Home » Blog » Kemuliaan Malam Lailatul Qadar Ada di Surat Al Qadr

Kemuliaan Malam Lailatul Qadar Ada di Surat Al Qadr

Dalam 10 terakhir bulan Ramadhan, umat Islam biasanya akan mulai berlomba-lomba melakukan amalan baik demi mencapai kemuliaan malam lailatul qadar. Malam lailatul qadar merupakan malam mulia yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Biasanya malam lailatul qadar akan hadir di malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan. Meski begitu, tidak ada yang bisa tahu pasti kapan malam tersebut datang. Hanya Allah sajalah yang mengetahuinya.

Mengenai lailatul qadar sebenarnya sudah dituliskan dalam al-quran. Lebih tepatnya pada surat Al Qadr. Surat ini adalah surat ke-97 pada Al quran, terdiri dari 5 ayat dan juga merupakan surat Makkiyah atau surat yang diturunkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Adapun bunyi dari surat ini sebagai berikut :

Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr.Wa maa adraaka ma lailatul qadr . Lailatul qadri khairum min alfii shahr. Tanaz zalul malaa-ikatu war ruuhu fiiha bi izni-rab bihim min kulli amr. Salaamun hiya hattaa mat la’il fajr

Surat Al Qadr memiliki arti sebagai berikut :

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Dari ayat-ayat surat al Qadr makin jelaslah jika malam lailatul qadar memiliki kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan. Dan meski waktu datangnya tak diketahui siapapun kecuali Allah SWT, sebagai umat Islam kamu bisa mengetahui tanda-tanda lailatul qadar berdasarkan hadits-hadits yang ada. Tanda-tanda umum malam lailatul qadar adalah :

  • Cerah dan terang, suhu tidak panas atau dingin serta terdapat rembulan. (Diriwayatkan oleh Jabir Ibnu Abdullah)
  • Malam tenteram dan tenang, tidak panas atau dingin. Esok paginya matahari terbit dengan sinar lemah berwarna merah. (Ibnu Abbas ra)
  • Matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar di keesokan hari dari malam lailatul qadar (Hadits Ubay bin Ka’ab ra)
  • Malam dimananda umum bulan muncul seperti separuh nampan (HR Muslim, Abu Hurairah ra)
  • Tidak ada bintang di malam hingga pagi hari. Matahari tak bersinar kuat. (HR Ahmad, Hadits Ubadah bin Shamit ra)

Meski terdapat tanda-tanda umum akan datangnya malam Lailatul Qadar, sering kali manusia tidak menyadari malam tersebut telah datang. Karenanya lebih baik mempersiapkan diri dengan melakukan amalan-amalan baik selama 10 hari terakhir Ramadhan. Adapun amalan dan ibadah yang bisa dilakukan seperti :

  • Melakukan sholat malam dengan merujuk arah kiblat yang benar
  • Melakukan sholat i’tikaf
  • Berdoa serta berdzikir
  • Membaca al-quran baik al-quran digital maupun al-quran fisik
  • Memperbanyak istighfar untuk memohon ampunan
  • Melakukan sedekah
  • Bersholawat

Amalan-amalan tersebut juga dilakukan Rasulullah di hari-hari terakhir Ramadhan. Selain itu, Rasulullah SAW juga membaca doa lailatul qadar sebagaimana diriwayatkan oleh istri Rasulullah, Aisyah. Berikut adalah doa yang dibaca Rasulullah :

Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii

Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Zat yang Maha Pemaaf dan Pemurah, maka maafkanlah aku.

Doa ini sebaiknya dibaca sebanyak dan sesering mungkin di bulan Ramadhan, termasuk di 10 hari terakhirnya. Meski begitu, bacaan doa lainnya juga boleh dibaca ketika ingin mencapai malam lailatul qadar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *