Bagaimana Sih Pandangan Islam Tentang Uang Elektronik?

17 September 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Di jaman dengan teknologi yang makin canggih, penggunaan uang elektronik atau e-money sudah menjadi hal yang lumrah. Makin banyak yang menggunakannya, pun makin banyak tempat atau fasilitas yang juga menyediakannya. Kamu mungkin jadi bertanya, bagaimana ya pandangan islam tentang uang elektronik? Apakah ada pendapat yang bisa dijadikan acuan?

Berikut ini akan kami rangkumkan beberapa pendapat yang menjelaskan tentang pandangan islam tentang uang elektronik. Semoga memberi kamu sedikit pengetahuan baru ya.

Definisi Uang Elektronik

Sebelum lebih jauh dalam membahas bagaimana pandangan islam tentang uang elektronik, ada baiknya kita memahami definisinya terlebih dahulu. Sebenarnya, uang elektronik atau e-money ini sama saja dengan uang yang biasa kita miliki. Hanya saja, bentuknya yang berbeda. Dalam laman resminya, Bank Indonesia menyebutkan bahwa uang elektronik merupakan alat pembayaran yang memenuhi unsur berikut ini:

  1. Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit;
  2. Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip; dan
  3. Nilai uang elektronik yang dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.

Untuk penggunaan dan penyelenggaraannya pun juga diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/6/2021 tahun 2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran. Lalu kini pertanyaannya, apakah dalam uang ini terkandung riba yang dilarang dalam agama Islam?

Fatwa Tentang Uang Elektronik Mengandung Riba

Ternyata, fatwa tentang uang elektronik mengandung riba ini muncul dari individu cendikiawan muslim di Indonesia. Dalam fatwa tersebut dinyatakan bahwa praktek uang elektronik memiliki unsur riba. Nah, riba sendiri diartikan sebagai kelebihan yang muncul dalam transaksi jual beli atau utang. Riba bisa muncul saat sebuah komoditas diperjualbelikan dengan nilai berbeda pada periode tertentu. Atau dari adanya pertambahan nilai hutang dari nilai pokok.

Meski ada fatwa individu tersebut, ada juga yang memandang dengan bekal al-quran surat An-Nisa ayat 29. Dalam ayat tersebut memiliki arti:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Dari ayat ini disimpulkan bahwa kita boleh melakukan muamalah di sektor ekonomi. Namun harus diperhatikan bahwa hal tersebut dilakukan dengan cara yang benar dan tidak batil.

Fatwa Mengenai Uang Elektronik Syariah

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) ternyata telah mengeluarkan fatwa tentang uang elektronik syariah. Dalam fatwa tersebut dinyatakan bahwa uang elektronik atau dompet digital harus memenuhi rambu-rambu syariah. Apa saja itu?

  • Ditempatkan di bank syariah,
  • Harus digunakan sebagai alat pembayaran untuk membeli barang yang halal,
  • Penyelenggara e-money dan bank menjamin ketersediaan dana customer walaupun kartunya hilang, dan
  • Ketentuan hak dan kewajiban para pihak dituangkan dalam ketentuan platform dan disetujui pelanggan, termasuk diskon.

Dapatkan fitur islami terbaik di aplikasi MAQMUR. Download sekarang juga!

Nah, dengan adanya penjelasan di atas apakah sudah cukup menjawab pertanyaanmu tentang pandangan islam tentang uang elektronik?

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Selain Samawa, Ucapkan Ini Doa Untuk Pengantin Baru 22 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Marak Kabar Perceraian, Ini Doa Rumah Tangga Langgeng 21 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Rasulullah Sunnahkan 7 Hal Ini Saat Bangun Tidur 20 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Bulan Baik Untuk Menikah, Salah Satunya Bulan Ini 19 October 2021