Foto Hajar Aswad Dirilis, Batu yang Sunnah Disentuh Umat Islam

5 May 2021

Setiap umat Islam pasti merindu untuk bisa datang mengunjungi rumah Allah baik dengan melaksanakan ibadah umrah maupun haji. Salah satu tujuan ketika mengunjungi rumah Allah adalah menyentuh Hajar Aswad. Namun tidak semua umat Islam beruntung bisa menyentuhnya ketika beribadah di rumah Allah sebab begitu banyak orang berdesakan juga ingin melakukan hal yang sama. Baru-baru saja, Presiden Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merilis foto Hajar Aswad close-up dengan resolusi tinggi.

Foto tersebut dikatakan diambil menggunakan teknologi Fox Stack Panorama sehingga menghasilkan gambar dengan kejelasan tingkat tinggi dan akurasi besar. Kabarnya, diperlukan waktu sekitar 7 jam dan 1050 gambar untuk mendapatkan foto beresolusi 40.000 Megapixel. Gambar tersebut juga diedit selama 50 jam. Wah, perjuangan besar sekali ya?

Foto Hajar Aswad. Sumber : Instagram/reasahalharmain

Sejarah Hajar Aswad

Hajar Aswad tentu selalu identik dengan Ka’bah, arah kiblat umat Islam. Pada sejarahnya, banyak yang meyakini bahwa Hajar ASwad ditemukan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail. Kala itu disebutkan bahwa mereka sedang mencari batu untuk membangun Ka’bah dan menemukan batu ini.

Sebenarnya hingga kini belum ada kesimpulan secara saintis tentang tipe dan asal dari batu Hajar Aswad tersebut. Hal ini terjadi karena adanya aturan tentang tidak diperbolehkannya untuk mengotak-atik Hajar Aswad. Meski begitu, sebagai khalayak umum kita mengetahui batu Hajar Aswad ini sebagai batu agate, basal atau meteroit. Dan mungkin memang sebaiknya itu tetap menjadi rahasia Allah.

Lalu bagaimana batu ini akhirnya ada di Ka’bah? Ternyata ketika Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, malaikat Jibril menyerahkan batu tersebut untuk diletakkah di sudut Ka’bah. Namun dalam perjalanannya, Hajar Aswad pernah dipindahkan sementara dari Ka’bah. Hal ini terjadi karena dinding Ka’bah yang retak akibar banjir besar yang menimpa kota Mekkah. Alhasil Ka’bah harus dipugar dan Hajar Aswad diamankan.

Setelah pemugaran selesai, sempat terjadi perebutan hak atas siapa yang berhak mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Para kabilah yang berdebat kemudian ditengahi oleh Nabi Muhammad SAW. Akhirnya, Hajar Aswad diletakkan di sebuah kain lebar dan dipegang oleh masing-masing pemimpin kabilah. Mereka lalu mengangkat kain tersebut dan mengembalikan Hajar Aswad ke tempat semula.

Insiden lain juga pernah menimpa Hajar Aswad yaitu pencurian. Saat itu sekitar tahun 930 M, pejuang Qarmatian, sekte Syiah Ismaeeli menjarah Mekkah. Mereka memenuhi sumur Zamzam dengan mayat-mayat orang Muslim. Tak hanya itu, mereka juga mengambil Hajar Aswad dan membawanya ke Ihsaa atau Bahrain. Baru pada tahun 952 M Hajar Aswad dikembalikan ke Mekkah dan kembali ke Ka’bah.

Fakta tentang Hajar Aswad

Ada satu fakta tentang batu Hajar Aswad yang mungkin kamu belum ketahui. Batu yang sering disebut dengan Batu Hitam ini ternyata dulunya berwarna putih. Hal ini seperti yang disebutkan dalam buku Tapak Sejarah Seputar Mekah-Madinah oleh Muslim H.Nasution, dikutip dari Detik. Warna putih Hajar Aswad ini seiring berjalannya waktu berubah menjadi hitam kemerahan seperti sekarang.

Instal MAQMUR Di Ponselmu Untuk Hijrah Finansial

Istimewanya jika bisa mencium Hajar Aswad

Kamu pasti sering dengar cerita tentang umat Islam yang begitu ingin menyentuh Hajar Aswad. Ketika sudah bisa sampai ke rumah Allah, memang tak lengkap rasanya jika tidak menyentuh bahkan mencium Hajar Aswad. Dan bukan tanpa alasan, ada keistimewaan jika kamu bisa menyentuh dan mencium Hajar Aswad. Apakah itu?

Ternyata, disebutkan bahwa nanti di hari kiamat Hajar Aswad akan memberikan kesaksian atas siapa-siapa yang melakukan istilam kepadanya. Istilam adalah sebutan untuk mencium atau mengangkat tangan ke arah Hajar Aswad. Mereka yang berhasil melakukan istilam akan diberi syafaat di hari kiamat.

Foto Hajar Aswad. Sumber : Instagram/reasahalharmain

Meski memiliki keistimewaan tersebut, hukum mencium Hajar Aswad adalah sunnah. Jadi jika tak bisa menyentuhnya secara langsung, kamu juga bisa menggapainya dengan tongkat atau lainnya lalu mencium bagian benda yang menyentuh Hajar Aswad tersebut. Tak lupa, ketika melakukan hal tersebut beri isyarat tangan dan ucapkan takbir.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan Umar bin Khattab, yaitu : “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR Muslim)

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Lewat Depan Orang Shalat, Apa Hukumnya? 24 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Mengapa Harus Hafal Asmaul Husna? 22 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Tahan Emosi Saat Internet Lemot, Ini Balasan Bagi Orang Sabar 21 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Shalat Sunnah Ba’diyah, Ini Keutamaannya 18 September 2021