Home » Blog » Apa Instrumen Investasi Syariah Yang Cocok Untuk Persiapan Dana Haji?

Apa Instrumen Investasi Syariah Yang Cocok Untuk Persiapan Dana Haji?

Baru-baru saja, pemerintah Indonesia mengeluarkan pengumuman bahwa tahun ini tidak akan ada pemberangkatan haji. Alasannya karena larangan yang dikeluarkan Arab Saudi terkait negara mana saja yang warganya tak diperbolehkan masuk karena pandemi COVID-19. Hal ini tentu saja membuat kecewa banyak pihak, terutama mereka yang sudah lama menabung dan mendambakan ingin segera bisa menginjakkan kaki di rumah Allah.

Ibadah haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang hukumnya boleh dilakukan jika dalam keadaan mampu. Yang dimaksudkan ini tak hanya mampu secara fisik dan mental namun juga finansial. Sebab itulah, demi bisa menunaikan haji seorang muslim melakukan banyak cara seperti menabung konvensiona, menabung berjangka hingga berinvestasi. Kali ini, secara spesifik kita akan membahas tentang bagaimana cara mengumpulkan dana haji dengan investasi. Mengapa harus investasi? Apa instrumen investasi yang paling cocok dan masuk akal?

Tabungan atau investasi untuk dana haji?

Sebenarnya tidak ada yang salah jika kamu ingin mengumpulkan dana haji dengan cara menabung, baik menabung konvensional atau menabung berjangka. Hanya saja, ketika menyimpan uang untuk tujuan tertentu dalam bentuk tabungan di bank tentu saja kamu harus mempertimbangkan beberapa faktor. Pertama, dalam tabungan pada bank tentu ada biaya admin dan biaya lain-lain yang sedikit banyak memangkas uang yang kamu tabung.

Selain itu, jika tabungan yang kamu pilih adalah tipe yang mudah dicairkan, bisa saja kamu tergoda untuk menggunakannya atau mungkin malah kamu jadikan dana untuk keadaan darurat. Kalau sudah begitu, bisa jadi tujuanmu untuk mengumpulkan dana haji tidak akan tercapai dalam waktu yang kamu inginkan. Akibatnya kamu harus menunda untuk bisa berangkat ibadah haji.

Lantas bagaimana dengan investasi? Pada umumnya, investasi dilakukan untuk periode jangka panjang dengan tujuan mendapatkan passive income di masa depan. Investasi, jika dilakukan dengan cara dan pada tempat yang benar, bisa menghasilkan keuntungan. Ini tentu bisa kamu pakai untuk mengumpulkan dana haji. Caranya?

Ada investasi syariah yang bisa kamu gunakan untuk mengumpulkan dana haji. Kamu tak perlu ragu dengan sumber uang yang didapat sebab uang yang kamu tempatkan dikelola sesuai dengan prinsip Islam. Kini PR-nya adalah apa instrumen investasi yang cocok untukmu dan tujuanmu.

Investasi yang cocok untuk pengumpulan dana haji

Di Indonesia, investasi bisa dilakukan secara konvensional dan juga secara syariah. Sebenarnya perbedaannya hanya dalam pengelolaannya saja. Pada investasi syariah, semua hal yang berkenaan dengan pengelolaan akan didasarkan dengan prinsip islam. Sehingga kamu tak perlu takut dengan riba atau hal-hal yang dilarang oleh agama Islam.

Seperti investasi pada umumnya, ada berbagai instrumen investasi yang juga bisa kamu temukan di investasi syariah. Satu atau beberapa di antaranya mungkin cocok dengan profil dan kemampuanmu. Apa sajakah instrumen investasi syariah yang bisa kamu gunakan untuk mengumpulkan dana haji?

  • Reksadana syariah

Reksadana adalah instrumen investasi yang disarankan untuk dipilih untuk investor pemula. Mengapa? Sebab reksadana memiliki resiko yang lebih rendah. Selain itu, investasi ini juga bisa dimulai dengan modal yang tidak terlalu memberatkan. Dengan Rp100.000 saja kamu sudah bisa berinvestasi.

Yang membedakan reksadana syariah dengan konvensional adalah adanya akad serta cara dan portofolio yang disesuaikan dengan prinsip agama islam. Selain itu, keamanan transaksi reksadana syariah juga diatur dalam Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal oleh OJK.

  • Deposito syariah

Jika kamu lebih nyaman mengumpulkan dana haji dengan tabungan, maka tabungan berjangka atau deposito syariah bisa jadi pilihan. Pada deposito syariah ini, kamu juga akan mendapatkan keuntungan dalam waktu dan jumlah yang sesuai dengan kesepakatan.

Darimana keuntungan yang kamu dapat? Dalam deposito syariah, keuntungan diperoleh dari nisbah atau bagi hasil dari investasi produk usaha yang halal. Selain itu, dalam deposito syariah ada akad mudhabarah yang harus dilakukan. Ini adalah akad kerjasama antar kamu sebagai pemilik dana dan nasabah.

  • Sukuk

Sukuk adalah instrumen investasi syariah yang bisa digunakan untuk sarana menabung dana haji. Ada beberapa keuntungan jika kamu menggunakan sukuk di antaaranya adalah return yang tinggi daripada deposito. Sukuk juga terbilang aman karena berupa surat utang yang diterbitkan oleh negara.

Salah satu hal yang bisa jadi pertimbangan untuk memilih sukuk adalah investasi ini biasanya butuh waktu yang cukup lama untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, investasi ini juga tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Meski begitu, resiko yang rendah pada instrumen investasi ini akan m embuatmu merasa aman dalam berinvestasi.

Bagaimana, mulai tertarik untuk beralih ke investasi syariah saja untuk mengumpulkan dana haji?

BACA JUGA : Benarkah Arah Kiblat Umat Islam Pernah Berubah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *