Etika Bercerai Dalam Islam, Sangat Perlu Diketahui

24 November 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Dalam pernikahan, pasangan tentu pernah mengalami konflik atau permasalahan. Jika dikelola dengan baik, ini bisa membuat hubungan dalam pernikahan makin kuat. Namun tidak jarang inilah yang menyebabkan keretakan rumah tangga yang berujung pada perpisahan. Dalam Islam, perpisahan atau perceraian bisa juga disebut dengan talak. Ini adalah pemutusan hubungan antara suami dan istri dari pernikahan secara sah baik menurut agama atau negara.

Sebenarnya Islam tidak melarang perceraian, namun Allah sangat membenci perkara ini. Oleh karena itu, jalan perpisahan ini sangat dianjurkan untuk dipilih jika memang sudah tidak ada jalan keluar lainnya lagi. Sebelum itu, kamu juga patut tahu bagaimana etika bercerai dalam Islam dengan penjelasan berikut ini.

Etika bercerai dalam Islam

Mencerai Dengan Talak Satu

Ketika seorang suami mengucapkan talak satu kali, maka baiknya suami istri memberikan waktu untuk masing-masing agar saling introspeksi diri. Pada waktu tersebut, keduanya dianjurkan untuk mengingat banyak kebaikan yang telah dilakukan oleh pasangan. Harapannya dengan begitu, pasangan dapat rujuk terutama jika memang kedua pihak telah menghendaki.

Tentang Pisah Ranjang

Dalam surat An-Nisa ayat 3-4, Allah menganjurkan pasangan yang tengah berkonflik untuk pisah ranjang terlebih dahulu. Dengan melakukan hal ini, ada waktu dan kesempatan untuk mendinginkan hati dan pikiran sebelum memutuskan untuk bercerai. Sebab seringkali konflik atau pertengkaran menimbulkan emosi sesaat yang mungkin akan disesali di kemudian hari. Sehingga sebaiknya berpisah ranjang terlebih dahulu sebelum memutuskan solusi terakhir.

Menceraikan Dalam Keadaan Suci

Jika memang sudah memutuskan untuk bercerai, suami baiknya menceraikan istri yang dalam keadaan suci. Sebab jika hal ini dilakukan ketika istri sedang haid, masa iddah yang dilalui istri akan bertambah lebih lama. Hal ini juga berlaku jika cerai jatuh ketika istri sedang suci namun setelah melakukan hubungan badan. Masa iddah juga akan lebih lama karena menunggu waktu kelahiran anak.

Tidak Membuka Aib Setelah Berpisah

Meski telah berpisah, bukan berarti mantan suami istri dapat saling membuka aib ke muka umum. Sebab seperti saat masih bersama, membuka aib pasangan sama saja dengan membuka aib dirinya sendiri. Sebagaimana sabda Rasulullah yang menyebutkan jika:

Pengkhianatan terbesar di hadapan Allah di hari akhir adalah laki-laki bercampur dengan istri kemudian membeberkan rahasia istrinya.

Hadits Dan Dalil Tentang Perceraian Dalam Islam

Dalam surat al-Baqarah ayat 227 disebutkan bahwa:

Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,” 

Imam At-Tirmidzi ra:

Katsir bin Ubaid telah menceritakan kepada kami (dia berkata): Muhammad bin Khalid telah menceritakan kepada kami dari Mu’arrif bin WAdhil dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu Umar dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Perkara halal yang paling Allah benci adalah perceraian.”

Ad-Dailami meriwayatkan dari Muqatil bin Sulaiman dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi SAW:

Tidak ada hal yang Allah halalkan yang lebih Dia cintai daripada pernikahan. Dan tidak ada hal yang Allah halalkan yang lebih Dia benci daripada perceraian.

Utsman bin Affan ra berkata:

Semua bentuk talak berlaku, kecuali talak (cerai) yang diucapkan orang mabuk dan orang gila

Jangan lupa untuk mengunduh aplikasi Maqmur ya sahabat, ada beberapa fitur yang bisa membantu kamu dalam beribadah seperti Pengingat ShalatPenunjuk Arah KiblatAl-qur’an DigitalJurnal Ibadah, dan Zakat. Download sekarang juga di Google Play!