Berantas Buta Aksara Al-Qur’an, Demam Ngaji Ciptakan Metode Mudah & Menyenangkan Belajar Baca Al – Qur’an

26 October 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Al-qur’an merupakan pedoman bagi umat Islam yang berisi firman Allah SWT dan diwahyukan kepada rasul-rasul-Nya sehingga dapat disampaikan pada manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita umat muslim untuk membaca serta memahami isi Al-qur’an.

Namun, apakah sudah pasti kalau seluruh muslim dapat membaca Al-qur’an dengan benar? Apakah masih banyak muslim yang buta huruf/aksara Al-qur’an?

Buta huruf atau buta aksara Al-qur’an adalah orang yang tidak mampu membaca Al-qur’an bahkan tidak mengenali sama sekali huruf-huruf Al-qur’an. Kondisi literasi Al-qur’an di Indonesia, utamanya pada kalangan yang belum mampu membaca Al-qur’an masih terbilang tinggi yaitu diatas 65% dari populasi muslim di Indonesia.

“Kebanyakan generasi yang lahir di atas 90an, 70an, sama 80an yang masih nggak bisa baca Al-qur’an, ” ujar Ustadz Abu Rabbani, selaku Founder Demam Ngaji. 

Beliau menyatakan bahwa biasanya anak-anak dan remaja-remaja sekarang bacaan bahkan hafalan Al-qur’an-nya lebih baik dibandingkan dengan orang tuanya yang termasuk angkatan atas atau biasa dikenal ‘generasi kolonial’. Metode dari pengajaran membaca Al-qur’an, dapat menjadi faktor penyebab fenomena tersebut. 

Beliau memaparkan, di masanya, metodologi yang digunakan untuk belajar atau pengajaran baca Al-qur’an terkesan sulit, keras, dan banyaknya hafalan sehingga kurang efektif.

“Kalau belajar qur’an, butuh perjuangan keras atau ya banyak juga yang memilih nggak baca karena susah” imbuhnya. 

Di masa sekarang, metodologi pengajaran baca Al-qur’an terbilang telah berkembang dan memiliki perubahan yang signifikan dimana lebih sesuai dan efektif. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya orang-orang yang sudah dapat membaca Al-qur’an di usia muda.

Selain itu, lingkup dari literasi bukan hanya kemampuan membaca melainkan juga termasuk dalam memahami dan berfikir kritis.

Oleh karena itu, literasi Al-qur’an yang baik mulai dari kemampuan seseorang dalam membaca Al-qur’an secara tartil, memahami isi Al-qur’an, sampai kemampuan men-tadabbur-kan/menghayati/merenungkan nasihat-nasihat Allah SWT sehingga bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Literasi Al-qur’an yang baik tidak luput dari upaya meminimalisir atau memberantas buta aksara Al-qur’an. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan metode pengajaran membaca Al-qur’an yang cocok dengan masa terkini. 

Ustadz Abu Rabbani, selaku Founder Demam Ngaji, telah menciptakan metodologi baca Al-qur’an yang dikenal dengan Metode Demaji. Metode Demaji (Demam Ngaji) disusun sedemikian rupa sehingga mudah, praktis, dan menyenangkan untuk diajarkan kepada mereka yang sama sekali belum bisa membaca Al-qur’an. 

Program ini cukup memerlukan tiga jam untuk belajar membaca dari nol sampai bisa membacanya. Harapannya, program Demaji ini bisa membuat pesertanya senang dan ‘ketagihan’ membaca Al-qur’an.

Info lebih lanjut mengenai program Demaji dapat disimak melalui laman Instagram @demamngaji:

Maqmur sebagai muslim app mendukung program yang aktif diadakan oleh Demam Ngaji tersebut. Harapannya, dengan menyediakan fitur qur’an digital yang mudah diakses dan praktis, dapat menjadi penunjang dalam proses belajar membaca qur’an, meningkatkan bacaan, bahkan menghafal qur’an.

Untuk menyaksikan Bincang Maqmur X Demam Ngaji X Iqro Deaf Community selengkapnya, klik di sini:

Seorang yang lancar membaca Al qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al qur’an dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala”

HR. Muslim

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Keutamaan Sholat Tepat Waktu dan Tips Melaksanakannya 6 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Pagi Yang Berisi Permintaan Rasulullah 2 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Jangan Membaca Al-qur’an Dengan Niat Berikut Ini 30 November 2021