4 Hukum Ibadah Kurban Yang Patut Diketahui

8 July 2021

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS Al-Kautsaar: 2). Ini adalah salah satu ayat alquran yang berisi tentang perintah melaksanakan kurban. Lantas apakah hukum ibadah kurban adalah wajib? Menurut para ulama, kurban hukumnya sunnah muakad. Sedang menurut mazhab Abu Hanifah, kurban hukumnya adalah wajib dengan berbekal ayat alquran di atas.

Dalam berkurban, ada beberapa hukum yang mungkin belum terlalu familiar terdengar. Padahal isinya sangat dekat dengan masalah yang sering muncul ketika hari raya kurban mendekat. Untuk lebih memahami, simak penjelasan mengenai hukum-hukum ibadah kurban berikut ini :

  • Hukum Ibadah Kurban Patungan

Yang kita tahu, kurban biasanya dilakukan oleh seorang muslim atau satu keluarga muslim. Lantas, bagaimana jika beberapa orang tanpa ikatan darah melakukan patungan untuk kurban? Pada sabda rasulullah, aari Abul Aswad As-Sulami dari ayahnya, dari kakeknya, berkata:

“Saat itu kami bertujuh bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam suatu safar, dan kami mendapati hari Raya ‘Idul Adha. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengumpulkan uang setiap orang satu dirham. Kemudian kami membeli kambing seharga 7 dirham. Kami berkata:” Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam harganya mahal bagi kami”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Sesungguhnya yang paling utama dari qurban adalah yang paling mahal dan paling gemuk”. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan pada kami. Masing-masing orang memegang 4 kaki dan dua tanduk sedang yang ketujuh menyembelihnya, kemudian kami semuanya bertakbir” (HR Ahmad dan Al-Hakim).

Ibnul Qoyyim kemudian mengemukakan, “Mereka diposisikan sebagai satu keluarga dalam bolehnya menyembelih satu kambing bagi mereka. Karena mereka adalah sahabat akrab. Oleh karena itu sebagai sebuah pembelajaran dapat saja beberapa orang membeli seekor kambing kemudian disembelih. Sebagaimana anak-anak sekolah dengan dikoordinir oleh sekolahnya membeli hewan qurban kambing atau sapi kemudian diqurbankan.”

  • Bolehkah Daging Kurban Dijual?

“Siapa yang menjual kulit hewan qurban, maka dia tidak berqurban” (HR Hakim dan Baihaqi).

Dari hadits tersebut serta pendapat para ulama, hukum menjual bagian apapun dari hewan kurban hukumnya adalah makruh mendekati haram. Sebab, daging dari hewan kurban tersebut menjadi hilang nilai manfaat dan tujuannya.

  • Hukum Ibadah Kurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu berniat untuk melakukan kurban bagi keluarga yang telah meninggal.

a. Hukumnya diperbolehkan jika sebelumnya telah ada wasiata atau wakaf

b. Jika bentuknya adalah nadzar, maka hukumnya wajib dilaksanakan

c. Apabila tanpa wasiat namun keluarga ingin melakukan kurban, menurut ulama hukumnya diperbolehkan

  • Bagaimana Hukum Memberi Upah Tukang Jagal Kurban?

Meski telah membantu jalannya kurban, tidak dianjurkan untuk memberi upah tukang jagal dari hewan kurban. Hal ini juga terdapat dalam sebuah hadits :

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk menjadi panitia qurban (unta) dan membagikan kulit dan dagingnya. Dan memerintahkan kepadaku untuk tidak memberi tukang jagal sedikitpun”. Ali berkata:” Kami memberi dari uang kami” (HR Bukhari).

BACA JUGA : 15 Ucapan Idul Adha 1442 H, Ketika Berbagi Terhalang Pandemi

Jika pengetahuan ini bermanfaat untukmu, kamu bisa bagikan artikel ini di sosial mediamu ya.

Dalam rangka Idul Adha, Maqmur update aplikasi versi terbaru! Sekarang kamu bisa berkurban melalui aplikasi Maqmur melalui kerjasama dengan Dompet Dhuafa dan ACT. Beli hewan kurban jadi mudah, praktis dan terpercaya. Unduh sekarang juga!