Home » Arah Kiblat

Arah Kiblat

Terdapat satu peristiwa penting yang wajib umat Islam ketahui yaitu tentang perubahan arah kiblat. Tahukah kamu bahwa sebelumnya kiblat ibadah umat Islam  adalah Baitul Maqdis, Palestina? Kamu tidak sedang salah baca kok. Arah kiblat umat Islam awalnya memang bukan Ka’bah di Mekah. Di jaman Nabi Muhammad SAW, umat Islam pernah beribadah dengan kiblat Palestina selama 17 bulan 3 hari. Perubahan kiblat kemudian terjadi di bulan Sya’ban.

Ini seperti yang tertulis dalam Tafsir Ibnu Katsir, Abu Hatim Al-busti yang menyebutkan bahwa “Orang muslim pernah shalat menghadap Baitul Maqdis selama 17 bulan tiga hari. Hal ini berdasarkan perhitungan Rasulullah SAW tiba di Madinah pada Senin, tanggal 12 bulan Rabi’ul awwal.’Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi SAW untuk mengganti arah kiblat ke Ka’bah pada hari Selasa pertengahan bulan Sya’ban.”

Mengapa Arah Kiblat Umat Islam Berubah?

Ada beberapa alasan mengapa kiblat umat Islam akhirnya berpindah dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Seperti fakta bahwa di jaman Nabi Muhammad SAW, Baitul Maqdis dianggap sebagai kiblat bagi orang Yahudi. Menyadari hal ini, Rasulullah pernah menyampaikan keinginannya untuk mengubah kiblat pada Malaikat Jibril. “Wahai Jibril, aku lebih senang jika Allah memalingkanku dari kiblat orang Yahudi. Aku tidak menyukai arah kiblat mereka.” Malaikat Jibril kemudian menyampaikan pesan Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT hingga kemudian turun dan memberi wahyu tentang beralihnya arah kiblat.

Allah SWT memberikan firmanNya melalui surat Al-Baqarah ayat 144 yang berbunyi, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Meski begitu, ada juga alasan lain mengapa arah kiblat mengalami perubahan. Rasulullah kala itu ingin membuat orang Arab masuk agama Islam dengan senang hari. Karenanya berpindahnya arah kiblat menjadi Ka’bah dianggap sebagai cara untuk mengetuk pintu hati orang-orang Arab di jaman itu. Kemudian, Rasulullah juga memiliki keinginan untuk membuat masjid-masjid yang ada di kota kelahiranNya menjadi mulia. Selain itu, Ka’bah juga merupakan kiblat bagi Nabi Ibrahim.

Adakah Manfaat Dari Berubahnya Arah Kiblat?

Segala sesuatu yang diubah oleh Allah SWT tentu memiliki hikmah dan manfaat di baliknya. Pun juga dengan arah kiblat yang mengalami perubahan dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Dari surat Al-Baqarah ayat 143 bisa kita temukan apa saja manfaat berubahnya arah kiblat. Allah berfirman :

“Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah.”

Ternyata, secara tidak langsung ini merupakan sebuah bentuk ujian bagi umat Islam. Bagi yang beriman, maka tak akan ada ragu atau berpikir ulang dan akan mengubah arah kiblat bagi ibadah mereka. Namun, bagi mereka yang keberatan maka akan diragukannya keimanan dan kepatuhan mereka terhadap Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT.

Bagaimana Cara Menentukan Arah Kiblat?

Setelah sempat berubah, hingga kini Ka’bah yang berada di Mekah menjadi kiblat bagi semua umat Islam. Yang mana tentu saja tiap negara akan menyesuaikan posisinya termasuk Indonesia, salah satu negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Diketahui, posisi Indonesia terhadap Ka’bah adalah 112 derajat arah barat laut. Meski ada pendapat juga bahwa arah barat sudah sama dengan arah kiblat.

Jika kamu mengalami keraguan dalam menentukan arah kiblat, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan yaitu :

  • Dengan mengamati matahari

Ada dua hari dalam setahun dimana matahari berada tepat di atas Ka’bah. Di dua hari tersebut, arah bayangan matahari dimana saja pasti mengarah ke Kiblat. Caranya mudah, saat pukul 12 siang waktu Arab atau sekitar jam 4 sore WIB kamu bisa meletakkan benda secara tegak lurus di permukaan datar dan melihat kemana arah bayangannya. Itulah arah kiblat yang bisa kamu gunakan untuk beribadah.

  • Dengan mengamati pertumbuhan lumut

Cara ini tentu saja bisa dilakukan di daerah yang banyak pepohonan. Kamu bisa melihat di bagian mana lumut tumbuh pada pohon tersebut. Jika hanya di satu sisi saja, maka sisi tersebut adalah arah timur sedang bagian sebaliknya adalah arah barat. Karena itu arah dimana pohon tidak berlumut itulah arah kiblatnya.

  • Dengan menggunakan jarum

Rasanya kamu pasti pernah diajarkan di sekolah tentang menggunakan jarum dan air. Betul, ini adalah cara lain membuat kompas jika kamu tidak punya. Caranya letakkan air di dalam wadah lalu masukkan jarum yang sudah ditancapkan ke gabus atau styrofoam. Tunggu beberapa waktu dan jarum akan mengarah ke utara atau selatan. Dengan begitu kamu bisa mengetahui dimana arah barat.

Atau dengan memanfaatkan teknologi seperti :

  • Menggunakan kompas

Ini merupakan cara tertua namun tetap bisa digunakan hingga sekarang. Kamu hanya perlu meletakkan kompas pada permukaan lantai atau sajadah lalu temukan arah barat. Ini bisa kamu jadikan acuan untuk ibadahmu.

  • Menggunakan Google Maps atau GPS

Dengan aplikasi Google Maps atau GPS, kamu tinggal memasukkan alamat atau koordinat yang ingin dituju. Kemudian secara singkat aplikasi akan memberitahumu arah kiblat dengan cepat dan tepat.

  • Menggunakan aplikasi MAQMUR

Salah satu fitur yang aplikasi MAQMUR miliki adalah penunjuk arah kiblat. Dengan fitur ini, dimana dan kapan saja kamu bisa mencari arah kiblat dengan akurat. Aplikasi MAQMUR dapat diunduh secara gratis dan tersedia di Google Play Store (Android).

 ”… Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya…’

(QS:al-Baqarah:144)

Begitulah kiranya perintah Allah SWT tentang arah kiblat. Menghadap arah kiblat yang benar dan tepat sama artinya dengan mematuhi salah satu syarat sahnya ibadah sholat. Karena itu, gunakan cara terbaik untuk menentukan arah kiblat sehingga sah ibadah yang kamu lakukan.


Aplikasi MAQMUR hadir menemani hari-hari kita dalam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan fitur Islami berupa pengingat shalat, al quran digital, alat qiblat, dan jurnal ibadah. Selain itu, aplikasi MAQMUR juga mengatur transaksi keuangan sesuai prinsip syariah untuk membayar zakat dan bersedekah. Jangan lupa install aplikasi MAQMUR dan menjadi bagian dari kami untuk Hijrah bersama Aplikasi Muslim MAQMUR.