Bagaimana Hukum Membaca Al-quran Dekat Orang Shalat?

15 October 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Membaca alquran sejatinya bisa dilakukan di berbagai tempat, dari rumah, mushala atau masjid. Selama kamu dalam keadaan suci atau sesuai dengan adab dalam membacanya. Nah, bagaimana hukum membaca al-quran dekat orang shalat? Sebab biasanya kita sering menemui ini ketika ada aktivitas tadarus seperti di bulan Ramadhan. Apakah kita boleh melantangkan suara atau justru harus perlahan?

Berikut ini akan dijelaskan lebih detail mengenai hukum membaca al-quran di dekat orang shalat. Agar nantinya kamu tak mengalami keraguan atau bingung lagi.

Hukum Membaca Al-quran Dekat Orang Shalat

Dikutip dari NU Online, disebutkan bahwa jika untuk tadarus al-quran memang dianjurkan untuk dilakukan secara lantang atau istilahnya jahr. Anjuran ini bisa dilakukan saat bulan Ramadhan atau tidak, baik di masjid atau tempat lainnya. Meski begitu, ada yang perlu dipertimbangkan. Terutamanya tentang situasi sekitar.

Kamu perlu memeriksa terlebih dahulu apakah aktivitasmu akan mengganggu orang yang ada di sekitar, contohnya mereka yang sedang melaksanakan shalat. Sebab, bisa saja suara lantang dalam membaca al-quran tersebut bisa mengganggu konsentrasi orang yang shalat. Atau jika di tempat selain masjid, bisa juga mengganggu orang yang sedang istirahat atau butuh ketenangan.

BACA JUGA: Mendahului Imam Saat Shalat, Bagaimana Hukumnya?

Hadits Atau Dalil Tentang Membaca Al-quran Dekat Orang Shalat

Ada beberapa hadits atau dalil yang berkaitan dengan hukum atau aturan membaca alquran di dekat orang yang shalat. Di antaranya seperti yang telah dikutip dari NU Online berikut ini:

Membaca Al-quran Di Dekat Orang Yang Sedang Shalat

Tapi siapa saja yang membaca Al-Qur’an ketika orang lain sedang melakukan shalat, maka ia tidak boleh membacanya dengan jahr yang dapat membuat mereka bimbang karenanya. Nabi Muhammad SAW suatu hari keluar menemui sahabatnya yang (sebagian sedang) melakukan shalat di masjid. Rasulullah SAW menyeru, ‘Wahai sekalian manusia, setiap kalian bermunajat dengan Tuhannya. Oleh karenanya, jangan sebagian kalian melantangkan bacaan atas sebagian yang lain,’

(HR Abu Dawud, An-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abdur Razaq, dan Al-Baihaqi)

Badruddin Az-Zarkasyi, Al-Burhan fi Ulumil Qur’an, [Kairo, Darul Hadis: 2018 M/1440 H], halaman 311

Aturan tentang membaca al-quran dengan lantang

Zikir dan sejenisnya antara lain membaca Al-Quran dengan lantang di masjid tidak makruh kecuali jika menggangu konsentrasi orang yang sedang sembahyang atau mengusik orang yang sedang tidur. Tetapi jika bacaan Al-Quran dengan lantang itu lebih banyak mengganggu (menyakiti orang lain), maka saat itu bacaan Al-Quran dengan lantang mesti dihentikan. Sama halnya adengan orang yang duduk setelah azan dan berzikir. Demikian halnya dengan setiap orang yang datang untuk shalat ke masjid, lalu duduk bersamanya, kemudian mengganggu konsentrasi orang yang sedang sembahyang. Kalau di sana tidak memunculkan suara yang mengganggu, maka zikir atau tadarus Al-Quran itu itu hukumnya mubah bahkan dianjurkan untuk kepentingan seperti taklim jika tidak dikhawatirkan riya,

Lihat Sayyid Abdurrahman Ba’alawi, Bughyatul Mustarsyidin, [Beirut: Darul Fikr, 1994 M/1414 H], halaman 108

Jangan lupa untuk download aplikasi Maqmur dan temukan fitur-fitur islami yang akan membuat perjalanan ibadahmu makin lengkap.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Keutamaan Sholat Tepat Waktu dan Tips Melaksanakannya 6 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Pagi Yang Berisi Permintaan Rasulullah 2 December 2021
Blog, Inspirasi Islami
Jangan Membaca Al-qur’an Dengan Niat Berikut Ini 30 November 2021