4 Amalan Yang Bisa Dilakukan Selama Bulan Syawal

18 May 2021

Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan bulan Syawal. Di bulan inilah kita bertemu dengan hari raya idul fitri, dimana setiap umat islam akan kembali ke fitrah. Silaturahmi, saling bermaaf-maafan biasanya juga dilakukan di bulan ini. Bulan syawal juga merupakan penanda bahwa kita telah menuntaskan ibadah puasa di waktu Ramadhan.

Meski begitu, bukan berarti kita berhenti melakukan amalan dan ibadah. Di bulan ini, ada juga amalan yang sifatnya sunnah jika dikerjakan. Apa sajakah amalan tersebut?

Puasa selama enam hari di bulan syawal

“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR. Muslim).

Sebelum memasuki bulan Syawal, kita terlebih dahulu harus menuntaskan Ramadhan dengan ibadah puasa selama kurang lebih 30 hari penuh dilakukan. Setelah datang tanggal 1 Syawal, disunnahkan bagi umat Islam untuk melakukan puasa selama enam hari. Puasa ini boleh dilakukan dari tanggal 2 hingga 7 Syawal, dengan cara senin-kamis atau pada tanggal lainnya selama masih di bulan ini.

Keutamaan dari puasa enam hari ini sering disebut memiliki pahala yang setara dengan puasa satu tahun. Sebagaimana tertulis dalam hadits di atas. Ternyata, penjelasannya ada dalam hadits berikut ini yang dikutip dari NU Online :

Syekh Khatib al-Syarbini menjelaskan: “Imam al-Nasa’i meriwayatkan hadits; pahala puasa bulan Ramadhan sebanding dengan berpuasa sepuluh bulan, pahala berpuasa enam hari Syawal sebanding dengan berpuasa dua bulan, maka yang demikian itu adalah puasa satu tahun. Maksudnya seperti berpuasa wajib selama setahun, sebab jika tidak demikian maka tidak terkhusus dengan Ramadhan dan enam hari Syawal, sebab satu kebaikan dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kali lipat” (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2, hal. 184).

Menikah di bulan syawal

Dikisahkan dari Aisyah RA “Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?,” (HR. Muslim, An Nasa’i)

Pada saat bulan ini kamu mungkin sering menemui kerabat atau saudara yang melangsungkan pernikahan. Ternyata, menikah di bulan Syawal memang bersifat sunnah. Alasannya adalah karena Rasulullah SAW sendiri juga menikahi Aisyah pada saat Syawal.

Kala itu dipercaya bahwa Syawal adalah waktu yang paling buruk sebab pernikahan pasti akan rusak dan berujung dengan perceraian. Ini didasari oleh cerita bahwa unta betina di bulan ini selalu menolak untuk didekati dan dikawini oleh unta jantan. Menurut orang Arab Jahiliyah, ini adalah pertanda waktu yang tidak baik untuk menikah. Tentu saja, kepercayaan ini adalah perihal yang menuju kesyirikan dan harus dihilangkan. Oleh karenanya, Rasulullah kemudian memutuskan untuk menikahi Aisyah.

Unduh Aplikasi MAQMUR Di Ponselmu Sekarang Juga

Bersilaturahmi di bulan syawal

Bergantinya bulan Ramadhan menjadi Syawal juga menjadi penanda datangnya hari kemenangan yang ditunggu oleh umat Islam. Di hari pertama bulan ini umat Islam merayakan hari raya idul fitri. Dimana pada hari ini sesama muslim akan saling meminta maaf atas kesalahan dan dosa yang diperbuat, serta kembali ke fitrah.

Dalam merayakan hari raya idul fitri, pasti ada momen silaturahmi. Perihal ini ternyata memang termasuk amalan sunnah yang sebaiknya tidak dilewatkan. Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT :

“Allah berfirman, “Aku adalah Mahapengasih dan ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (HR Abu Dawud).

Melakukan i’tikaf

Selama ini mungkin kamu lebih sering mendengar bahwa i’tikaf dilakukan di akhir-akhir bulan Ramadhan. Tujuannya adalah demi mencapai malam Lailatul Qadar. Ternyata, I’tikaf juga bisa dilakukan di bulan syawal bahkan sifatnya sunnah. I’tikaf di bulan ini dilakukan dengan tujuan untuk makin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam melakukan i’tikaf, seorang muslim bisa berdiam diri di masjid sambil melakukan amalan dan ibadah. Selama i’tikaf, kamu bisa mengisinya dengan berdzikir, sholat 5 waktu, sholat malam, sholat sunnah dan membaca al-quran.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021