Ini Awalnya Beli Baju Baru Jadi Tradisi Lebaran di Indonesia

8 May 2021

“Baju baru baru, alhamdulilah. Bisa dipakai di hari raya.” Ingat dong dengan penggalan lagu ini? Ini adalah lagu yang sering sekali muncul ketika lebaran akan datang, seperti sekarang ini. Dan ya, lagu ini adalah cerminan kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka membeli baju baru sebagai tradisi lebaran yang tak boleh dilewatkan.

Menjelang lebaran, biasanya toko-toko, mal atau butik akan ramai dengan pengunjung. Seperti yang beberapa lalu terjadi di Tanah Abang. Pengunjung yang ingin membeli baju baru lebaran tetap nekat berdesakan padahal sekarang ini masih di tengah era pandemi, yang mana ada physical distancing dan social distancing yang harus dipatuhi. Kenapa ya orang tetap nekat dan merasa wajib beli baju baru saat lebaran?

Ternyata, budaya atau kebiasaan ini sudah ada sejak lama sekali. Jika kamu ingin tahu, simak penjelasannya berikut ini.

Berawal di Banten pada abad 15

Ternyata tradisi ini tidak berumur puluhan tahun melainkan ratusan tahun. Tepatnya di sekitar tahun 1596, memakai baju baru untuk lebaran ternyata sudah dilakukan. Saat itu, di era kerajaan Banten, mayoritas penduduknya pasti bersiap-siap merayakan lebaran dengan mengenakan baju baru. Tapi tak selalu baju baru yang didapat dari toko, sebagian membuat baju lebaran mereka sendiri.

Ya, mereka menjahit sendiri baju lebaran mereka karena hanya kalangan kerajaan saja yang terbilang mampu membeli baju lebaran. Nah menjelang lebaran, mereka yang biasanya berprofesi sebagai petani akan beralih menjadi penjahit. Ini juga ternyata terjadi di kerajaan Mataram, dimana kondisi sukacita lebaran disambut dengan baju baru.

Adakah hadits mengenai tradisi lebaran memakai baju baru?

Mungkin kamu penasaran juga, apakah mengenai tradisi lebaran dengan memakai baju baru juga terjadi di jaman Nabi atau bahkan disebutkan dalam hadits. Ternyata, ada sebuah hadits yang bisa menjelaskan hal tersebut. Hadits tersebut berbunyi, “Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata, Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan.” (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim)

Memang sih tidak diperintahkan untuk selalu memakai baju baru, tapi mengenakan pakaian terbaik saat hari raya. Mungkin ini kemudian diartikan dengan sebaik-baiknya pakaian untuk lebaran adalah pakaian baru dan bersih. Karena itu, membeli baju baru jadi tradisi untuk menunjukkan pakaian terbaik demi merayakan hari kemenangan.

Bagaimana hukum tradisi lebaran memakai baju baru?

Bisa dibilang, hukum dalam melakukan tradisi lebaran berupa membeli dan memakai baju baru itu boleh. Ada beberapa dalil yang bisa mendukung hal ini, Di antaranya adalah Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma berkata, “Umar Radhiyallahu anhu mengambil sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar, lalu dia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, belilah jubah ini dan berhiaslah dengannya untuk hari raya dan menyambut tamu.’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bagian (di Hari Kiamat).’”

Selain itu, ada juga dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin Rahimahullah berkata, “Termasuk amalan sunah pada hari raya adalah berhias, baik bagi orang yang i’tikaf maupun yang tidak.” Memang ya tidak disebutkan bahwa wajib hukumnya untuk membeli baju terbaru untuk lebaran, tapi pakaian terbaik. Karena itu tak menjadi masalah jika pakaian terbaik yang dimaksud dimaknai dengan pakaian baru.

Tentang membeli baju baru lebaran, perhatikan ini

Meski banyak hadits yang menyebut bahwa sebaiknya berhias diri di hari raya, namun jangan sampai kamu bertindak berlebihan. Maksudnya bagaimana? Sering kali ketika kita ingin berpenampilan terbaik maka kita mencari yang termahal atau memilih pakaian secara sembarang hanya berdasarkan tren. Ini tentu membuat kita jadi boros dan berlebihan. Ini adalah sifat yang tidak baik.

Sebaiknya meski mengenakan baju baru untuk lebaran, tetap beli baju yang sesuai dengan kemampuan dan secukupnya. Selain itu, jangan pula untuk tetap memilih pakaian yang santun dan tidak di luar syariat. Jangan sampai, niat tampil terbaik di mata Allah malah menjadikan kita berdosa karena boros atau bersikap berlebihan.

SELANJUTNYA : Penamaan Bulan Syawal, Ternyata Penuh Cerita Dan Sejarah

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021