12 Tingkat Persahabatan Dalam Bahasa Arab

11 June 2021

Sebagai makhluk sosial, manusia tentu membutuhkan manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah kamu memiliki teman, ada kenalan, kolega hingga sahabat. Tapi, bagaimana sih hubungan persahabatan itu bisa terbentuk? Ternyata, hubungan ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa tingkatan atau level yang harus dilalui seseorang untuk mengubah dirinya dari seseorang yang hanya sekadar kenal hingga menjadi sahabat intim. Terbentuknya hubungan persahabatan ini bisa dijelaskan dalam tingkatan piramida. Namanya piramida persahabatan. Apa itu? Dan bagaimana piramida persahabatan dalam bahasa Arab bisa dijelaskan?

Piramida Persahabatan, Apa Itu?

Piramida persahabatan adalah cara mudah untuk menjelaskan tingkatan atau level dalam hubungan persahabatan. Jermaine Tucker dalam Humans menjelaskan, setidaknya ada 5 level dalam piramida persahabatan yaitu Stranger (orang asing), Acquaintance (sekadar kenal/tahu), Casual Friend (teman biasa), Close Friend (teman dekat) dan Intimate Friend (sahabat sejati).

Berbeda lagi dengan piramida persahabatan dalam bahasa Arab. Setidaknya ada 13 tingkatan dalam piramida ini. Apa saja? Berikut penjelasan singkat melansir cuitan dari @TaariqIsmail di Twitter. Urutan ini berdasarkan dari susunan piramida terendah.

  1. Tirb. Teman dengan usia yang sama
  2. Zamiil. Kolega atau teman yang hanya kamu sekadar kenal atau tahu
  3. Jaliis. Seseorang yang mana kamu nyaman untuk duduk bersama
  4. Samiir. Seseorang yang mana kamu nyaman untuk ngobrol bersama
  5. Nadiim. Teman minum, artinya seseorang yang mungkin kamu hubungi ketika kamu sedang tidak ada kesibukan
  6. Sahib. Mereka yang peduli dengan dirimu, baik kesejahteraan atau kesehatan
  7. Rafiiq. Mereka yang bisa kamu andalkan, kamu bisa bergantung padanya. Biasanya mereka ini yang kamu pilih untuk berlibur atau melakukan perjalanan.
  8. Sadiiq. Teman sejati yang bukan berteman denganmu karena motif tersembunyi. Mereka ini biasanya adalah orang-orang yang tulus.
  9. Khaliil. Teman akrab atau intim, yang mana jika berada di sekitar mereka membuatmu merasa bahagia dan utuh.
  10. Aniis. Seseorang yang sangat akrab dan kamu merasa nyaman ketika bersama mereka.
  11. Najiiy. Orang kepercayaan, pada mereka ini kamu bisa percaya seca penuh.
  12. Safiyy. Sahabat, satu atau beberapa teman yang kamu pilih di antara teman-teman lainnya.
  13. Qareen. Sahabat sejati yang mana kamu tidak bisa terpisahkan dari mereka. Biasanya mereka sangat akrab dan sudah tahu tentang satu sama lain secara mendalam.

Unduh Aplikasi MAQMUR Di Ponselmu Sekarang Juga

Tentang Memilih Teman Menurut Rasulullah

Pada dasarnya, kita sebagai manusia bisa berteman dengan siapa saja tanpa harus memandang status atau kelas tertentu. Mengenai teman dan persahabatan ini, Rasulullah pernah bersabda tentang peran dan dampak dari seorang teman. Beliau berkata, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

BACA JUGA : Temukan Arah Kiblat Indonesia Tahun 2021

Dari hadits tersebut, bisa disimpulkan bahwa penting untuk tetap memilih dengan siapa kita berteman berdasarkan apakah pertemanan itu membawa manfaat atau mudharat. Selain itu, Allah juga berfirman bahwa sebaiknya seorang muslim untuk berkawan dengan orang-orang saleh. Dalam surat Al-Kahf ayat 28, berbunyi :

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta men.Turuti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

Mengapa Harus Memilih Teman?

Dalam Islam sebenarnya tidak ada ajaran untuk terlalu memilih teman. Meski begitu, seorang muslim sebaiknya memilih teman yang bisa membawa manfaat bagi dirinya. Sebab bagaimanapun, teman atau lingkungan akan membawa pengaruh. Sebagaimana Imam Al-Ghazali ra menyebutkan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfah Al-Ahwadzi, 7: 94)

Nah, setelah tahu piramida persahabatan dalam bahasa Arab di atas, kira-kira apakah kamu sudah menemukan Qareen-mu yang membawa kebaikan untukmu?

SELANJUTNYA : Manfaat Membaca Alquran Hingga Hukum Membaca Alquran Digital

Baca Juga Artikel Terbaru Kami