Ada Apa di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar?

6 October 2021

Assalamualaikum Sahabat Maqmur,

Bulan Safar sering kali diidentikkan dengan waktu yang penuh dengan kesialan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan tentang hari rabu terakhir bulan safar. Rabu terakhir ini disebut sebagai hari turunnya bala atau cobaan pada umat manusia. Hari tersebut juga memiliki nama lain yaitu Rebo Wekasan.

Jika dilihat dari kalender Masehi, Rebo Wekasan tersebut akan jatuh pada 6 Oktober 2021 atau hari ini. Sebenarnya, ada apa sih di hari rabu terakhir bulan safar ini sehingga disebut sebagai waktu turunnya bala atau cobaan? Berikut ulasan yang bisa kamu simak.

Kisah Awal Mula Tradisi Rebo Wekasan

Dari berbagai sumber disebutkan bahwa tradisi ini sudah ada sejak abad ke-17. Konon tradisi ini ada di berbagai wilayah di Indonesia seperti Aceh, Sumatera, Jawa, Riau, Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Sulawesi. Meski tak terlalu jelas bagaimana awal mulanya, namun pada masa tersebut di rabu terakhir bulan Safar selalu ada tradisi yang dilaksanakan.

Misalnya, di Aceh Selatan ada Makmegang dimana terdapat ritual di tepi pantai yang berisi doa bersama. Biasanya ritual ini dipimpin oleh Teungku dan tokoh agama, serta masyarakat. Sedangkan di Jawa, ada juga yang melakukan ritual serupa. Namun ada juga yang melakukan shalat khusus seperti yang ada di Banten, Tasikmalaya dan beberapa lainnya. Ada juga tradisi membuat lemper raksasa di Yogyakarta atau petik laut di Banyuwangi.

BACA JUGA: Mengenal Rebo Wekasan dan Hukumnya Dalam Islam

Adakah Amalan Yang Mesti Dilakukan?

Saat rabu terakhir di bulan Safar datang, ada amalan yang dianjurkan yakni shalat sunnah 4 rakaat. Shalat ini bisa dilaksanakan dengan satu atau dua salam. Ada anjuran bacaan surat yang mesti dilakukan pada shalat ini yaitu setelah membaca surat Al-Fatihah, bacalah :

  • Surat Al-Kautsar 17 kali.
  • Surat Al-Ikhlas 5 kali.
  • Surat Al-Falaq 1 kali.
  • Surat An-Nas 1 kali.

Kemudian setelahnya bisa dilanjutkan dengan doa tolak bala yaitu:

Allahumma inni a’uudzu bika  min jahdil balaa-i  wa darokisy syaqoo-i  wa suu-il qodhoo-i  wa syamaatatil a’daa-i.

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari cobaan yang berat dan dari kesengsaraan yang hebat, dari takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan.

Niat Shalat Tolak Bala

Jika shalat dilakukan dengan satu salam, kamu bisa membaca niat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

atau dua salam dengan niat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Setelah selesai shalat, bacalah doa:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Kemudian ditambah dengan:

  • Istighfar 70 kali.
  • Shalawat 100 kali.
  • Hasbunallah wani’mal wakil 70 kali.
  • Surat Yasin sampai ayat Salamun qoulan mirrobir rahim sebanyak 3131 kali dan mengucapkan doa: Ya Allah, semoga kami dan keluarga selamat dari musibah, bala dan lainnya. Amin.
Sempurnakan ibadah dengan fitur islami di aplikasi Maqmur. Download sekarang juga!

Hadits Tentang Rabu Terakhir Di Bulan Safar

Mengenai rabu terakhir di bulan safar yang sarat dengan kenaasan ternyata memang terdapat dalam sebuah hadits dhaif. Bunyinya:

Dari Ibn Abbas ra, Nabi Saw bersabda:

Rabu terakhir dalam sebulan adalah hari terjadinya naas yang terus-menerus.” HR. Waki’ dalam al-Ghurar, Ibn Mardawaih dalam at-Tafsir, dan al-Khathib al-Baghdadi. (dikutip dari Al-Hafidz Jalaluddin al-Suyuthi, al-Jami’ al-Shaghir, juz 1, hal. 4, dan al-Hafizh Ahmad bin al-Shiddiq al-Ghumari, al-Mudawi li-‘Ilal al-Jami’ al-Shaghir wa Syarhai al-Munawi, juz 1, hal. 23).

Hadits ini tidak berkaitan dengan hukum seperti wajib, halal atau haram dan lainnya melainkan bersifat sebagai peringatan saja.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Selain Samawa, Ucapkan Ini Doa Untuk Pengantin Baru 22 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Marak Kabar Perceraian, Ini Doa Rumah Tangga Langgeng 21 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Rasulullah Sunnahkan 7 Hal Ini Saat Bangun Tidur 20 October 2021
Blog, Inspirasi Islami
Bulan Baik Untuk Menikah, Salah Satunya Bulan Ini 19 October 2021