Amalan Menikah di Bulan Syawal, Seperti Yang Dilakukan Rasulullah

17 May 2021

Bulan Syawal adalah salah satu waktu yang paling dinanti oleh umat Islam. Bulan ini adalah penanda berakhirnya bulan Ramadhan serta datangnya hari kemenangan yaitu hari raya idul fitri. Di bulan ini juga terdapat banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan oleh umat islam. Mulai dari puasa syawal, i’tikaf, silaturahmi hingga menikah.

Tentang menikah ada di al-quran serta hadits

Dalam surat Ar-Rum ayat 21 dijelaskan bahwa pernikahan adalah salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Ayat ini berbunyi :

Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Ada juga perintah untuk menikah yang tertuang dalam surat An-Nur ayat 32 yang berbunyi :

Wa ankihul ayaamaa minkum was saalihiina min ‘ibaadikum wa imaa’kum; iny-yakuunuu fuqaraaa’a yughni himul laahu min fadlih; wal laahu Waasi’un ‘Aliim

Artinya : “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

Selain itu, ada beberapa sabda Rasulullah yang juga menceriterakan tentang pernikahan. Salah satunya, berbunyi :

“Hai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu menanggung biaya perkawinan, maka hendaklah ia kawin. Karena sesungguhnya kawin itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, hendaknyalah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu dapat dijadikan peredam (berahi) baginya”.

Selain itu, ada juga hadits lain yang berbunyi :

“Ada tiga macam orang yang berhak memperoleh pertolongan dari Allah, yaitu orang yang nikah karena menghendaki kesucian, budak mukatab yang bertekad melunasinya, dan orang yang berperang di jalan Allah.” (Hadis riwayat imam Ahmad, Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah).

Nikmati Berbagai Fitur Islami di Maqmur, Download Sekarang!

Tentang menikah di bulan syawal

Ketika akan melangsungkan pernikahan, tentu saja pihak calon pengantin harus menentukan kapan hari dan tanggal pernikahan. Dalam ajaran Islam, sebenarnya semua waktu adalah waktu yang baik. Namun ada satu waktu yang dianjurkan untuk melangsungkan pernikahan. Waktu tersebut adalah pada bulan Syawal.

Ada beberapa alasan mengapa menurut Islam, menikah di bulan syawal adalah amalan yang baik. Salah satunya adalah karena Rasulullah sendiri juga menikahi Aisyah di bulan syawal. Hal ini seperti yang dituangkan dalam hadist Aisyah ra yang berbunyi :

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawwal dan berkumpul denganku pada bulan Syawwal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” ( HR Muslim no. 2551, At-Tirmidzi no. 1013, An-Nasai no. 3184, Ahmad no. 23137 )

Bukan tanpa alasan, Rasulullah menikahi Aisyah di bulan syawal ternyata didasari oleh sebuah tujuan. Pada zaman itu, menikah di bulan syawal atau di waktu-waktu antara dua Id (Idul adha dan idul fitri) dianggap sebagai waktu yang membawa sial. Pernikahan yang dilaksanakan pada waktu tersebut dipercaya akan berujung dengan perceraian. Ini adalah anggapan yang dipercaya oleh orang-orang Arab Jahiliyah.

Konon kepercayaan ini terjadi karena pada bulan tersebut, unta betina mengangkat ekornya sebagai tanda tidak ingin menikah serta tanda penolakan ketika unta jantan mendekat. Hal ini kemudian dijadikan dasar mengapa pada bulan syawal para wali enggan menikahkan serta para wanita enggak untuk dinikahi. Hal ini tentu bisa dikatakan sebagai perbuatan yang menjurus ke arah syirik. Karenanya, untuk menepis anggapan tersebut, Rasulullah menikahi Aisyah di bulan syawal. Pernikahan di bulan syawal pun kemudian dianggap sebagai ibadah dan sunnah Nabi.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021