Hukum Transaksi PPOB, Apakah Haram?

16 October 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Dari sekian peluang bisnis, salah satu yang paling populer dan makin banyak diminati adalah bisnis PPOB atau Payment Point Online Bank. Ini adalah bentuk bisnis penyedia produk yang berkaitan dengan pembayaran. Dalam bisnis ini, kamu akan berfungsi sebagai pihak perantara antara penyedia produk dan konsumen. Penasaran nggak sih bagaimana hukum transaksi PPOB dalam Islam seperti apa?

Dikutip dari situs resmi Nu Online dijelaskan mengenai hukum transaksi PPOB. Pertama-tama, PPOB dipandang sebagai agen perusahaan. Kamu yang tertarik menjalankan bisnis ini akan disebut sebagai agen yang merupakan pihak yang melayani konsumen dalam transaksi dari beberapa perusahaan.

Kamu sebagai agen mendapatkan izin dari perusahaan tersebut untuk menjual produk-produk mereka. Nah, produk yang dijual biasanya bersifat virtual. Oleh karena itu qabdlu nasabah juga virtual, contohnya dalam bentuk SMS, email dan lainnya. Dalam islam, ini hukumnya sah karena memberi manfaat untuk nasabah.

Terdapat akad jual beli atau bai’ yang menjelaskan akan hal ini. Akad ini berbunyi:

Para ulama mengklasifikasikan jenis jual beli menjadi tiga macam, bahkan ada yang mengklasifikasikan sebagai empat, sebagaimana akan dijelaskan mendatang. (1) Jual beli  barang yang bisa dilihat secara langsung oleh pihak pelaku transaksi. Hukum jual beli seperti ini adalah boleh karena ketiadaan unsur gharar (penipuan) (2) jual beli barang yang hanya disebutkan cirinya (tanpa melihat terlebih dahulu), sebagaimana jual beli dengan sIstem pesan. Hukum jual beli seperti ini adalah juga boleh selagi ciri/sifat barang tersebut sesuai dengan yang disebutkan oleh penjual dan pemesan serta beberapa syarat lainnya yang akan disebutkan pada bab mendatang,

Dari penjelasan di atas, PPOB mendapatkan status yang sama dengan jual barang yang diketahui sifat dan manfaat oleh nasabahnya. Sehingga dapat dikatakan pula jika jual beli dalam transaksi PPOB sah dan sesuai dengan syariat.

Syarat kedua barang dagangan adalah adanya manfaat, yakni bisa dimanfaatkan secara syara’

Syekh Syamsuddin Muhammad bin Khatib As-Syarbini

Bagaimana Hukum PPOB Dalam Islam?

Dikutip dari PengusahaMuslim.com, ada sebuah kisah dimana seseorang bertanya,

Di Aljazair, jika kami ingin mengisi pulsa 100 Dinar, penjual meminta kami untuk memberinya tambahan sebesar 10 Dinar sebagai kompensasi atas pengisian pulsa. Apa hukum hal ini?

Syekh Ahmad An-Najmi kemudian menjelaskan bahwa 10 Dinar yang diminta oleh penjual tersebut merupakan upah untuk jasanya. Dan jika uang tersebut adalah upah maka hukumnya adalah boleh.

Dari penjelasan ini maka bisa disimpulkan, bisnis PPOB yang mana di antaranya terdapat transaksi jual beli pulsa, token listrik dan pembayaran lainnya diperbolehkan asal tambahan atau selisih dari harga nyata adalah merupakan upah.

PPOB Terbaik Dengan Harga Terjangkau Di MAQMUR

Nah, karena sudah tahu bahwa PPOB diperbolehkan dalam Islam kamu tak perlu ragu lagi ya jika ingin melakukan bisnis ini. MAQMUR bisa menjadi pilihanmu loh jika kamu mencari tempat untuk menjadi agen PPOB. Dengan melakukan transaksi PPOB di MAQMUR, kamu akan diberikan sedekah setiap kamu bayar tagihan & beli pulsa. Jadi, segera download aplikasi MAQMUR di ponselmu ya!

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Keutamaan Sholat Tepat Waktu dan Tips Melaksanakannya 6 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Pagi Yang Berisi Permintaan Rasulullah 2 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Jangan Membaca Al-qur’an Dengan Niat Berikut Ini 30 November 2021