Arti Ucapan Lebaran Idulfitri Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

11 May 2021

Mengapa ketika lebaran sering kali kita mengucapkan “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum”? Dan apa sih hukumnya memberi ucapan selamat lebaran?

Di era pandemi begini, memang tidak disarankan untuk bertemu, berjabat tangan bahkan berpelukan saling meminta maaf seperti momen lebaran sebelum-sebelumnya. Namun bukan berarti ini menjadi penghalang untuk merayakan lebaran. Kamu tetap bisa kamu mempersiapkan ucapan untuk dikirimkan ke keluarga dan sanak saudara dan mengirimkannya beserta parsel atau sekadar melalui telepon dan pesan.

Tahu tidak apa ucapan yang paling sering dipakai saat hari raya idulfitri? Ya, ada dua ucapan populer yang biasa disematkan yaitu Minal aidin wal faidzin serta Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Nah ternyata, salah satu dari ucapan ini tidak tepat lho diucapkan untuk lebaran. Simak deh penjelasan berikut ini.

Arti ungkapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Secara sederhana, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum diartikan sebagai “Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.” Ini merupakan ungkapan yang paling sering diucapkan di hari raya idulfitri. Dan ternyata, ada riwayat dari para sahabat radhiyallahu’anhum mengenai ucapan ini.

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata, “Dahulu para sahabat Nabi shalallahu’alaihi wasallam mengucapkan ‘Taqabbalallahu minna wa minkum’ ketika saling bertemu di hari Idul Fitri.” Al-Hafidz (Ibnu Hajar) berkata tentang riwayat ini, “Sanadnya hasan.”

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Tidak mengapa hukumnya bila seseorang mengucapkan kepada saudaranya saat Idul Fitri, ‘Taqobbalallahu minna wa minkum’.” Dinukil Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni.

Apakah ada dasar hukum syariat tentang ungkapan Taqabbalallahu minna wa minkum’?

Dulu Ibnu Taimiyyah ra pernah ditanya, “Apa hukum mengucapkan selamat di hari raya sebagaimana banyak diucapkan oleh orang-orang? Seperti ‘indaka mubarak (semoga engkau memperoleh barakah dihari Idul Fitri) dan ucapan yang senada. Apakah hal ini memiliki dasar hukum syariat ataukah tidak? Jika memiliki dasar hukum syariat bagaimana seharusnya ucapan yang benar?”

Beliau pun menjawab, “ Adapun hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya yang diucapkan satu dengan yang lainnya ketika selesai shalat ied seperti “Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik” (Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu), dan yang semisalnya, telah diriwayatkan dari sebagian sahabat bahwasanya mereka melakukannya dan para imam memberi keringanan perbuatan ini seperti Imam Ahmad dan yang lainnya. Akan tetapi Imam Ahmda berkata, “Aku tidak akan memulai mengucapkan selamat kepada siapa pun. Namun jika ada orang yang memberi selamat kepadaku akan kujawab. Karena menjawab tahiyyah (penghormatan) adalah wajib. Adapun memulai mengucapkan selamat kepada oranglain maka bukanlah bagian dari sunnah yang dianjurkan dan bukan pula sesuatu yang dilarang dalam syariat. Barangsiapa yang melakukannya maka ia memiliki qudwah (teladan) dan orang yang meninggalkan pun juga memiliki qudwah (teladan). Wallahu a’lam.”

Arti ungkapan Minal aidin wal faidzin

Selain “Taqabbalallahu minna wa minkum“, biasanya pada ucapan lebaran ada juga yang memakai ungkapan “Minal aidin wal faidzin”. Yang juga sering dikira bermakna mohon maaf lahir dan bathin. Benarkah itu? Dari segi bahasa, “Minal aidin wal faidzin” memiliki arti “Termasuk dari orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang”. Arti ini didapat dari potongan-potongan kata dalam ungkapan itu sendiri.

Kata “min” artinya ‘termasuk’, “ml-aidin” artinya ‘orang-orang yang kembali’, “wal” artinya ‘dan’, serta “al-faizin” artinya ‘menang’. Wah, jadi selama ini kita salah kaprah ya kalau memaknai ungkapan ini memiliki arti ‘mohon maaf lahir dan bathin’? Di Arab sendiri, ungkapan ini tidak digunakan sebagai ucapan lebaran melainkan hanya diartikan kata per katanya saja. Pun sebenarnya tidak ada hadits yang spesifik mengatakan bahwa ungkapan ini merupakan ucapan untuk hari raya.

Lantas, lebaran nanti beri ucapan apa?

Dari penjelasan di atas serta hadits yang ada, lebaran nanti kamu bisa beri ucapan Taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair‘ yang artinya adalah “Semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadlan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan.”

Dan jika seorang lain mengucapkan ini padamu, maka balaslah dengan menggunakan ucapan yang sama. Hal ini seperti yang tertulis di kitab Fathul Bari karya Al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani, yang berbunyi:“Telah sampai kepada kami riwayat dengan sanad yang hasan dari Jubai bin Nufair, ia berkata: “Jika Para sahabat Rasulullah saling bertemu di hari raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya: “Taqabbalallahu minnaa wa minkum.” (Fathul Bari, juz II, halaman 446), dikutip dari Kumparan.


Sudah tidak bingung lagi kan dengan arti Taqabbalallahu minnaa wa minkum?