Bagaimana Tata Cara Pembagian Harta Waris dalam Islam?

20 November 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Belakangan ini, isu mengenai harta waris menjadi hangat dibicarakan setelah meninggalnya pasangan artis Vanessa Angel dan suami karena kecelakaan. Banyak yang bertanya-tanya akan diberikan kepada siapakah harta yang dimiliki oleh Vanessa dan suaminya selain pada anak semata wayangnya Gala Sky? Terlebih ayah kandung artis ini juga sempat menyinggung perkara harta waris. Meski persoalan ini belum menemukan ujung, tak ada salahnya jika mengetahui terlebih dahulu bagaimana tata cara pembagian harta waris dalam islam.

Pada dasarnya, harta waris diberikan dari mereka yang sudah meninggal kepada orang terdekat seperti keluarga dan kerabat. Dalam Islam sendiri, ada tiga pihak yang bisa termasuk dalam penerima pewarisan di antaranya:

  • Terlibat hubungan nikah.
  • Memiliki hubungan nasab hakiki atau sekandung, sebapak, seibu.
  • Memiliki hubungan wala atau hubungan antara tuan dan hamba yang dimerdekakan.

Selain itu, dalam Al-qur’an surat An-Nisa juga disebutkan tentang pembagian harta waris yang ditentukan dalam enam persentasi. Mereka adalah setengah, seperempat, seperdelapan, dua per tiga, sepertiga dan seperenam. Nah, siapa dan berapa persenkah yang akan diterima oleh masing-masing penerima waris?

Penerima Harta Waris Setengah

Ada lima golongan yang termasuk penerima waris setengah persen. Mereka adalah:

  • Suami.
  • Anak perempuan.
  • Cucu perempuan keturunan anak laki-laki.
  • Saudara kandung perempuan.
  • Saudara perempuan seayah.

Penerima Harta Waris Seperempat

Hanya ada dua golongan yang termasuk penerima harta waris seperempat persen yaitu:

  • Suami.
  • Istri.

Penerima Harta Waris Seperdelapan

Mengenai penerima harta waris seperdelapan, dalam kitab Matnur Rahabiyyah Imam Muhammad bin Ali ar-Rahabi menyebutkan jika:

….. seperdelapan untuk satu dan beberapa istri…. bersama anak laki-laki atau perempuan…. atau bersama anaknya anak laki-laki, ketahuilah… jangan kau sangka kumpulnya istri jadi syarat, pahamilah.

Dari penggalan ini kita dapat mengetahui bahwa yang berhak menerima warisan seperdelapan adalah satu orang saja yaitu istri dari pemberi waris. Hal ini berlaku jika istri yang dimiliki berjumlah satu atau lebih.

Namun mesti diketahui lebih lanjut bahwa istri yang berhak menerima seperdelapan harta waris tersebut mesti memiliki anak dari suami atau mendiang yang memberi warisan. Hal ini disebutkan dalam surat An-Nisa ayat 12 yang berbunyi:

Apabila kalian memiliki anak maka bagi mereka (para istri) seperdelapan dari apa yang kalian tinggalkan.

Anak yang dimaksud dalam surat ini bahkan juga berlaku bagi mereka yang datang dari perkawinan sah atau perzinaan. Oleh karenanya, jika seorang istri tidak dapat memenuhi syarat tersebut, jika suaminya meninggal dirinya akan mendapatkan bagian 1/4 atau seperempat.

Penerima Harta Waris Dua Per Tiga

Dalam kitab Matnur Rahabiyyah dijelaskan bahwa ada empat orang yang termasuk ahli waris dengan bagian dua per tiga. Mereka adalah anak perempuan, cucu perempuan dari anak laki-laki, saudara perempuan sekandung dan saudara perempuan sebapak.

Penerima Harta Waris Sepertiga

Untuk penerima harta waris sepertiga ini hanya diperoleh dua pihak saja yaitu ibu dan dua saudara. Saudara yang dimaksudkan berlaku baik untuk laki-laki atau perempuan selama mereka satu ibu.

Penerima Harta Waris Seperenam

Mereka yang berhak menerima harta waris sebesar seperenam persen ada tujuh pihak. Mereka adalah ayah, kakek asli (bapak dari ayah), ibu, cucu perempuan keturunan anak laki-laki, saudara perempuan seayah, nenek kandung dan saudara laki-laki serta perempuan yang seibu. Meski begitu, mereka bisa gugur karena faktor seperti memiliki status budak, merupakan seorang pembunuh atau memiliki agama yang berbeda.