di Indonesia terdapat yang disebut dengan obligasi syariah atau sukuk. Ini adalah produk investasi yang memiliki prinsip bisnis islam dan disesuaikan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Tentu saja, sukuk telah mendapatkan persetujuan dari MUI. Kamu dapat mencarinya pada hasil keputusan Dewan Syariah Nasional Fatwa Dewan Ulama Indonesia No: 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang obligasi syariah.

Macam-Macam Sukuk

Sukuk terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jenis dan tujuan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai macam-macam sukuk berdasarkan kategorinya.

Berdasarkan Jenis Akad

  • Sukuk Ijarah, kontrak pengalihan hak guna atas barang atau jasa tapi tidak disertai dengan pengalihan kepemilikan.
  • Sukuk Mudharabah, dimana satu pihak berfungsi menyediakan modal sedangkan pihak lainnya memberikan energi dan keahlian. Manfaat dari kerjasama ini akan dibagi, sedang kerugian dibebankan kepada penyedia modal.
  • Sukuk Musyawarah, diterbitkan dengan perjanjian musyawarah dua pihak dimana penggabungan modal digunakan untuk membangun, mengembangkan atau membiayai kegiatan bisnis. Untung atau rugi ditanggung bersama sesuai dengan jumlah modal masing-masing.
  • Sukuk Istishna, dibuat dengan perjanjian kontrak untuk membeli dan menjual dalam hal pembiayaan proyek atau barang. Harga, waktu pengiriman dan lainnya ditentukan di awal perjanjian.
  • Sukuk Murabaha, dibuat dengan prinsip jual beli. Penerbit sukuk berlaku sebagai penjual sedang iinvestor adalah pembeli.
  • Sukuk Wakalah, berkaitan dengan kegiatan bisnis yang dikelola dengan wakil yang dipilihuntuk mengelola bisnis tersebut dengan atas nama pemegang sukuk.
  • Sukuk Muzara’ah, diterbitkan guna mendapatkan dana untuk modal pembiayaan pertanian. Pemegang sukuk akan berhak atas sebagian hasil pertanian sesuai dengan kontrak dan perjanjian yang disepakati.

Berdasarkan Pihak Penerbit

  • Sukuk Korporasi, diterbitkan oleh perusahaan yang menerapkan prinsip syariah
  • Sukuk Berharga Syariah Negara (SBSN), diterbitkan negara dengan prinsip syariah untuk bukti pembagian aset yang dapat dinominalkan dengan rupiah atau lainnya.

Berdasarkan Bagi Hasil

  • Sukuk Margin, hasil yang diperoleh dari margin kontrak jual beli.
  • Sukuk Fee, dilakukan dengan memberikan pendapatan tetap yang asalnya dari pendapatan sewa atau biaya.
  • Sukuk Bagi Hasil, berdasarkan bagi hasil dari bisnis yang dijalankan atau didanai.

Berdasarkan Bagi Hasil

  • Aset Sukuk, pembiayaan aset yang termasuk dalam sukuk salam, istishna sukuk, sukuk murabahah dan sukuk ijarah.
  • Sukuk Penyertaan atau Ekuitas, pembiayaan yang berdasar pada partisipasi ekuitas. Yang termasuk dalam sukuk inia dalah sukuk mudharabah dan musyawarah.

Jangan lupa untuk mengunduh aplikasi Maqmur ya sahabat, ada beberapa fitur yang bisa membantu kamu dalam beribadah seperti Pengingat ShalatPenunjuk Arah KiblatAl-qur’an DigitalJurnal Ibadah, dan Zakat. Download sekarang juga di Google Play!