17 Istilah Dalam Keuangan Syariah Yang Perlu Dipahami

20 May 2021

Tidak dipungkiri, di Indonesia kini makin banyak orang yang tertarik untuk mengelola keuangan syariah atau berdasarkan prinsip agama islam. Ditambah lagi dengan sekarang ini bank-bank ternama di Indonesia juga mulai membuka layanan perbankan syariah. Kamu yang sedang belajar agama Islam mungkin sudah memiliki ketertarikan dan ingin tahu lebih lanjut.

Sebenarnya, apa sih keuangan syariah dan mengapa ini menarik? Dilansir dari Bank Indonesia, syariah secara harfiah berarti jalan Allah seperti yang ditunjukkan dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Istilah ini dipakai untuk yang berhubungan dengan hukum Islam. Maka jika dikaitkan dengan dunia perbankan, keuangan syariah bisa diartikan sebagai aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana serta pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya.

Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang keuangan syariah, ada baiknya kamu pelajari terlebih dahulu istilah yang ada dan berhubungan dengan ini. Dilansir dari situs Bank Syariah Indonesia, setidaknya ada 17 istilah yang perlu kamu ketahui, yaitu :

Akad Wadiah

Diartikan sebagai perjanjian penitipan dana atau barang dari pemilik kepada penyimpan dana atau barang dimana pihak yang menyimpan wajib mengembalikan dana atau barang titipan dengan tempo sewaktu-waktu. Ada dua jenis akad wadiah yaitu :

  • Wadiah Yad adh-Dhamanah, dimana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat, saat si pemilik menghendakinya. 
  • Wadiah Yad al-Amanah, dimana si penerima titipan tidak bertanggungjawab atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada barang titipan selama hal ini bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan dalam memelihara titipan tersebut. 

Akad Mudharabah

Adalah perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha yang sesuai syariah. Adapun pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak dilakukan berdasarkan nisbah yang telah disepakati. Ada dua jenis akad mudharabah, yakni :

  • Mudharabah al-Mutlaqah, kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan penuh kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan dimuka. 
  • Mudharabah Muqqayadah, kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan terbatas kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi, dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka.

Akad Musyarakah

Dari situs Bank Syariah Indonesia, akad ini memiliki arti perjanjian pembiayaan atau penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan atau barang untuk menjalankan usaha yang sesuai syariah. Untuk pembagian hasil usaha dilakukan berdasarkan nisbah yang disepakati. Namun untuk pembagian kerugian ditentukan berdasarkan proporsi modal masing-masing.

Umumnya akad ini dilakukan pada proyek yang dibuat oleh dua pemilik modal atau lebih dengan menyatukan modal. Kemudian untuk pelaksananya biasanya hanya salah satu dari mereka. Akad ini bisa juga diterapkan pada usaha atau proyek yang biayanya sebagian berasal dari lembaga keuangan dan sebagian oleh nasabah.

Akad Murabahah 

Akad ini memiliki nama lain akad margin, diartikan sebagai perjanjian pembiayaan dimana transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin dan waktu pengembalian yang disepakati oleh para pihak,. Dalam akad ini penjual harus menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan ke pembeli.

Akad Salam

Perjanjian pembiayaan untuk transaksi jual beli barang yang mana pembeli memberikan uang secara penuh di muka. Spesifikasi barang yang dibeli sudah disebutkan dan disepakati, pengantaran barang dilakukan setelah uang diterima. 

Akad Istishna’

Perjanjian pembiayaan transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati oleh para pihak termasuk juga dengan mekanisme pembayaran sesuai dengan kesepakatan. Bank akan memenuhi pesanan nasabah dengan mensubkan pekerjaannya kepada pihak lain.

Nikmati Berbagai Fitur Islami di Aplikasi MAQMUR

Akad Qardh

Perjanjian pembiayaan untuk transaksi pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam hanya mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya ini untuk pembiayaan dana talangan dengan jangka waktu yang relatif pendek.

Akad Ijarah

Adalah perjanjian pembiayaan untuk transaksi sewa menyewa. Akad ini bisa dilakukan untuk barang dan juga jasa. Dengan akad ini, bank syariah memberikan hak kepada penyewa untuk memanfaatkan barang dengan imbalan uang sewa. Besarannya sesuai dengan persetujuan yang telah disepakati. Seperti transaksi sewa pada umumnya, barang dikembalikan kepada pemilik setelah masa sewa berakhir. 

Akad Ar-Rahnu

Dalam Ar-Rahnu atau gadai, barang jadi mempunyai nilai ekonomis dan digunakan sebagai sebagai jaminan hutang. Pada akadnya, tidak ada pemindahan kepemilikan atas barang jaminan tersebut. Pemindahan kepemilikan hanya terjadi dalam kondisi tertentu sebagai efek atau akibat dari kontrak. 

Akad Hawalah

Merupakan akad pemindahan nasabah kepada bank untuk membantu nasabah mendapatkan modal tunai. Dengan melakukan akad ini tujuannya nasabah dapat melanjutkan kegiatan produksi sehingga bank mendapat imbalan.  

Akad Kafalah

Dalam pemberian garansi atau jaminan dari pihak bank kepada nasabah, ada akad yang dilakukan yang bernama akad kafalah. Akad ini bertujuan untuk menjamin pelaksanaan proyek dan pemenuhan kewajiban. 

Nisbah

Adalah pembagian keuntungan usaha atau porsi bagi hasil untuk masing-masing pihak. Besarannya ditetapkan berdasarkan kesepakatan sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Margin 

Ialah besaran keuntungan yang disepakati bank dan nasabah atas transaksi pembiayaan dalam akad jual beli. Margin pembiayaan biasanya bersifat tetap (fixed) dan tidak berubah sepanjang jangka waktu pembiayaan.

Akad Wakalah

Merupakan akad perwakilan antara bank dan nasabah dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya dalam melakukan pekerjaan atau jasa tertentu.

Bai’al Muthlaq 

Dalam perbankan atau keuangan syariah, transaksi jual beli disebut dengan Bai’al Muthlaq. Ini adalah transaksi menukar barang dengan uang.

Muqayyad 

Jika kamu mengenal barter barang dengan barang, dalam keuangan syariah juga ada, namanya adalah Muqayyad. Jual beli semacam ini bisa dilakukan untuk ekspor yang tidak bisa menghasilkan mata uang asing (valas).

Sharf 

Dalam keuangan syariah, ada juga jual beli mata uang asing. Namanya adalah Sharf. Jual beli ini dilakukan dalam bentuk Bank Notes dan transfer. Tentunya dalam pelaksanaannya tetap menggunakan nilai kurs yang berlaku pada saat transaksi.

Baca Juga Artikel Terbaru Kami

Blog, Inspirasi Islami
Amalan Sunnah Hari Jumat Oleh Nabi Muhammad 15 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Baca Doa Dan Dzikir Ini Setelah Shalat Fardhu 14 September 2021
Blog, Inspirasi Islami
Doa Untuk Anak, Dapat Dibaca Setelah Shalat 13 September 2021